Mawar

Mawar
episode 44


__ADS_3

Setelah makan mereka melanjutkan kembali obrolan ringan mereka di ruang keluarga Gaffin. Mawar terus mendengar calon ibu mertua dan tante Gaffin yang menceritakan kejadian percobaan penculikan yang di alami Keyla dan usaha Gaffin untuk menyelamatkannya. Ia sesekali bergidik ngeri saat mereka menceritaka hal mengerikan yang harus menimpa keyla.


Ayumi melihat sekeliling dan tidak melihat Gaffin, ia beranjak dari duduknya dan pergi mencari Gaffin. Ia menuju kamar Gaffin namun tidak menemukannya, ia keruang kerja Gaffin, perpustakaan sampai kamar Keyla ia masuki, siapa tahu Gaffin ada di sana bersama Keyla karena kebetulan Keyla juga tidak ada di ruang keluarga. Tapi saat ia masuk ia hanya menemukan Keyla dan ayah Gaffin yang tengah tidur, ternyata yang menemani Keyla bukanlah Gaffin tapi ayahnya. Ayumi mengeryitkan dahi, hampir semua ruangan yang ada di masion itu ia masuki bahkan sampai di luar namun tidak juga menemukan keberadaan Gaffin dan sekarang ia benar-benar haus dan lelah. Ia berjalan menuju dapur dan tidak di sangka orang yang ia cari dari tadi ada di dapur, Gaffin sedang makan cemilan kesukaannya yang baru saja dibuat oleh bibi.


"Kak Gaffin" Gaffin langsung menoleh, mengalihkan pandangannya pada Ayumi yang kini berjalan menuju ke arahnya.


Ayumi melirik cemilan yang di makan Gaffin dn tersenyum mengejek, ia tidak menyangka Gaffin suka dengan makanan seperti itu. Dia kan bisa makanan yang lebih berkelas dari pada harus makan makanan kampung seperti itu.


"Kenapa?" tanya Gaffin yang melihat tatapan Ayumi pada makanan yang ia makan.

__ADS_1


"Kau suka makan makanan seperti itu, itu kan makanan kampung" tanyanya sinis.


"Memang kenapa dengan makanan ini?" tanya Gaffin sambil memperhatikan makanan yang ada di tangannya.


"Tidak apa-apa, oh iya kak Gaffin, kakak serius mau nikah?, dia kan pantasnya jadi tante-tante" belum habis Ayumi bicara Gaffin langsung memotong ucapannya.


"Maksud kamu ngomong kek gitu apa?" tanya Gaffin dan menyimpan kembali kue yang ada di tangannya ke piring.


Ayumi berdecih menanggapi Gaffin "Aku tau kakak mau nikahin Mawar karena kakak mau balas budi kan, tapi apa kakak lupa kalau dia juga nggak menepati janjinya buat jagain Mario. Dimana dia saat Mario butuh bantuan?" tanya Ayumi yang mulai terbawa emosi.

__ADS_1


Gaffin terdiam mendengar Ayumi. Tak memdapat jawaban Ayumi kembali bertanya dengan emosi yang sudah meluap-luap, dia benar-benar tidak akan pernah membiarkan Gaffin menikahi Mawar, dia yang menemani Gaffin disaat ia terpuruk karena kepergian adikknya maka dialah yang berhak mendampingi Gaffin.


"Dimana dia kak?" tanya Ayumi dengan nada yang meninggi. Gaffin menarik nafas mencoba mengendalikan dirinya agar tidak terbawa emosi akibat ulah Ayumi yang menurutnya sangat kekanakan. Ia berdiri mendekati Ayumi bermaksud menjelaskan dan menenangakan Ayumi. Belum sempat Gaffin berdiri, sebuah suara menghentikannya.


"Maksudnya apa? " Gaffin dan Ayumi menengok ke arah suara.


Gaffin dan Ayumi terdiam melihat keberadaan Mawar.


"Mawar" ujar Gaffin.

__ADS_1


Ayumi tampak tersenyum puas, akhirnya Mawar tahu yang sebenarnya, tanpa perlu repot-repot memberi tahunya. Dengan begini Mawar dan Gaffin akan gagal menikah. Dan impiannya memiliki Gaffin akan menjadi kenyataan.


__ADS_2