
Mobil itu tiba di sebuah acara yang sangat mewah dan megah, Edrick turun dari mobil saat pintu mobil itu terbuka dia melihat Mayra masih berdiam di dalam.
"Kenapa diam aja ayo turun." ucap Edrick membuat Mayra mengangguk, ia mengambil tangan Edrick saat dia keluar dari mobil.
Pemandangan pertama yang dia lihat adalah sebuah mobil yang sudah berjejer sangat rapih, apalagi banyak orang yang datang dengan gaya mewah. Dia sudah menebak kalau acara seperti ini untuk orang yang memiliki nama, sedangkan dirinya tidak memiliki apapun.
"Tegakan kepala kamu saya tidak mau orang lain melihat sikap kamu yang menundukkan kepala." bisik Edrick membuat Mayra segera menegakan kepala.
Mereka berdua secara bersamaan masuk ke dalam, semua orang yang berada di dalam pesta pada melihat kearahnya. Tepatnya pada melihat Edrick, seorang CEO yang disukai banyak wanita.
Semua orang pada berbisik saat seorang Edrick membawa seorang wanita yang begitu cantik, apalagi wanita di samping Edrick belum pernah mereka temui sebelumnya.
"Siapa wanita itu? Aku baru pertama kali melihatnya."
"Paling juga simpanan Edrick, kaya gak tau Edrick aja. Dia sangat menyukai wanita cantik, pasti wanita itu akan dipermainkan oleh Edrick sampai puas."
Semua perkataan yang diucapkan beberapa orang membuat Mayra sedikit berpikir, apa yang mereka katakan itu benar atau tidak. Dia tidak tau siapa pria ini, yang dia tau Edrick seorang penyelamat yang menolongnya dari laki-laki brengsek saat di bar.
Edrick akhirnya bertemu dengan salah satu yang punya acara, Antonio. Laki-laki itu memberikan sebuah pelukan antar laki-laki, saat pelukan itu terlepas Antonio melihat kearah wanita yang dibawa Edrick.
Edrick yang tau pandangan Antonio mengarahkan ke siapa langsung memeluk pinggang Mayra, "Kenalin dia pacarku."
"Pacar baru lagi? Yang kemarin kemana? Apa kau sudah bosan sama mereka." ucap Antonio yang tidak sengaja bicara seperti itu, membuat Mayra sedikit bingung dengan pembicaraan lelaki itu.
Antonio kembali tersenyum saat Edrick memberikan sebuah ancaman lewat dari mata, "Kenalkan saya Antonio sahabat pacar kamu." Mayra menerima uluran tangan dari lelaki di depannya saat laki-laki itu juga memberikan senyuman kepadanya.
"Mayra."
"Kamu cantik sekali Mayra sahabatku pintar sekali cari pasangan seperti kamu." urai Antonio membuat Mayra tersenyum canggung, sebenarnya yang terjadi bukan seperti itu kenyataannya tapi ya sudahlah dia menerima saja.
"Jangan macam-macam dengan wanita ini! Kelihatan sekali kalau perempuan ini sangat lugu, jagalah dia jangan sampai dimiliki pria brengsek." bisik Antonio yang sesekali melirik Mayra.
__ADS_1
"Kau tenang aja aku akan menjaganya, kau jangan mengatakan apapun tentang identitasku kepadanya. Aku tidak mau kehilangan dia karena aku sudah tertarik dengan wanita ini." balas Edrick yang tidak mau kalah dengan sahabatnya.
"Ya sudah gua sambut tamu yang lain kau nikmatilah pestanya." Edrick mengangguk saat Antonio sudah pergi menyambut tamu.
Edrick mengajak Mayra menikmati pesta dan juga mengajak Mayra ke tempat salah satu hidangan, ia mengambil beberapa menu makanan yang diletakan di piring Mayra. Edrick tersenyum saat wanita ini menatapnya, tiba-tiba saja datanglah seorang wanita yang menghampirinya.
"Hai Edrick. Kau datang juga rupanya." sapa wanita cantik yang lebih cantik dari penampilan Mayra.
"Kenapa kau tidak bilang datang ke pesta Antonio." kata wanita itu saat Edrick masih saja mengabaikan perkataan wanita itu.
Sedangkan Mayra sibuk melahap makanan yang diberikan oleh Edrick, saking sibuknya makan wanita malah menatap kearah Mayra dengan tatapan tidak suka.
"Wanita simpanan baru kamu lagi? Sudah berapa wanita yang menjadi simpanan kamu?" tanya wanita itu membuat Mayra segera menatap wanita tersebut.
"Bukan urusanmu." cetus Edrick saat ia segera membawa Mayra ke tempat lain.
"Selera Edrick ternyata lebih kampungan dari sebelumnya." gumamnya yang melihat kearah Mayra.
"Dia pacar kamu?" tanya Mayra yang tiba-tiba mengangkat suara saat ia sibuk menatap Edrick.
"Bukan."
"Kalau bukan kenapa dia tau tentang kamu semua? Apa dia pernah menjadi bagian hidup kamu." ujar Mayra yang sedikit penasaran dengan wanita barusan.
Edrick seketika menatap Mayra dengan datar membuat Mayra yang melihat tatapan itu seketika menunduk, "Maaf! Bukan maksud aku bicara seperti itu."
"Ingat identitas kamu sebelumnya Mayra, kamu tidak berhak tau tentang kehidupanku. Karena tujuan kamu untuk balas budi kebaikanku bukan sibuk mencari tau kehidupanku." kata Edrick membuat Mayra tidak berani menatap Edrick.
Mayra merasa bersalah saat dia mengatakan itu, akhirnya ia memutuskan mencari keberadaan Edrick saat lelaki itu pergi begitu saja. Sibuk mencari keberadaan Edrick akhirnya ia menemukan pria itu.
"Aku minta maaf atas ucapanku. Maaf sudah membuat kamu tersinggung."
__ADS_1
Edrick yang sibuk menghisap rokok mematikan rokok itu lalu dia menatap Mayra, "Tidak apa-apa." Edrick kembali menuangkan minuman ke dalam mulut saat botol minuman itu hampir habis setengah dari botol tersebut.
"Kau mabuk?" Mayra melihat ada minuman di tangan Edrick, dia juga tidak tau kenapa ada minuman di tangan Edrick.
Perasaan dia tidak melihat Edrick membawa minuman beralkohol, Mayra dengan cepat menahan tangan Edrick saat tangan lelaki itu ingin kembali meminum minuman itu.
"Sudah jangan minum lagi aku tidak mau kau sampai mabuk." Mayra merampas minuman yang ada di tangan Edrick lalu dia membawa Edrick ke parkiran mobil.
Dengan hati-hati Mayra membawa Edrick keluar dari pesta sampai mereka tiba di parkiran, Mayra terus melangkah untuk mencari barisan mobil hitam yang Edrick bawa. Akhirnya setelah mencari mobil itu ketemu, Mayra meraba kantung jas Edrick untuk mencari kunci mobil.
Mayra dengan cepat membuka pintu mobil lalu dia membawa tubuh Edrick masuk ke dalam, laki-laki itu terus bicara melantur saat minuman itu sudah merasuki tubuhnya. Mayra memilih mendiamkan Edrick karena dia sibuk untuk mengendarai mobil.
Tapi saat kunci mobil itu berhasil Mayra merasakan jari tangan Edrick masuk ke dalam tubuhnya, ia mencoba menahan sentuhan itu sampai dimana Edrick mencoba menemukan sesuatu yang membuatnya nyaman.
Edrick mencari kunci mobil untuk ia matikan, tanpa dia duga ternyata Edrick menyentuh wajah Mayra. Lelaki itu tersenyum setelah mendapatkan wajah cantik Mayra, ia juga membelai setiap inci wajah Mayra.
Sampai dirinya berhasil menyentuh bibir Mayra lalu dengan cepat mencium bibir itu, dengan sangat lahap bibir itu ia hisap sampai Mayra kewalahan dengan tindakan Edrick. Mayra berusaha menghentikan gerakan Edrick tetap saja ia tidak memiliki kekuatan sekuat Edrick.
Dia malah menikmati ciuman ini saat Edrick mencoba mendorong kepalanya, ciuman ini seakan candu untuknya apalagi Edrick selalu berhasil membuatnya mabuk akan sentuhan yang diberikan Edrick.
Mayra berusaha untuk sadar tetapi percuma ia malah menikmati sentuhan ini, Edrick melepaskan ciuman itu lalu dia membuka seluruh pakaiannya. Mayra mengambil nafas saat ciuman itu berhasil terlepas, tetapi Mayra tidak sadar kalau Edrick menariknya.
Edrick seperti serigala yang sedang kelaparan, dia seakan mendapatkan mangsa yang sangat besar sampai kekuatannya saja tidak bisa dikalahkan. Mayra berusaha menahan tubuhnya saat Edrick mencoba merobek pakaiannya.
Lagi-lagi tangan Edrick begitu kuat sampai tangannya terlepas dari tubuhnya sendiri, Edrick melepaskan semua pakaian Mayra dengan satu tarikan sampai tubuh itu terpampang jelas akan keindahannya.
Edrick mencoba mencium seluruh wajah Mayra sampai berpindah leher jenjang Mayra, "A-aku mohon hentikan." ucap Mayra yang lagi-lagi meminta Edrick untuk menghentikan aktivitasnya.
Tapi bagi Edrick tidak berarti karena ia sudah merasakan kehausan, dia tidak bisa mendengar apapun lagi kecuali dengan mangsanya yang sudah ada di depan matanya. Edrick terus menyentuh tubuh Mayra membuat pemilik tubuh itu meminta dan memohon untuk menghentikannya.
Malam ini di dalam mobil Edrick terus menjamah tubuh Mayra terus menerus sampai Mayra tidak bisa melawan, dia cuman bisa pasrah dengan kelakuan yang diberikan Edrick. Sampai malam hari menjadi siang, mereka berdua masih asik tertidur di dalam mobil dengan tubuh di tutupi dengan pakaian yang tersisa.
__ADS_1