
Mawar terbangun karena ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, ia kemudian berjalan dan membuka pintu dan ternyata Gaffin yang memyambutnya dengan tersenyum.Mawar tersenyum kikuk membalas Gaffin, ia masih merasa canggung karena kejadian semalam.
"Kau baru bangun?" Gaffin memperhatikan Mawar yang kelihatannya baru bangun padahal hari sudah siang.Apa ia selelah itu pikir Gaffin, bahkan ia belum mencuci muka.Tapi muka polosnya sangat imut membuat Gaffin tidak tahan untuk mencubit pipinya.
"Aww" Mawar meringis karena Gaffin yang tiba-tiba mencubitnya, ia ingin mengomelinya namun Gaffin sudah masuk ke kamar, meninggalkan Mawar yang sudah siap membuka mulut.
"Kau cepatlah mandi, ini hampir siang dan kita akan turun makan" Gaffin merebahkan diri di atas kasur.
Mawar menutup pintu dan melihat Gaffin yang sudah berbaring di atas kasurnya "Ya sudah kau tunggu saja di bawah, kenapa kau masih disini" Mawar merasa risih dengan kehadiran Gaffin.
"Memangnya kenapa jika aku menunggumu disini" tanya Gaffin dengan mata yang terpejam.
"Ya..aku kan mau mandi, jadi kau harus keluar karena aku akan menganti pakaian"Mawar sedikit gugup saat menjelaskan pada Gaffin.
"Kau bisa menganti pakaianmu di dalam kamar mandi, jangan membuat dirimu terlalu susah" Gaffin masih setia memejamkan matanya.
Mawar mengkerutkan dahi kesal, Gaffin benar-benar berbuat sesukanya.Bahkan menguasai kamarnya.Ia akhirnya mengalah dari pada harus berdebat dengan Gaffin yang pasti kekalahan akan berada di pihaknya.
Ia mengambil pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.Cukup lama ia berada di dalam kamar mandi dan akhirnya ia keluar dan sudah memakai pakaiannya.Ia kemudian menuju meja rias dan mengoles make up tipis di wajahnya.Mawar melirik Gaffin yang dari tadi memperhatikannya sambil senyum-senyum dan membuatnya merasa risih.Ia mencoba tidak perduli dengan apa yang Gaffin lakukan tapi ia tidak bisa.Ia membalikan badan dan menghadap Gaffin yang sedang menatapnya sambil terenyum.
"Kenapa kau melihatku seperti itu sih, aku nggak suka" Mawar akhirnya mengeluarkan kekesalannya.
"Cantik" jawaban spontan dan singkat yang keluar dari mulut Gaffin itu sukses membuat pipi Mawar merah merona karenanya.
Mawar langsung membalikan badan kembali, ia benar-benar malu dan gugup.
"Apaan sih, mending kita turun katanya kita mau makan" Mawar mengalihkan pembicaraan dan sekarang ia juga sudah selesai mempercantik diri.
"Ya sudah, ayo" ajak Gaffin dan bangun dari kasur dan menuju tempat Mawar duduk.Ia kemudian berdiri dihadapan Mawar dan Mawar menatapnya bingung.Dengan cepat ia meraih tangannya dan mengajaknya pergi. Mereka kemudian keluar dari kamar dengan Gaffin yang masih mengenggam erat tangan Mawar.Mawar mencoba melepaskannya karena sepanjang jalan banyak penghuni hotel lainnya, orang-orang itu memang tidak perduli dengan mereka, hanya saja Mawar tidak terbiasa seperti itu.
__ADS_1
"Gaffin lepasin" bisik Mawar dan bukannya melepaskan Gaffin malah semakin memperat genggamannya membuat Mawar tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya pasrah.
Mereka kemudian sampai dan memesan makanan di restoran.Sedang asik makan, tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri mereka dan langsung memeluk Gaffin dari belakang yang sedang duduk menikmati makanannya.
"Kak Gaffin" ujar gadis itu.
Gaffin menoleh dan tersenyum saat melihat gadis yang sedang memeluknya itu.
"Lepskan kau membuatku susah makan" keluh Gaffin dan gadis itu melepaskan pelukannya dan berpindah ke sebelah Gaffin dan menundukan diri dibangku yang masih tersedia.
"Kenapa kau tidak bilang, jika kau ke Jepang. Aku bahkan tidak tahu jika okaasan tidak memberi tahu" ujar gadis itu.
Mawar memperhatikan gadis di hadapannya itu, gadis itu berwajah selayak orang Jepang tapi ia sangat fasih berbahasa Indonesia dan itu membuat Mawar bertanya-tanya siapa gadis dihadapannya itu.
"Kakak sudah bilang sama om dan tante jika aku akan kesini"
"Kebetulan tempat pertemuan dengan kolega kakak itu dekat dengan hotel ini, lagi pula rumah kamu kan jauh, jadi kakak pilih di sini saja"
"Apa pekerjaan kak Gaffin sudah selesai" tanya gadis itu dan tidak perduli dengan kehadiran Mawar, seolah Mawar itu tidak ada di sana.
"Sudah" Gaffin kembali memasukann makanan di dalam mulutnya.
"Ya sudah, kita pergi jalan-jalan yuk" ajak gadis itu dengan semangat.
Gaffin menatap Mawar yang dari tadi diam, ia kemudian menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya itu "kenalkan ini Mawar" ia tidak menjawab ajakan gadis itu dan malah memperkenalkan Mawar.
Mawar tersenyum ramah pada gadis itu, namun gadis itu malah menatap sinis ke arahnya.
Gadis itu tidak perduli dan kembali fokus pada Gaffin "Kakak mau kan" tanyanya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa, besok kakak akan ke Miyazaki dan sore nanti kakak akan menemui orang tuamu sebelum berangkat" ujar Gaffin yang membuat gadis itu cemberut dengan bibir yang ia menyongkan.Hal itu membuat Gaffin tersenyum dan mencubit bibirnya gemas.
"Aww, kok dicubit sih biasanya juga dicium" ujar gadis itu manja.
Mawar langsung tersedak mendengar ucapan gadis itu, entah mengapa hatinya ikut merasa panas.
"Kau baik-baik saja" tanya Gaffin khawatir sambil menyodorkan air minum padanya.
Mawar meminum air minum itu sampai habis dan berkata "aku baik-baik saja, uuhhmm aku sudah selesai makan aku kembali ke kamar dulu" ia kemudian beranjak berdiri namun langsung tangannya ditahan oleh Gaffin.
"Kenapa cepat sekali"
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin istrahat dan aku tidak ingin mengganggu kalian" terselip nada kecemburuan dalam kalimat Mawar yang langsung ditangkap Gaffin sehingga membuatnya tersenyum penuh arti.
"Baguslah kalau begitu, ternyata kau cukup tahu diri juga.Kau kan hanya asisten Gaffin jadi kau tidak usah dekat-dekat dengannya, apalagi menggodanya.Aku tahu perempuan sepertimu itu pasti melakukan segala cara untuk mendapatkan uang" gadis itu mengira bahwa Mawar adalah asisten Gaffin dan kemudian malah mengatainya.
Gaffin yang mendengar itu langsung menegurnya, ia sungguh tidak menyangka jika gadis itu akan mengatakan hal semacam itu dan itu pasti akan membuat Mawar sedih. "Ayumi, jaga bicaramu" ia menatap tajam pada gadis itu dan gadis itu hanya mengalihkan pandanganya ke arah lain.
"Maaf kalau begitu saya permisi dulu" Mawar kemudian pergi tanpa menoleh lagi, ia benar-benar sakit hati mendengar hinaan dari gadis itu.Matanya sudah memerah menahan air mata yang akan tumpah.
"Mawar" panggil Gaffin, ia benar-benar bersalah karena Ayumi telah membuat Mawar sedih dan ia harus segera menjelaskan semuanya.
Mawar yang mendengar panggilan Gaffin tidak menoleh dan malah mempercepat langkahnya, saat ini ia hanya ingin cepat pergi dari tempat itu.Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi dan akhirnya tumpah, ia benar-benar sakit hati.
Gaffin mencoba mengejar Mawar namun di tahan oleh Ayumi "kakak mau kemana?".
"Ayumi kamu sebaiknya pulang atau kakak bilang pada om dan tante.Kakak tahu kamu bolos kan" ancam Gaffin yang langsung membuat Ayumi terdiam.Gaffin tentu tahu jika gadis itu bolos sekolah karena ini masih siang.
"Kakak pergi dulu, sebentar sore kakak akan ke rumahmu.Kau sebaiknya pulang juga" ujar Gaffin kemudian meninggalkan Ayumi yang masih diam di tempatnya.
__ADS_1