
"Sayang kau baik-baik saja? " tanya Hanako khwatir pada Mawar.
"Iya ma, aku baik-baik saja. Mama tidak perlu khawatir" jawab Mawar kemudian mengubah posisinya menjadi duduk.
"Kata bibi, kau ada masalah dengan Gaffin hingga kau tidak ingin menemuinya"
Mawar hanya terdiam mendengarkan perkataan ibunya. "Hima, apa yang sebenarnya terjadi" tanya Hanako sekali lagi pada anak perempuannya itu, ia mengelus rambut anaknya lembut.
Mawar langsung memeluk ibunya erat
"Mama" ucap Mawar dengan nada sentuh.
"Iya sayang" ujar Hanako lembut.
"Hima jahat ma, Hima udah nggak tepatin janji" Mawar kini malah menangis di pelukan ibunya.
"Janji apa sayang? kamu janji sama siapa? " tanya Hanako penasaran.
"Marlin" jawab Mawar lemah.
"Marlin? dia siapa? terus apa hubungannya hingga kau tidak mau menemui Gaffin? " tanya Hanako semakin bingung dengan semua permasalahan anaknya itu.
"Marlin itu Gaffin" jawab Mawar sendu.
"Sebenarnya apa yang terjadi? "
"Sebenarnya... " Mawar mulai menceritakan semuanya pada Hanako, mulai pertemuan pertama mereka hingga janji yang dia ucapkan untuk melindungi Mario, adik Gaffin.
Hanako menghela napas setelah mendengar semua cerita Mawar. Dia tidak menyangka kehidupan anaknya begitu rumit.
__ADS_1
"Kamu harus bertemu dan membicarakan semuanya bersama Gaffin, agar masalah ini cepat terselesaikan. Mama tahu, kau mencintai Gaffin dan begitu pula Gaffin dia sangat mencintaimu. Bahkan dia tidak perduli lagi dengan janji yang kau ucapkan bertahun-tahun lalu" nasehat Hanako.
"Tapi ma" Mawar begitu malu dan ragu bertemu dengan Gaffin.
"Sayang, kamu harus menemuinya. Mama akan menemanimu" ujar Hanako.
Mawar hanya mengangguk lemah menyetujui perkataan Hanako.
******
satu minggu kemudian.......
"Apakah kau sudah siap" tanya Ivander pada Gaffin.
"Tentu saja, aku selalu siap. lagi pula mama udah menelponku tadi" ujarnya.
"Bukan mom Eva, tapi mama Hanako" ucap Gaffin bangga.
"Tante Hanako? , mamanya Mawar?" Ivander sedikit terkejut dengan ucapan Gaffin. Dia tidak menyangka hubungan mereka sudah sejauh ini.
"Iya, katanya Mawar sudah mau bertemu denganku dan dia mau bicara semuanya denganku"
"Ohh baguslah" Ivander menghela napas, walaupun ia sudah mengikhlaskan Mawar dan Gaffin untuk bersama, tapi tetap saja rasa sesak itu masih terasa walaupun tak sebesar dulu.
"Oh iya bagaimana dengan proyek barumu" tanya Gaffin.
"Baik, semuanya lancar" jawab Ivander.
"Memangnya tidak mengganggu? Kau kan selalu datang di kantorku. Seperti saat ini, kau rela meninggalkan pekerjaanmu hanya untuk membantuku" sahut Gaffin. Pasalnya Ivander lah yang paling bersemangat dan selalu memberi tips-tips untuk memperbaiki hubungan.
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang padamu, aku akan melakukan apapun yang bisa membuat Mawar bahagia. Dan hanya kamu yang bisa membuat Mawar bahagia, karna dia mencintaimu bukan aku" ucap Ivander dengan senyum yang miris.
"Maaf Ivander, kau harus mengorbankan perasaanmu hanya demi membantuku" ada sedikit penyesalan di hati Gaffin saat mengingat sikapnya pada Ivander dulu. Dan sekarang Ivander lah yang membantunya.
"Tidak perlu minta maaf, kan aku sudah bilang aku melakukan hal ini untuk melihat Mawar bahagia, bukan untukmu" ucap Ivander pada Gaffin.
"hehehehehhe... iya"
*****
"Ma" Mawar memegang tangan Hanako. Dia bener-benar gugup bertemu Gaffin. Ia meremas tangan ibunya mencoba untuk menghilangkan kegugupan nya.
Hanako yang mengerti dengan perasaan Mawar, mencoba menenangkannya "tenang saja sayang, semua akan baik-baik saja. Kau hanya perlu meminta maaf, Gaffin anak yang baik dan dia mencintaimu. Buktinya dia mengejarmu saat kau mengetahui yang sebenarnya"
Mawar tersenyum dan mengangguk "iya ma"
*****
Tak lama tombol lonceng di tekan beberapa kali, Hanako langsung menuju pintu dan membukanya. Tampak Gaffin dan seorang pria yang pernah menemuinya untuk menanyakan Mawar dulu. Hanako tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua.
"Ini... " Hanako menunjuk Ivander.
"Ivander tante, aku yang datang mencari Mawar dulu di rumah pak Oliver" ujar Ivander mengingatkan Hanako.
"Jadi namamu Ivander, tante waktu itu belum sempat bertanya" ucap Hanako tersenyum.
"Iya tante" jawab Ivander sopan.
" Ya sudah, ayo masuk" Hanako mengajak kedua untuk masuk.
__ADS_1