Mawar

Mawar
episode 39


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa menemukan mamaku" tanya Mawar, mereka kini duduk di tempat mamanya dan pak Harris duduk yang kebetulan ada empat kursi.


"Saat kita di Tokyo kami sudah menemukan tempat tinggal mama, tapi saat orang suruhanku pergi mendatangi rumah tersebut ternyata rumah itu telah di tempati oleh adik mamamu.Terus kami harus mencari lagi alamat mamamu yang baru, tapi itu tidak sulit karena masih di Miyazaki" jelas Gaffin.


"Oh iya ma, mama tahu kalau kita akan bertemu" tanya Mawar pada Hanako mamanya.


"Tidak, mereka hanya bilang ada yang ingin bertemu dengan mama.Mama kira itu papamu atau tantemu Zara"


"Memangnya papa pernah kemari" tanya Mawar, setahunya hanya tante Zaranya.


"Pernah, tapi itu sudah lama sekali.Tepat saat tante Zara mau kemari dan kamu katanya bersikeras ingin ikut"


"Tapi waktu itu papa bilang ia ingin ke luar kota"


"Berarti papamu telah membohongimu" sahut Gaffin.


"Tapi kenapa, papa bohong sama aku" tanya Mawar kecewa mengapa papanya tega membohonginya.


Gaffin hanya mengangkat bahu tak tahu, Hanako mengelus lengan putrinya itu "kau tahu kan papamu tidak akan membiarkanmu bertemu dengan mama, jadi dia datang untuk memberi tahu mama agar menolak kehadiranmu jika kau benar-benar datang"


"Tapi kenapa ma, memangnya masalah apa yang terjadi sehingga papa dan mama bercerai dan saling membenci" Mawar mengeluarkan semua pertanyaan tentang masalah apa yang menimpah rumah tangga orang tuanya sehingga berakhir dengan perceraian dan pertengkaran.Membuat Mawar kecil harus diasuh oleh nenek dan kakeknya yang takut Mawar mengalami trauma akibat orang tuanya yang selalu bertengkar. Selama ini ia hanya diam karena sang papa selalu marah-marah saat ia mulai membahas masalah tersebut, ingin bertanya pada keluarga lainnya tapi mereka memilih menutup mulut.Dan ini adalah kesempatannya untuk bertanya langsung pada mamanya.


"Kau tahu kan Hima, sifat papa kamu itu beda sama tante dan om kamu.Ia itu pemarah dan egois.Saat itu papamu salah paham, ia mengira mama berselingkuh karena melihat mama jalan dengan orang lain.Tapi itu bukan seperti yang papa kamu bayangkan, pria itu teman mama yang sedang berlibur di Indonesia.Padahal waktu itu, mama sudah memberi tahu papamu tentang kedatangan teman mama itu.Salah mama juga sih, tidak bilang jika ia pria.Dan kau tahu sendiri papamu itu juga keras kepala dan tidak mau mendengarkan penjelasan mama, sehingga sampai saat ini papamu tidak menyukai mama.Dan dengan memisahkan mama dan kau juga melarang kau bertemu mama membuat papamu senang karena telah menyiksa mama" ujar Hanako sedih.


"Tapi papa salah karena itu bukan hanya menyiksa mama tapi juga aku ma" Mawar kini sudah berderai air mata.


"Sayang, kamu jangan nangis.Semua itu sudah jalan hidup dan takdir kita" Hanako membawa Mawar dalam pelukannya.


"Tetap saja ma karena keegoisan dan keras kepala papa membuat kita terluka"


"Kamu tidak usah sedih lagi, kita kan sudah bertemu" Hanako mencoba menenangka putrinya yang kini semakin terisak.Ia bahkan ikut meneteskan air matanya lagi kerena mengingat mantan suaminya yang telah tega memisahkannya dengan anak satu-satunya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


******


Hanako mengajak Mawar dan Gaffin di kediamannya untuk tinggal. Mawar senang sekali karena waktunya di Jepang di habiskan bersama mamanya, sedangkan Gaffin berencana hanya akan datang beberapa kali. Ia ingin mengerjakan beberapa pekerjaannya bersama pak Harris.


"Dia siapa ma?" tanya Mawar pada mamanya, saat melihat seseorang sedang menghampiri mereka.Mereka sekarang sedang berdiri di depan kediaman Hanako.


"Bagaimana mama bisa mengenalnya" tanya Mawar penasaran.


"Waktu itu ia sedang kesulitan mencari alamat tempat tinggalnya sekarang karena semua orang yang ia temui tidak dapat berbahasa Inggris ataupun Indonesia, sedangkan dia sendiri tidak bisa berbahasa Jepang.Untunglah saat itu ada mama, jadi mama membantunya mencari alamat tempat tinggalnya" jelas Hanako.


Tak lama orang yang mereka bicarakan datang menghampiri mereka.


"Hai tante, ini siapa" tanya Evan melihat Mawar yang tersenyum hangat padanya, ia pun membalas senyuman yang diberikan Mawar.


"Dia anak tante" jawab Hanako.


"Benarkah, jadi ini Himawari" sahut Evan, ia memang sudah tahu tentang Mawar karena Hanako sering menceritakan tentang Mawar padanya.Hanya saja ia baru kali ini ia bertemu langsung dengannya, sungguh gadis yang cantik dan imut batinnya yang menilai Mawar.

__ADS_1


"Iya ini Hima"


"Hai aku Evan" Evan memperkenalkan dirinya pada Mawar.


"Aku sudah tahu kok, mama tadi cerita tentang kamu" ujar Mawar.


"Oh benarkah, kamu kuliah di Indonesia ya" tanya Evan.Ia memang tidak tahu jika usia Mawar lebih tua darinya.


"Aku tidak kuliah lagi"


"Kenapa?" tanya Evan.


"Aku sudah kerja, lagi pula aku sudah mendapat gelar S2-ku"


"Oh benarkah, kau hebat sekali.Kau masih muda dan kau sudah meraih gelar S2-mu sedangkan aku baru akan menyelesaikan S1-ku" ujar Evan memuji Mawar.


"Memangnya umur berapa?" tanya Mawar.


"Baru akan 23, tidak lama lagi" jawab Evan.


"Kau tahu, aku juga meraih gelar S1-ku di umur yang sama denganmu"


"Benarkah, kau sebenarnya umur berapa sih" tanya Evan penasaran, pasalanya perempuan dihadapannya ini lebih cocok jadi juniornya di kampus.


"Dia sudah 29" sahut Hanako.


Evan melototkan mata "benarkah?, maaf sebelumnya kalau aku tidak sopan pada orang yang lebih tua dariku.Wajahmu lebih muda dari pada umurmu"


"Benarkah" tanya Mawar.


"Iya, aku mengira kau masih kuliah.Itulah sebabnya aku tadi bertanya dimana kau kuliah" ujar Evan.

__ADS_1


"Terima kasih atas pujiannya" sahut Mawar.


"Ya sudah kalau gitu, kita lanjut ngobrolnya di dalam saja ya.Tidak enak mengobrol di luar" Hanako kemudian menuntun Mawar memasuki kediamannya yang diikuti Evan.


__ADS_2