
Setelah seminggu tinggal di rumah mamanya di Jepang akhirnya Mawar dan Gaffin akan pulang kembali ke Indonesia.Mereka menuju kota Hiroshima karena di Miyazaki tidak ada penerangan yang langsung ke Indonesia dan kota Hiroshima adalah kota terdekat yang memiliki penerbangan langsung ke Indonesia.
Hanako juga menemani putrinya itu kembali ke Indonesia, karena Gaffin berencana akan segera melamar Mawar. Jadi, Hanako akan mendampingi Mawar, ia tidak perduli jika mantan suaminya itu marah ataupun sampai mengamuk. Sekarang prioritasnya sekarang adalah melihat putri semata wayangnya bahagia.
.
.
.
.
*******
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di Indonesia. Alisa membawa Hanako tinggal di rumah tantenya Zara, ia tahu hanya rumah tantenya itu yang aman untuk mamanya tinggali. Ia juga sudah menelpon tantenya tentang kedatangan mamanya dan pasti tantenya itu sangat senang dengan kedatangan mantan kakak iparnya itu. Walaupun papanya tidak mengetahui kedatangan mamanya Indonesia, tapi cepat atau lambat ia akan tahu juga dan saat itu tiba ia ingin tantenya Zara sudah kembali ke Indonesia. Hanya tantenya itunyng bisa melawan papa, dan semoga omnya Akram juga datang untuk membela mereka.
Anis dan kedua sepupunya Randy dan Rendy yang menjemput mereka di bandara. Sedang Gaffin dan pak Harris sudah di jemput pula oleh supirnya.
"Mana oleh-olehku" tanya Anis dengan mata berbinar, mereka sudah sampai di rumah tantenya.
"Iya kak Mawar, oleh-oleh kami mana" Sahut pula Rendy ybg sudah menengadah tangannya di hadapan Mawar.
"Tenang, aku tidak lupa dengan oleh-oleh kalian.Tapi sebelum itu, apa kalian tidak membuatnya banyak masalah selama tidak ada kakak disini?" tanya Mawar dengan menatap kedua adik sepupu kembarnya itu.
"Tidak, kami ini anak baik-baik." sahut Randy yang di angguki setuju oleh saudara kembarnya.
Namun, lain halnya dengan Anis yang langsung menyela semua perkataan yang Randy katakan "semua itu bohong, siapa bilang mereka anak-anak baik. Mereka bahkan pergi ke club dan jika waktu itu aku telat datang mereka mungkin sudah mabuk karena minum minuman beralkohol" seru Anis.
"Tapi saat itu kami tidak minum dan kami tidak mengulanginya lagi" elak Randy.
"Iya itu benar" sahut Rendy mendukung saudara kembarnya.
__ADS_1
"Bukan cuma itu, kau tahu bahkan mereka membawa perempuan di kamar mereka diam-diam dan saat itu jika bibi tidak bilang memeberitahuku" Anis menghembuskan nafas seolah tak sanggup meneruskan kata-katanya mengingat kelakuan kedua saudara kembar itu sudah di luar batas. "Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya" sambungnya dengan nada yang di lemahkan.
Mawar melirik tajam kedua adik sepupu kembarnya itu, membuat keduanya menelan ludah. Sedangkan Anis tersenyum puas telah melaporkan kelakuan dua mahkluk yang selama ini selalu mengganggu waktunya.
"Ja...jangan salah paham dulu kak Mawar, kami bisa jelasin semuanya. Kak Anis aja yang waktu itu nggak mau dengarin penjelasan dari kami" Rendy tiba-tiba gugup saat akan menjelaskan semuanya pada Mawar, walaupun yang terjadi tidak seperti yang di katakan Anis tapi tetap saja ia gugup saat di lirik tajam oleh kakak sepupunya itu.
Rendy melirik Randy meminta bantuan padanya namun dia hanya diam saja, Randy yang menyadari maksud dari lirikan Rendy langsung mengerti.
"Iya kak, itu tidak seperti yang kakak bayangkan, kami akan menjelaskan semuanya"
"Kalian benar-benar..." Mawar mulai emosi dan membuat dua saudara kembar itu bergidik ngeri.
Anis yang melihat ekspresi ketakutan Rendy dan Randy hanya bisa menahan tawanya.
'Rasain tuh' batinya.
Mawar berdiri hendak menjewer kedua telinga adiknya itu berhenti saat mamanya datang dari arah kamar, ia baru saja membereskan barang-barang milkiknya.
"Ya Tuhan ada apa ini?" tanya yang melihat keributan di ruangan itu.
"Kalian mau kemana" geram Mawar.
"Kalian kenapa?" tanya Hanako bingung saat kedua saudara kembar itu menghampirinya dan bersembunyi di belakangnya.
"Kak Mawar tante, dia mau jewer telinga kami" lapor Rendy.
Hanako menngeryitkan bingung, namun dengan cepat Mawar menjelaskan alasannya ingin menjewer telinga kedua sepupu kembarnya itu "mama mereka itu sudah kelewat batas, masa mereka memawa perempuan di dalam kamar mereka. Kalau Anis tidak datang dengan cepat waktu itu, mungkin sudah terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.Mungkin kali ini kalian benar-benar aku laporkan pada tante Zara" ancamnya.
Hanako menghela nafas, putrinya ini walaupun mirip dengannya tapi memiliki sifat keras kepala ayahnya.
"Hima, kau tidak bisa asal mengambil keputusan"
__ADS_1
"Tapi mama, merek sudah keterlaluan" kesalnya.
Hanako mendekati Mawar dan mengajaknya kembali duduk "Hima..dengarkan mama sayang, mereka kan punya alasan dan dengarkan penjelasan mereka dulu. Jangan asal ambil keputusan yang belum pasti kebenarannya, satu lagi kau tidak boleh keras kepala dan harus memberi kesempatan orang lain untuk bicara dan menjelaskan alasan mereka" ucapnya dengan penuh lemah lembut.
Mawar mencerna setiap kalimat yang di lontarkan mamanya padanya.Mamanya benar, ia tidak boleh keras kepala yang hanya akan berakhir dengan kesalah pahaman.
"Baiklah..aku minta maaf ma" ia kemudian melihat pada kedua adik sepupunya itu "kalian kemarilah dan jelaskan" ia sekarang sudah bisa menngendalikan emosi dan kemarahannya.
Randy dan Rendy segera melangkah menuju Mawar dengan ragu-ragu. Mereka duduk tepat di hadapan Mawar dan mamanya sedangkan Anis duduk disamping mereka.
Rendy melirik Randy memintah persetujuan jika ia ingin menjelaskan terlebih dahulu, Randy hanya mengangguk pelan menyetujui.
"Ceritanya begini kak, perempuan itu namanya Caca. Dia teman kuliah kami kak, tapi lebih dekat ke Randy sih" ujarnya yang langsung mendapat lirikan tajam dari Randy, lirikan itu seperti bertanya mengapa Rendy harus bilang kepada Mawar tentang kedekatannya dengan gadis bernama Caca itu.
Rendy tidak mempedulikan lirikan tajam dari saudara kembarnya itu dan kemudian melanjutkan ceritanya "alasan kami bawa dia ke kamar Randy itu, karena kami ingin sembunyiin dia dari ayahnya."
"Ayahnya?, memangnya ada apa dengan dengan ayahnya" tanya Mawar.
Rendy menarik nafas siap melanjutkan kembali ceritanya yang sempat tertunda karena pertanyaan dari kakak sepupunya itu.
"Ayahnya itu sebenarnya bukan ayah kandungnya, dan ia ingin menyerahkan Caca pada seseorang tempatnya berutang. Jadi saat Caca melarikan diri dan kabur aku dan Randy membantunya dengan membawanya ke sini dari ayah tirinya itu."
Mawar tertegun mendengar cerita adik sepupunya itu, tapi dia tidak lekas percaya begitu saja.
"Kamu tidak bohong kan?, terus dimana gadis bernama Caca itu sekarang?"
Randy menghela nafas kini gilirannya yang menjelaskan "ibunya Caca sudah meninggal, dan saat kejadian itu aku langsung menghubungi kak Akmal dan kak langsung melaporkan ayahnya ke kantor polisi. Dan sekarang Caca tinggal di panti asuhan om Akram, itu sudah keputusannya karena rumah mereka juga ternyata sudah di gadaikan oleh ayahnya"
"Ok baiklah, tapi lain kali tidak usah di sembunyikan sampai di kamarnya juga. Siapapun akan curiga dengan apa yang kalian lakukan" peringat Mawar, ia percaya pada kedua adik sepupunya itu. Tapi untuk benar-benar menyakinkan dirinya ia akan menghubungi Akmal untuk menanyai kebenarannya.
"Iya kak, kami mengakui kalau cara kami membantu Caca salah. Lain kali tidak akan kami ulangi lagi" ujar Randy.
__ADS_1
"Iya kak kami janji" sahut Rendy.
Mawar mengangguk, sedang Hanako tersenyum melihat kedua adik sepupu putrinya itu begitu takut padanya.