
" nona waktunya makan malam saya bantu suapin ya " ucap pelayan salah satu rumah Raffi .dia bernama bi Tuti yang di perintahkan untuk menemani mawar selama dirumah sakit .
" non kenapa ? " Bi Tuti melihat mawar melamun menatap jendela ruangan
" aku kepikiran sekolah sama tempat kerja bi . Udah hampir 2 Minggu aku gak berangkat. Pasti temen temen pada nyariin " ucap mawar sedih
" kemarin tuan bilang ponsel non mawar rusak nanti tuan kesini membawakan ponsel baru untuk nona " ucap bi Tuti .
" om Raffi siapa bi kenapa tiba tiba baik padahal kita gak saling kenal " tanya mawar
sebelum BI Tuti menjawab , pintu ruangan terbuka Raffi datang membawa bingkisan buah buahan dan paper bag ditangan nya .
" udah minum obat bi? " tanya Raffi kepada Bu Tuti
" sudah tuan "
Raffi berjalan dari sofa ke arah mawar .
" nak mawar om Raffi bawa ponsel , nomernya juga sudah om masukan . Kalo mau ngabarin temen temen boleh , ini ponsel dari om di pakai yaa " ucap Raffi.
Ponsel keluaran terbaru terdapat 3 kamera dibelakang yang harganya sangat mahal ini sekarang ada di tangan mawar . Dan sekarang menjadi milik mawar secara cuma cuma
" Om ini tidak perlu saya butuh ponsel saya yang lama saja om "
" mawar ponsel kamu hancur . Ini pemberian dari om untuk mawar .di pakai yaa " ucap Raffi menaruh ponsel di tangan mawar kembali .
" om mawar boleh tanya ?"
" boleh nak Mawar, mau tanya apa ?"
" kenapa om baik banget sama mawar ? "
", maafin omm ya nak . Kemarin om tidak sengaja menabrak kamu sampai kamu kaya gini " ucap Raffi duduk di kursi samping tempat tidur mawar .
Mawar terdiam
" om minta maaf mawar , boleh om menganggap kamu sebagai anak angkat om ? "
Mawar mengangkat kepalanya yang menunduk,
" Tidak perlu berlebihan om . Mawar sudah memaafkan om Raffi ", ucap mawar
" nak mawar . untuk ucapan maaf , om boleh menganggap nak mawar sebagai anak angkat om ? " ucap Raffi kembali
mawar mengangguk .
***
" APA SIH PI , AKU BILANG AKU GAK MAU"
" apa salahnya kamu menganggap adik kamu .dia seumurran kamu "
__ADS_1
" TERSERAH AKU MALAS BERDEBAT DENGAN PAPI "
" mau kamu setuju atau gak papi akan tetap membawa nya "
Hari dimana mawar sudah boleh pulang dari rumah sakit . beberapa kali Raffi membujuk mawar untuk pulang ke rumah Raffi akhirnya mawar mau tinggal dan menjadi anak angkat Raffi .
mawar berjalan pelan turun dari mobil bersama dengan digandeng bi Tuti di belakang Raffi masuk ke dalam rumah nya .
" bi ini rumahnya om Raffi? " tanya mawar
" iya non rumahnya tuan "
"Mawar kamu duduk dulu di sofa ya om tinggal sebentar . Bi Tuti buatkan susu untuk mawar " ucap Raffi
" kemana anak Ini PUTRAAAA " teriak Raffi menggema .
Raffi menaiki tangga ke atas mencari anak nya .
membuka kamar anak laki lakinya di lantai 2 . Membuka pintu .disana putra sedang bermain game dengan psnya .
" Putra " panggil Raffi
" putra mana telingamu ? "
" apa sih pi, aku sedang main game jangan ganggu aku "
" Turun kebawah sekarang . 5 menit tidak datang papi cabut semua Fasilitas mu "
putra berjalan kaki dengan malas menuruni tangga , dia masih memakai seragam sekolah karna masih malas untuk berganti pakaian sedari pulang sekolah .
saat itu posisi arah tangga dan sofa yang mawar duduki hadap kebelakang jadi merak berdua belum melihat wajah masing masing .
" Kesini papa mau mengenal kan kamu dengan seseorang " ucap Raffi .
Disana mawar masih menunduk dan Raffi juga masih malas melihat yang papinya bawa
" Dia yang papi ceritakan kepadamu kemarin , dia namanya mawar " ucap Raffi
Didalam hati putra seperti tidak asing dengan nama itu
" mawar kenalkan ini anak om namanya putra kamu bisa panggil dengan sebutan putra ya nak " ucap Raffi .mawar menatap putra dan mengingat bahwa itu kak putra yang pernah menolongnya sebelumnya .
disitu mereka berdua masih membisu dengan saling tatap mata .putra melihat miris dengan kondisi mawar sekarang kepala di perban dan terdapat luka di kakinya . pasti itu sakit . Hmm ayahnya memang brengsek batinnya .
" mawar Salim sama kaka kamu " mawar maju untuk bersalaman dengan putra .
" kalian berdua sekarang satu rumah saling akur dan saling menghargai , mawar sekarang adikmu tra jaga adikmu seperti adik sendiri "
" Bu Tuti antarkan mawar ke kamarnya ya " ucap Raffi
" baik tuan "
__ADS_1
Mawar dan Bi Tuti berjalan ke atas untuk menuju ke kamar yang sudah di siapkan untuk mawar .
Kamar berwarna pink bernuansa cewe banget tapi gak masalah . Ada boneka beruang di kasur nya. " Lucu " dalam hati mawar .
Sekarang mawar sedang rebahan di atas kasur karna kakinya masih sakit dan kepalanya agag pusing .
rumah yang sekarang ia tinggali lebih besar 3x lipat dibanding rumahnya yang sebelumnya. Tapi dia rindu kebiasaan nya yang setiap pagi menyiram tanaman , ber olahraga memasak sendiri . Sudah lama mawar tidak melakukan aktivitas seperti orang biasa karna badannya masih krasa nyeri untuk bergerak . Dia belum di izinkan oleh Raffi untuk berangkat sekolah karna kondisinya
" mawar kamu kemana aj akuu kangen udah hampir 1 bulan kamu gak masuk " ucap Eca pada panggilan vidio
" war kita nyari kamu sampe kealamat rumah kamu tempat kerja kamu tetep nihil war" tambah sella
" aku bakal ceritain kronologi nya kalian tenang dulu yaa , 1 Minggu lagi aku bakal berangkat kok "
" kepalamu war lihatlah rambutmu berantakan karna luka mu ituu " ucap Eca
mereka temu kangen di dalam Vidio itu .
mawar abis keluar dari kamar mandi karna mau tidur kebiasaan dia sebelum tidur harus cuci kaki dan sikat gigi . terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya .
Tok.. Tok.. Tok
mawar membuka pintu dan ada putra yang berdiri di depan pintu .
" kak putra "
" boleh aku masuk ? "
" boleh kak "
Putra duduk di kursi belajar sedangkan mawar duduk di kasur
" sebelumnya aku gak tau kalo yang bakal dibawa papi itu kamu war, sorry ya aku gak tau " ucap putra
" gak papa kak , aku sebenarnya juga gak mau tinggal disini kok tapi om raf.. "
" gak papa war, sekarang kita adik Kaka gak masalah kok .malah gak bakal ngerasa gabut lagi . Punya kerjaan buat njaga adikku " ucap putra
" makasih ya kak udah nrima aku di rumah om Raffi " ucap mawar
" Sans war . untung kamu yang Dateng klo yang lain mungkin aku gak mau nrima war.btw sekolah kapan? " tanya putra
" kurang tau kak , om Raffi belum ngizinin " jawab mawar
" gak mau punya rencana buat pindah sekolah bareng aku? Biar kamu lebih aman "
" apa sih kak , dimanapun aku tetep aman kok "
" Kaka balik ke kamar ya. Udah malam istirahat jangan begadang " ucap putra berjalan menuju pintu kamar
" iya kak " .
__ADS_1