
Hanya hening yang terasa di dalam kamar berwarna peach itu, bahkan saking heningnya Mawar hanya mendengar suara nafasnya yang naik turun. Sejak tiba dari rumah Gaffin dia langsung masuk kamar, bibi sempat menegurnya dengan menanyakan keadaannya yang terlihat tidak baik, ia hanya menjawab ingin Istrahat. Bibi sedikit khawatir, tapi dia juga tidak ingin mengganggu Mawar. Mungkin Mawar butuh sendiri dan menengkan diri dari semua masalah yang di alaminya.
"Mawar, ada Gaffin" suara bibi dari balik pintu terdengar khawatir. Walaupun belum tahu hal apa yang terjadi pada Mawar tapi melihat kondisi dan situasi saat ini, dia yakin bahwa Mawar tidak baik-baik saja.
Mawar kemudian menuju pintu kamarnya tanpa membuka. Ia berbicara dari balik pintu.
"Bi, bilang Mawar ingin sendiri dulu" ujarnya.
"Iya" sahut bibi dibalik pintu.
Mawar kemudian kembali keatas kasur, dia hanya ingin tidur. Dia ingin istrahat dan menenangkan pikirinnya.
Bibi kemudian menuju ruang tamu tempat dimana Gaffin ternyata sudah menunggu. Ia segera menyusul Mawar setelah menjelaskan semua yang terjadi pada ibunya. Ia benar-benar khawatir, dia bingung harus menjelaskan semuanya pada Mawar.
"Maaf nak Gaffin, Mawar sepertinya tidak ingin di ganggu. Sebaiknya nak Gaffin pulanh saja dulu." ujar bibi yang melihat pemuda yang tengah duduk didepannya. Penampilan agak kacau.
"Aku akan tetap disini" ujar Gaffin.
"Tapi.. nak Gaffin.... " ucapan bibi terpotong.
"Aku mohon bi, aku hanya ingin disini" ujarnya penuh permohonan.
__ADS_1
Bibi mengangguk sambil tersenyum, lagi pula Gaffin hanya duduk di situ dan tidak memaksa menemui Mawar.
"Baiklah kalau begitu, bibi buatin minum ya" ujar bibi dengan senyuman.
"Terimakasih bi"
Bibi kemudian ke dapur membuatkan Gaffin minuman.
********
Suara bel terdengar dari luar menandakan ada seseorang yang datang, Gaffin yang sedang termenung sambil memandangi minuman yang sudah dibuatkan bibi untuknya terahlikan dengan suara bel.
Tak lama bibi datang dan menuju pintu untuk membuka pintu.
Gaffin berbalik dan menemukan seseorang yang dikenalnya.
"Apa yang kau lakukan disini? " tanya Gaffin dengan nada suara yang tidak suka.
Orang itu tersenyum ramah menanggapi pernyataan Gaffin. "Aku dengar Mawar sudah pulang dari Jepang" ujar orang itu.
"Bagaimana kau tahu Mawar ada di sini? " tanya Gaffin penuh selidik.
__ADS_1
Orang itu kembali tersenyum dan mendudukan dirinya di sofa yang berada di depan Gaffin. Ia berinisiatif sendiri karena Gaffin sepertinya tidak ada keinginan menawarinya duduk.
"Dari ibunya, kau tahu Gaffin. Aku tahu sekarang dari mana Mawar mendapatkan wajah yang cantik, ternyata ibunya begitu cantik. Oh iya pak Ivander juga akan segera kembali bersama istrinya ke Indonesia " Jelas orang itu.
Gaffin memutar bola mata malas, kenapa orang dihadapannya ini terus mengoceh, dia tidak perduli dengan apa yang dikatakannya.
"Terus apa yang kau lakukan disini? kau bahkan tidak menjawab pertanyaan yang aku tanyakan dari awal" ujar Gaffin sedikit kesal.
Lagi-lagi orang itu tersenyum menanggapi sikap Gaffin yang sangat kentara tidak menyukai kehadiran dirinya.
"Aku ingin bertemu dengan Mawar, aku merindukannya." jawabnya dengan senyuman yang mengembang tanpa mempedulikan tatapan tak suka dari Gaffin.
"Dimana Mawar? " tanya orang itu lagi.
"Dia tidak ingin menemui seseorang " jawab Gaffin ketus, dia benar-benar kesal.
"Benarkah? " tanya orang itu lagi.
"Kalau kau tidak percaya ya sudah"
"Baiklah, aku akan bertanya langsung padanya" putus orang itu dan beranjak dari duduknya. Ia bermaksud menemui Mawar secara langsung.
__ADS_1
Gaffin yang melihat itu pun tidak ingin tinggal diam, dia bergerak menahan pergerakan orang itu.
"Kau jangan berbuat yang tidak sopan di rumah orang Ivander" ujar Gaffin marah.