Mawar

Mawar
episode 52


__ADS_3

Sekarang tinggallah mereka berdua di ruangan itu. Hanya sepi yang terasa, tak ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu. Mawar bingung mau memulai dari mana, dia hanya menundukkan kepala, tak sanggup menatap Gaffin yang sedari tadi menatap dan memperhatikannya.


Gaffin yang mengerti dengan apa yang sedang di rasakan Mawar akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu. Dia tahu Mawar sedang bingung dan gugup, dia mengetahui itu karena Mawar yang hanya menundukkan kepala dengan saling menautkan kedua jari tangannya.


"Mawar.. " panggil Gaffin dan Mawar langsung memotongnya.


"Marlin, kakak minta maaf. Kakak tidak bisa menepati janji kakak untuk menjaga Mario. Kakak salah, kakak bahkan tidak menjelaskan padamu waktu itu dan langsung pergi. Aku juga tidak pernah mengunjungi makam Mario. Kakak jahat pada kalian berdua" Mawar menangis penuh penyesalan, air matanya tak dapat ia bendung. Ia benar-benar merasa bersalah atas apa yang menimpa Mario dan Marlin.


"Mawar sudahlah, ini bukan salahmu. Ini semua sudah takdir kami berdua. Mungkin Tuhan lebih sayang pada Mario". Gaffin mencoba menenangkan Mawar yang tak berhenti menangis. Ia mengelus bahu Mawar dan memeluknya erat. Ia juga meneteskan air mata, dia jadi teringat pada Mario. Dia bahkan tidak menghadiri pemakaman saudara satu-satunya itu.


*****


Hanako dan Ivander yang dari tadi berada di dapur sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Mawar dan Gaffin. Dan untunglah Gaffin datang dan meminta air minum buat Mawar, untuk menenangkannya.


" Gaffin bagaimana "tanya Ivander tak sabar.


" Bagaimana apanya" tanya Gaffin sambil mengambil air dan memasukkannya di dalam gelas.


"Bagaimana dengan Mawar? apa semuanya baik-baik saja Gaffin? " kali ini Hanako yang bertanya.


"Iya ma, dia baik-baik saja. Semuanya baik-baik saja" jawab Gaffin dengan senyuman yang tak dapat ia sembunyikan.


"Syukurlah" ucap Hanako penuh syukur.


"Masih ada satu lagi yang belum selesai" ujar Ivander yang membuat Gaffin dan Hanako bingung.


"Apa? " tanya Gaffin.


"Ayo ikut aku. Ayo tante" ajak Ivander pada mereka berdua, tak lupa ia merebut gelas yang berisi air itu dari tangan Gaffin dan langsung menuju ruang tamu tempat Mawar duduk.


Gaffin dan Hanako langsung mengikuti Ivander. Mereka penasaran apa yang direncanakan Ivander selanjutnya.


Ivander memberikan air itu pada Mawar. Sedangkan Gaffin dan Hanako duduk dan menunggu apa yang akan Ivander lakukan selanjutnya.


"Ini" Mawar mengambil air itu dan meminumnya. "Makasih" ujar Mawar setelah meminum air itu.

__ADS_1


"Sama-sama" ucap Ivander dengan senyuman.


Ivander menarik naas dan menghembuskannya " Ok selanjutnya, pertanyaanku adalah... Kapan? " tanya Ivander yang membuat mereka bertiga kembali bingung.


"Kapan apanya" tanya Gaffin bingung.


"Kapan tanggal pernikahannya, sekarang kan semuanya sudah baik-baik saja. Terus apa yang ditunggu lagi" jelas Ivander.


"Aku siap kapan aja, aku hanya menunggu kapan pengantinku siap saja" ucap Gaffin sambil menatap Mawar yang kini tertunduk malu. Mawar tidak sanggup membalas tatapan Gaffin.


Mendengar itu, wajah Mawar langsung merah merona. Dia malu dan gugup.


"Apa kamu sudah siap Mawar" Tanya Hanako.


"Aaaaku ter..serah mama saja" ucap Mawar gugup.


"Kenapa terserah mama, kan yang mau nikah kamu" ucap Hanako sambil menahan senyum melihat Mawar yang salah tingkah.


Mawar susah payah menelan ludah dan akhirnya menjawab "iya aku siap" ucapnya sambil tertunduk malu dan mata tertutup.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih banyak😘💕untuk para pembaca, Terima kasih untuk like, komen dan votenya. Ceritanya sampe sini aja yaa.


Aku rencananya mau buat cerita untuk Caca dan Randy.

__ADS_1


__ADS_2