Mawar

Mawar
episode 38


__ADS_3

Mawar membuka mata perlahan, ia melihat ke arah jendela yang terang di luar, ia membulatkan mata saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul sepuluh lewat. Ia melompat dari tempat tidur dan berlari ke arah Gaffin yang masih tertidur pulas di sofa.


"Gaffin" Mawar menguncang tubuh Gaffin agar segera bangun.


"Iya ada apa" Gaffin langsung terbangun terduduk dengan ekspresi kaget karena di bangunkan tiba-tiba.


"Kita kesiangan, ayo cepat bergegas hari ini kan kita udah mulai cari alamat mama.Biar cepat ketemu"


Mawar kemudian berlari menuju kamar mandi namun dengan cepat Gaffin bangun dari sofa dan menahannya, membuat Mawar mengeryitkan dahi bingung "ada apa lagi Gaffin, kita harus bergegas.Kita tidak boleh membuang-buang waktu, bukannya kau harus kembali ke Indonesia untuk mengurusi perusahaanmu"


"Tidak usah di pikirkan, lebih baik kita ke bawa untuk sarapan"


"Ini sudah hampir siang Gaffin, lagi pula kita harus bergegas mencari alamat mamaku" Mawar kesal mengapa Gaffin begitu santai bahkan masih memikirkan sarapan.


"Ya aku tahu, tapi kita harus mengisi perut dulu sebelum pergi mencari agar kita punya energi"


"Ya sudah, tapi kita harus mandi dulu bukan"


Gaffin akhirnya bergegas keluar kamar Mawar untuk mandi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah mereka selesai makan mereka segera bergegas pergi mencari alamat mama Mawar. Saat di perjalanan Gaffin membawanya disuatu tempat.


"Kita mau kemana Gaffin, bukannya kita akan pergi mencari alamat mama"

__ADS_1


"Kamu tenang saja, ayo turun" Gaffin yang sudah lebih dulu turun dari mobil membukakan pintu untuk Mawar dan mempersilakannya keluar dengan mengulurkan tangannya.


"Tapi.." Mawar ragu menerima uluran tangan Gaffin.


"Percaya sama aku" Gaffin mencoba menyakinkan Mawar.


Mawar akhirnya keluar, Gaffin mengenggam erat tangan Mawar memasuki suatu restorant disana.Mawar bingung bukannya mereka baru saja makan, apa Gaffin lapar lagi batinya bertanya-tanya.


Gaffin membawa Mawar di salah satu meja yang sedikit berada di ujung. Mawar melihat pak Harris dengan seorang wanita yang membelakanginya, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.Ada perasaan aneh yang menerpanya.Pak Harris tersenyum saat mereka sudah mendekat, wanita yang ada dihadapan pak Harris pun ikut menoleh membuat Mawar menghentikan langkah dan membeku di tempatnya.


Wanita itu berdiri dan berjalan menuju Mawar, melihat itu Mawar langsung berlari sambil menangis "Mama" panggilnya, ia berlari memeluknya.Mamanya tersenyum sambil meneteskan air mata, ia merentangkan tangan menerima pelukan Mawar.


Wanita itu memang mama Mawar, walaupun sudah bertahun-tahun terpisah tanpa berkomunikasi Mawar masih dapat mengenali wanita yang telah melahirkannya itu.Bahkan ia dapat merasakan pelukan hangat yang sama seperti dulu, pelukan yang selalu ada saat ia sakit dan ketakutan. Pelukan yang dia rindukan selama bertahun-tahun, Mawar memeluk erat mamanya sambil terus terisak.Ya tuhan ingin rasanya ia selalu berada pada wanita yang sangat ia cintai itu dan kalau bisa ia ingin membawanya kembali ke Indonesia.Tapi ia tahu itu akan sangat sulit, selain kewarganegaraan mereka yang berbeda, papanya juga pasti akan melakukan segala cara untuk memisahkan mereka. Saat ini pun ia harus sering berbohong pada papanya dengan melibatkan Gaffin dan pak Harris yang akan menegatakan bahwa pekerjaan mereka di Jepang masih banyak, sehingga mereka belum pulang hingga saat ini.


"Sayang" Hanako mengelus lembut kepala anaknya itu, ia bahkan dapat mengenali putri yang ia tinggalkan dari kecil.Ia sungguh menyesal tidak dapat menyaksikan putri kecilnya itu tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang.Jika kalian bertanya mengapa ia bisa mengenali Mawar itu karena wajahnya sangat mirip dengan Mawar saat masih muda, hanya mata mereka saja yang berbeda jika ia sipit maka Mawar tidak. Matanya lebih mengikut pada papanya. Selain itu ia ibunya, ia pasti mengenali anaknya walaupun mereka terpisah bertahun-tahun lamanya.


"Mama...hiks..hiks...hiks..aku kangen mama" Mawar terus menangis di dalam pelukan mamanya dan memeluknya dengan erat.


"Mama juga rindu sama kamu Hima, kau sudah dewasa sekarang" ujar Hanako yang terus mengelus lembut kepala Mawar sambil menciumnya sesekali, ia sungguh merindukan putri kecilnya itu.

__ADS_1


__ADS_2