Mawar

Mawar
episode 28


__ADS_3

"Kau akan pergi" tanya Mawar melihat Gaffin yang sudah rapi dengan setelan jasnya.


"Iya, ada pertemuan hari ini.Jika kau ingin jalan-jalan, aku akan menyuruh pak Harris menemanimu"


"Tidak perlu, ia kan akan ikut denganmu"


"Aku bisa menyelesaikan urusanku tanpanya, kau bisa pergi dengannya"


"Baiklah"


"Tapi jangan lama, aku takut kamu kecapean. Karena malam nanti aku butuh bantuanmu" ujar Gaffin dengan nada memggoda, membuat Mawar menebak-nebak bantuan apa yang dibutuhkan Gaffin dimalam hari.


"Maksud kamu apa" tanyanya penasaran.


"Nanti kamu akan tahu, aku jamin pasti kau akan suka dan menginginkannya lagi"


Mawar semakin deg-degan, apa sebenarnya maksud dari Gaffin.Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kemana ia akan pergi.Dia belum mengenal Jepang karena ini pertama kalinya ia menginjakan kaki di Negeri Sakura itu.


"Sudahku bilang, nanti kau akan tahu.Lebih baik kau siap-siap juga.Nanti aku akan menghubungi pak Harris untuk menemanimu nanti"


Mawar hanya mengangguk dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Setelah membersikan diri dan sedikit memoles wajahnya dengan make up tipis, sekarang ia menunggu pak Harris.


Tak lama terdengar suara ketukan dari pintu, ia segera membuka dan menemukan pak Harris yang menyambutnya dengan senyuman ramahnya.Mawar membalas senyuman dari pak Harris tak kalah ramah.


"Apakah nona sudah siap" tanya Pak Harris.


Mawar berdecih agak kesal " sudah ku bilang pak, jangan memanggiku dengan nona jika kita berada diluar lingkungan kerja" Mawar mengingatkan kembali pada asisten Gaffin itu.


"hehehe....baiklah, maaf sebelumnya"


"iya tidak apa-apa, lain kali bapak jangan ulangi lagi" peringat Mawar dan langsung diangguki pak Harris."ya udah pak ayo berangkat"


Mawar kemudian menutup pintu kamarnya dan pergi dengan pak Harris menyusuri tempat-tempat seru di Tokyo.


******


Sore harinya Mawar tengah istirahat di kamarnya, tak lama terdengar suara orang yang mengetuk pintu.Ia bangun kemudian membuka pintu, sudah ada Gaffin disana membawa sesuatu.Ia mempersilakan Gaffin masuk dan menutup pintu kembali.


Gaffin memperhatikan Mawar secara seksama "Kau sepertinya lelah, kau jalan-jalan kemana saja bersama pak Harris"


"Aku lupa nama tempatnya, tapi sangat indah" ujar Mawar "oh iya aku juga berfoto pada sebuah patung anjing dan tuannya, aku lupa namanya.Tapi kata pak Harris itu sangat terkenal di Jepang"

__ADS_1


"Itu namanya patung Hachiko"


"Iya itu namanya, tadi pak Harris yang memberi tahuku"


"Sebenarnya aku ingin menagih janjimu" ucap Gaffin mengatakan maksud kedatangannya menemui Mawar.


"Janji apa" tanya Mawar bingung.


"Itukan, bahkan kau lupa dengan janjimu" ujar Gaffin dengan raut wajah yang dibuat kecewa.


"Aku minta maaf sebelumnya, tapi aku benar-benar lupa.Apa janji yang waktu itu?" tanyanya memastikan.


"Bukan yang itu, yang waktu di pesawat.Kau bilang sebagai ucapan terima kasihmu kau akan melakukan apa pun yang aku minta" Gaffin mengingatkan kembali.


"Oh iya, aku ingat sekarang.Memang apa yang kau inginkan" Mawar akhirnya mengingatnya juga, tapi tiba-tiba ia teringat ucapan Gaffin tadi pagi yang memerlukan bantuannya malam ini "maksud kau ingin aku membantumu, seperti yang kau katakan tadi pagi?" Mawar memastikan dan teryata benar.


"Iya, ternyata kau masih ingat ya" ujar Gaffin.


"Tapi sepertinya kamu sangat lelah setelah seharian jalan-jalan" ujar Gaffin dengan raut kecewa yang dibuat-buatnya.


"Aku tidak terlalu lelah kok, lagi pula aku sudah janji.Aku tidak akan melanggar janjiku sendiri"


"Ya sudah, sebentar jam delapan kau temani aku menghadiri acara dan pakai ini" Gaffin memberi sebuah kotak yang ia bawa pada Mawar.


"Apa ini" tanya Mawar bingung, pasalnya Gaffin langsung memberikan begitu saja tanpa menjelaskan apa isinya.


"Nanti kau juga tahu, aku pergi dulu"


Mawar mengangguk mengiyakan dan Gaffin kemudian keluar dari sana.Meninggalkan Mawar yang kebingungan sambil menatap kotak pemberian Gaffin yang kini berada dipangkuannya.


Ia membuka perlahan dan menemukan gaun indah disana.Ia mengeluarkan gaun itu dari dalam kotak dan melihatnya lebih jelas.Gaun yang benar-benar indah.


Ia mencoba memakainya dan ia sangat senang karena gaun itu melekat pas di tubuhnya yang munggil, bahkan jika ada yang melihatnya memakai gaun selutut dan berwarna peach itu tidak akan menyangka dengan umurnya yang sebenarnya.Mereka akan menyangka ia masih berumur sembilan belas atau dua puluh tahun.Itu mungkin karena mukanya yang selain cantik juga imut.


*******


Setelah mempersiapkan diri akhirnya Mawar selesai juga, ia pergi menemui Gaffin di kamarnya.Ia mengetuk pintu dan terdengar suara Gaffin yang mengijinkannya masuk.Saat Mawar masuk ia benar-benar tertegun melihat penampilan Gaffin, kemejanya yang melekat pas pada tubuh tinggi dan atletisnya. Gaffin malam ini terlihat lebih tampan dan dewasa di mata Mawar.Bahkan ia melonggo tanpa mengatakan apa pun.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, apa aku tampan" ucapnya sambil memasang jam tangannya dan menggoda Mawar yang masih berdiri di pintu dan belum masuk didalam kamar.


"eehhemm, bukan seperti itu.Hanya saja malam ini kau terlihat berbeda" Mawar berjalan masuk ke dalam kamar setelah menutup pintu.


"Maksudmu aku tampan kan.Kenapa sulit sekali mengakui kalau aku ini tampan, bahkan banyak wanita yang mendekatiku" ujar Gaffin bangga.

__ADS_1


"Terserah kau saja, aku tidak perduli" sahut Mawar.


"Tapi nanti kau akan perduli"


"Untuk apa aku perduli, memangnya..." Gaffin memotong ucapan Mawar.


"Nanti saja membahas itu, sekarang kita harus segera pergi sebelum acaranya dimulai dan kau tahu orang Jepang itu selalu tepat waktu" Gaffin kemudian mengambil jas dan berjalan keluar yang diikuti Mawar di belakangnya, serta tak lupa mengunci pintu.


"Mana pak Harris" tanya Mawar saat mereka didalam mobil menuju tempat acara yang akan mereka hadiri.


"Acara kali ini mewajibkan setiap orang membawa pasangan, dan kau tahu kan istri dari pak Harris tidak berada di Jepang" jawab Gaffin dan entah mengapa membuat jantung Mawar deg-degan dengan wajah yang terasa memanas saat Gaffin menyebutkan kata pasangan.


"Jadi kau mengajakku kemari karena kau ingin aku menjadi pasanganmu" Tanyanya memastikan.


"Iya memangnya kenapa, menurutku kita berdua cocok menjadi sepasang kekasih" ujarnya tanpa melihat ke arah Mawar yang kini wajahnya bertambah merah, belum lagi detak jantungnya yang menggila akibat ucapan Gaffin sebelumnya.


Entalah ia tidak tahu mengapa akhir-akhir ini ia selalu merasa deg-degan dengan ucapan Gaffin.


********


"Yokoso ozumondo-san(selamat datang tuan Osmond)" sahut pria Jepang itu saat melihat Gaffin dan Mawar datang.Pria itu seumuran dengan papa Mawar.


Gaffin tersenyum menanggapi "arigato(terima kasih)".


"Tsuma o shokai suru(perkenalkan ini istri saya)" pria itu memperkenalkan wanita yang ada disampingnya dan wanita itu tersenyum ke arah Gaffin dan Mawar. "Anata no tonari no josei wa daredesu ka?(siapa wanita yang ada di sampingmu itu)" tanya istri pria itu saat melihat Mawar yang menggandeng tangan Gaffin.


Sebelumnya Gaffin memintanya berpura-pura untuk menjadi kekasihnya, jadi sekarang ia menggandeng tangan Gaffin untuk lebih menyakinkan.


Gaffin tersenyum pada Mawar dan berkata "kanojo wa watashi no tsumadesu(dia adalah istri saya)" jawab Gaffin masih dengan memandang Mawar yang juga tersenyum ke arahnya selayaknya sepasang kekasih pada umumnya.


Apa yang akan Mawar lakukan jika dia tahu Gaffin mengatakan jika dia istri adalah istrinya, sedangkan perjanjiannya ia menjadi seorang kekasih atau pacar bukan seorang istri seperti yang Gaffin katakan.Gaffin membayangkan Mawar yang akan mengoceh padanya tanpa henti.


Sedangkan Mawar yang dari tadi tidak mengerti apa pun yang sedang dibahas Gaffin bersama pria tua itu kecuali arigato yang berarti terima kasih, kini merasa bodoh karena tidak mengerti apa pun.Ia hanya bisa menebak-nebak apa yang sedang dibahas oleh mereka, mungkin bisnis batin Mawar.


"Hotoni?(benarkah?)" ujar wanita itu terkejut, pasalnya menurutnya pasangan ini masih sangat muda.Tak jauh berbeda suaminya pun ikut terkejut.


Gaffin hanya mengangguk menanggapi.


*****


sebelumnya aku minta maaf jika ada kesalahan dalam bahasa Jepangnya, karena aku juga tidak pandai dalam berbahasa Jepang.Aku terima saran dan kritik jika terdapat kesalahan.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2