
"Tante mau kemana? " tanya Rendy pada mama Mawar yang tiba-tiba muncul. Hanako yang memperhatikan penampilan Rendy yang sepertinya baru bangun tidur.
"Tante mau ke rumah nenek dulu, kata bibi Mawar ada masalah jadi tante akan kesana" Jawab mama Mawar dengan tersenyum geli melihat penampilan Rendy.
"Ya sudah Rendy antar" tawar Rendy.
"Tidak perlu tante akan di antar supir saja"
"Ayolah tante, nanti mama akan marah kalau tahu aku tidak mengantarkan tante ke rumah nenek" Rendy sedikit khawatir mengingat mamanya yang begitu galak.
Mama Mawar yang mengerti pun hanya tersenyum hangat menanggapi wajah khawatir Rendy "Kau tenang saja, aku sudah bicara pada mama tadi. Tante bilang akan berangkat dengan supir saja. Jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Mama Mawar menenangkan.
"Oh seperti itu" sahut Rendy mengerti. "Kalau begitu tante hati-hati yaa"
"Ya sudah, tante berangkat dulu. sampai jumpa. daahhhh" Mama Mawar kemudian berjalan menuju mobil yang ternyata sudah terpakir di depan rumah dan sedang menunggu dirinya.
"Dahhh, Hati-hati di jalan" Balas Rendy yang di tanggapi senyuman dari mama Mawar.
Setelah mobil yang membawa mama Mawar keluar pagar, Rendy kemudian masuk ke dalam dan menuju dapur. Di sana dia sudah melihat ayah dan ibunya, tak lupa juga saudara kembarnya Rendy sedang menyantap sarapan pagi mereka.
Zara menatap tajam ke arah Randy yang kini duduk disamping Rendy.
"Kenapa kamu baru bangun, ini sudah jam 9. Walaupun ini hari libur tapi bukan alasan kamu bermalas-malasan. Kamu bahkan belum mandi, atau jangan-jangan kamu belum cuci muka" tuduh Zara pada anaknya.
"Aku sudah cuci muka ma, aku bahkan sudah gosok gigi. Nih" Randy memperlihatkan deretan giginya kepada anggota keluarganya itu. Tak lupa juga Randy mengeluarkan udara dari mulutnya agar mereka percaya kalau dia benar-benar telah mengosok giginya.
"Nih lagi, Haaaaa" dia mengeluarkannya tepat di depan Rendy.
Rendy langsung menabok wajah Randy dan menutup hidungnya.
"Ihhh bau tahu" protes Rendy yang hanya ditanggapi kekehan dari Randy.
Mereka diremehkan oleh saudara kembarnya itu, Rendy tidak tinggal diam. Dia membalas saudara kembarnya itu dengan hal yang sama.
__ADS_1
"Haaaaaa" Rendy mengeluarkan bau mulutnya tepat si wajah Randy. Randy tentu tidak Terima, dia malah menarik kerah baju Rendy agar dia bisa membalas perbuatan saudara kembarnya itu.
Dan saat merek sibuk saling membalas dan bertengkar, Zara datang didekat mereka dan menjewer telinga mereka.
"Cukuuuuupppppp" ucapnya geram sambil menahan agar suaranya tidak keluar dengan besar.
"Ahhhh iya ma" ucap Rendy dengan tangan yang mencoba melepaskan telinganya dari tangan sang Ibu.
"Aduuhh, duhhhh sakit ma, iya ma.... iya nggak lagi ma. sakit ma" ujar Randy yang mengadu kesakitan dan melakukan hal yang sama seperti saudara kembarnya itu yaitu mencoba melepaskan tangan sang Ibu dari telinganya.
Tapi sepertinya usaha mereka sia-sia, tangan Ibu mereka seperti menancap dengan kuat di telinga mereka. Oliver yang melihat itu segera melerai mereka.
"Sudahlah ma, kasihan telinga mereka mama jewer. Nanti anak-anak papa tidak ganteng lagi" ujar Oliver yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
"Iya ma, apa mama mau anak mama tidak ganteng lagi" sambung Rendy yang diangguki setuju oleh Randy.
"Apa kau mau menggantikan posisi mereka? " tanya Zara dengan geram.
"mmmm, bukan begitu sayang. Tidak enak dilihat pekerja disini" ucap Oliver mencoba menenangkan istrinya itu.
"Habiskan sarapan kalian dan jangan bertengkar, kalau sampai mama dengar kalian masih bertengkar. Kalian akan tahu akibatnya" ucap mama mereka dengan tatapan tajam dan mengancam, membuat mereka menelan ludah.
Zara kemudian meninggalkan mereka, sedangkan papa mereka tersenyum melihat mereka yang masih sibuk menggosok telinga mereka yang sakit akibat jeweran mama mereka.
"Makanya jangan cari gara-gara didepan mama kalian, untung ada papa. Kalau tidak ada, mungkin telinga kalian akan lenyap. Hahaha" ucap Oliver kemudian tertawa.
"Iya pa, makasih" ucap mereka berdua.
"Ya sudah kalau begitu papa mau nyusul mama dulu yaa" ucap Oliver kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Kau mau kemana, temani aku sarapan dulu. Masa aku sarapan sendiri, nggak asik" tanya Rendy pada Randy yang juga ikut berdiri.
"Aku mau ke panti asuhan" jawab Randy sambil berjalan meninggalkan Rendy yang masih asik menyantap sarapannya.
__ADS_1
"Jangan terlalu berharap Ran, ingat dia udah ada yang punya" ucap Rendy setengah berteriak memperingati saudara kembarnya itu.
Randy tidak memperdulikan Rendy dan terus berjalan meninggalkannya.
Tidak mendapat respon, Rendy hanya tersenyum sambil berkata "dasar cinta" katanya kemudian melanjutkan menghabiskan sarapannya.
******
"Hai Caca" sapa Randy pada gadis yang kini ada di hadapannya. Gadis itu sedang asik bermain dengan anak-anak panti asuhan.
"Randy" Caca membalas sapaan Randy, ia sedikit terkejut dengan kedatangan Randy.
"Apa kau sibuk" tanya Randy sedikit ragu.
"Tidak, aku hanya menemani anak-anak bermain, lagi pula semua pekerjaan sudah selesai di kerjakan oleh petugas panti. Jadi aku hanya menemani meraka" ucap Caca sambil melihat anak-anak panti yang asik bermain dan bercanda satu sama lain.
"Ada apa? " tanya Caca.
"emmm.... begini aku" Randy tidak pernah merasa segugup ini di depan wanita. Biasanya dia begitu percaya diri berbicara di depan wanita. Tapi entah mengapa hal yang sebaliknya terjadi saat ia berbicara pada Caca.
"Ada apa Randy? kau perlu bantuan " tanya Caca lagi.
"Begini, aku mau mengajakmu jalan malam ini" akhirnya Randy dapat mengucapkan kalimat yang dari semalam ia persiapkan.
Caca menatap Randy dengan tatapan yang tak dapat Randy mengerti. Perasaan tak enak mulai menghinggapi Randy. Dia takut kalau Caca sampai menolak ajakannya, dan jika itu terjadi itu akan menjadi penolakan pertama yang di Terima Randy. Selama ini dia tidak pernah di tolak saat mengajak jalan seorang gadis.
"Maaf Randy, aku nggak bisa" Apa yang ditakutkan Randy bener-benar terjadi, Caca menolak ajakannya. Ada sedikit rasa kecewa yang ia rasakan.
"Memangnya kamu sibuk malam nanti, kalau begitu bagaimana kalau nanti sore" Randy masih belum menyerah.
Caca menggeleng sambil menundukkan kepalanya tanda tak bisa "Maaf Randy, aku nggak bisa" ucapnya.
"Tapi kenapa" Tanya Randy mencoba mencari tahu alasan Caca sampai menolak ajakannya.
__ADS_1
"Maaf Randy, aku tidak bisa ikut. Nathan nggak suka kalau aku terlalu dekat denganmu. Aku juga minta, kau tidak usah terlalu sering datang kesini. Aku tidak ingin membuat Nathan sedih dan marah" ucap Caca sedikit merasa bersalah dan tidak enak.
"Baiklah" ucap Randy kemudian berbalik meninggalkan Caca. Ada rasa sesak yang ia rasakan di hatinya. Apakah ia sedang jatuh cintah dan kini sebelumnya ia menyatakan cintanya ia sudah merasakan penolakkan.