
Bagiku hari ini begitu indah, Aku merasa ada yang aneh dengan diriku, semalaman Aku menangis karena rindu dengan Ayah dan Ibu, Aku begitu merindukan mereka, Aku hanya bisa berdo'a...ku ucapkan Fatikha, sholawat, istighafar ku hadiahkan pahalanya untuk Ayah dan Ibuku yang tercintah, tapi hari ini sejak bertemu dengan Gus Muham hatiku berubah menjadi sangat bahagia.
Hati adalah bagian tubuh manusia yang paling sulit untuk di mengerti, dia tak bisa di paksa, dia bisa merasa sangat sedih, tapi ada kalah dia sangat bahagia, seperti yang Aku alami.
Allah yang menciptkan hati, hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati manusia, Aku tak bisa berbuat apapun, hanya Allah yang mampu.
"Tadi malam menangis sesenggukan, kok sekarang senyum-senyum sendiri, gimana udah dapat izin" sapa Intan menepuk punggungku dari belakang.
"udah...tadi Aku izin dengan Gus Muham"
__ADS_1
"lha...kan emang udah tau semua, Ibu Nyai sedang keluar, kalau ada apa-apa yang ditugaskan pada Gus Muham"
Aku senyum tiada henti, Aku merasa sudah gila rasanya, Apa ini yang namanya cinta, Aku tal pernah merasakan jatuh cinta, sejak kecil Aku sudah di pondok, Apa salah jika Aku jatuh cinta?
Cinta itu suci, dia bisa dirasakan oleh setiap orang, karena dia suci jangan kau nodai cinta itu, biarlah cinta itu hadir jika sudah menemukan laki-laki yang halal, jangan jatuh cinta sebelum akad sah.
"katanya beli buku, lho kok keluarnya juga sendirian" suara dari ucapan laki-laki yang sangat Aku kenal.
"Masak teman cuma dua, lah keamanan dimana?!" suara Gus Muham sedikit ada nada amarah, seakan tak percaya dengan ucapanku.
__ADS_1
"Aku keamanan Gus"
"keamanan kok nggok bisa memberi contoh yang baik si, mbak..?!"
"Ma"af gus" hanya kata itu yang bisa Aku katakan.
setelah mendapat izin tadi, Aku mengajak Intan tapi Intan tak bisa, Aku sudah berusah mengajak teman-teman yang lain, bukan teman Akrab tentunya, mereka semua tak bisa karena takut, tak dapat izin langsung dari. ibu nyai pantang bagi mereka keluar area pondok, tapi Aku merasa Aku sudah mendapat izin Gus Muham, apa itu tidak sama saja?
Aku bertemu dengan Gus Muham di pasar, beliau mau pergi ke suatu acara, dan mapir dulu katanya ingin membeli buah tangan, beliau melihatku dari kejauhan, dan menghampiriku, baginya Aku adalah kewajibannya untuk di jaga, tak baik keluar sendiri.
__ADS_1
Demi Aku Gus Muham kembali ke pondok, Aku keluar dari mobilnya, berwarna hitam dan mengkilat, semua santri wati melihatku heran...mungkin dalam fikiran mereka, Bagaimana bisa Aku naik kendaraab bersama Gus mereka? Apa Aku yang gede rasa tau memang takdir kehidupan ku yang menyuruh berubah, Aku sudah cukup menderita, mungkin saatnya Aku bahagia, setidaknya itu gede rasaku saja.
kata-kata Gus Muham tentang melindungkiu seakan jadi magnet untukku, rasa itu kenapa begitu hebat, Aku GR di buatnya