Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Memanfaatkan Keadaan


__ADS_3

Memilih bekerja sama dengan dengan perusahaan Lionel membuat Edrick harus waspada, karena ia melihat wanita itu terlihat sangat pandai bermain apalagi dia melihat kalau Lionel selalu pintar menggunakan akal liciknya.


Edrick selalu meminta Nik untuk fokus dengan Lionel, ia tidak mungkin terjebak dalam perangkap yang dibuat wanita itu. Nik sekarang sedang menunggu kedatangan Lionel di ruang tunggu, sudah satu jam ia menunggu kedatangan pemilik perusahaan ini tapi orang yang dia tunggu tidak menampakan batang hidungnya.


"Ini sudah jam berapa aku nunggu di sini, kalau seperti ini berkas kerja sama ini tidak akan berjalan." ucap Nik yang tatapannya melirik ke arah jam tangan.


Jam satu Nik menunggu akhirnya orang yang dia tunggu akhirnya datang, ia dengan cepat menghampiri wanita itu dan wanita itu menyuruhnya untuk masuk keruangan pribadi wanita itu.


Lionel sudah berada di kursi kebanggaannya itu lalu ia menatap Nik, "Kenapa kamu datang sendiri, kenapa tidak Edrick saja yang mengantarkan berkas kerja sama itu."


"Bos Edrick tidak bisa dia masih banyak pekerjaan di kantor." Lionel mengangguk dan Nik langsung melangkah untuk memberikan berkas kerja sama itu, selesai disetujui oleh Lionel barulah ia mengambil berkas itu kembali.


"Baik kalau gitu saya permisi." ucap Nik, tapi saat baru beberapa langkah Nik melangkah Lionel sudah memanggilnya kembali.


"Tunggu Nik. Saya ingin bicara sesuatu sama kamu."


"Silakan. Kalau masalahnya masih dalam pekerjaan saya akan menjawabnya, tapi kalau soal pribadi bos saya sepertinya tidak bisa." urai Nik saat ia sudah membalikan badan menatap Lionel.


"Why? Apa saya salah menanyakan hal itu kepada kamu? Bukannya saya dengan bos kamu sudah menjadi rekan kerja, jadi saya berhak tahu semuanya."


Nik tersenyum mendengar ucapan Lionel, "Maaf, Bu. Sepertinya saya tidak menjawab pertanyaan ibu tentang pribadi bos saya, walau di antara ibu dengan bos kami sudah menjadi rekan kerja. Tapi bagi saya itu tidak pantas untuk diberitahu kepada orang lain."


"Oke, saya paham ucapan kamu." Lionel mengambil sesuatu di laci meja dan mengeluarkan sesuatu yang penting itu, "Apa kamu mengenal wanita ini?" Lionel langsung menunjukan foto Mayra yang sempat dia dapatkan.


Nik terkejut melihat foto Mayra berada di tangan rekan kerjanya, tapi yang dia heran kenapa wanita ini bisa mencari tahu tentang kehidupan Edrick. Kalau sepertinya ia tidak mungkin bicara dengan jujur tentang siapa nona Mayra.


"Maaf, Bu. Saya tidak tahu siapa wanita yang berada di foto itu, karena saya di sini hanya sekretaris pribadi tuan Edrick. Masalah kehidupan bos saya, saya tidak berhak ikut campur." jawab Nik, walau sebenarnya ia tahu siapa Mayra.


Lionel meletakan kembali foto itu dan kembali menatap Nik, "Baiklah saya percaya sama kamu. Tapi kalau kamu sampai bohongi saya, saya akan membatalkan kontrak kerja sama ini."

__ADS_1


"Maaf nona Lionel yang mau bekerja sama dengan perusahaan kami anda sendiri, jadi bagi saya kamu tidak berhak ikut campur masalah pribadi orang. Kalaupun kontrak kerja sama ini batal perusahaan ibu yang mengakibatkan kerugian bukan perusahaan kami." kata Nik dengan sopan, dia melihat kalau Lionel tidak bisa menjawab apapun lagi.


Nik bergegas pergi dari sana, memang yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Edrick dia sendiri. Tapi ia tidak mungkin mendapatkan kerugian seperti ini, lagian juga dia lebih pintar dari pada Edrick.


Tiba di perusahaan Nik segera memberitahu masalah di kantor Lionel, Edrick yang mengetahui itu langsung berpikir sejenak.


"Ternyata wanita itu licik juga." batin Edrick saat tubuhnya bersandar di kursi dan satu tangannya mengepal pulpen.


Edrick kembali menatap Nik, "Oke, terima kasih kamu sudah memberitahu saya masalah ini. Masalah perempuan itu biar saya saja yang mengurusnya, kamu tetap awasi dia dari jauh kalau ada kecurigaan dari wanita itu kamu laporkan ke saya."


"Baik, Pak." Nik kembali keruangan pribadinya setelah selesai berdiskusi dengan Edrick.


***


Sedangkan di tempat lain seorang wanita baru saja keluar dari bank, wanita itu tidak berhenti tersenyum saat melihat saldo rekening yang baru saja masuk ke buku tabungan.


Mayra menyimpan buku tabungan itu ke dalam tas, saat Mayra mau memesan taksi online sebuah mobil berwarna hitam datang dihadapannya. Mayra yang melihat itu mengerutkan kening, dan melihat pemilik mobil itu keluar.


"Kamu yang bernama, Mayra?" perempuan itu membuka kaca mata hitamnya dan menatap perempuan yang bernama Mayra.


"Ya. Kamu kenal sama saya."


"Apa saya boleh bicara sama kamu?" tanya wanita itu kembali dan langsung disetujui oleh Mayra.


Tibalah mereka disebuah cafe keduanya duduk sambil memesan minuman, Lionel merasa risih dengan sikap Mayra yang tidak memiliki tata krama. Sedangkan ia masih menatap wanita itu yang sibuk makan.


"Kamu belum pernah ke tempat seperti ini?" mendapatkan pertanyaan itu Mayra segera menatap dan menggeleng kepala.


"Tidak, saya hanya senang saja bisa makan di luar lagi. Biasanya aku diminta untuk makan di rumah saja tidak boleh makan sembarangan di luar, makanya aku langsung suka dengan makanan ini."

__ADS_1


Yang dikatakan Mayra benar kalau selama ini ia tidak pernah mencoba makanan di luar, selama di rumah Edrick selalu memerintahkan dirinya untuk makan semua masakan yang dibuat pembantu. Sedangkan ia tidak suka dengan masakan rumah, baginya masakan ibunya saja yang paling enak.


"Oh ya kamu memintaku datang ke sini untuk mau bicara apa? Apa sebelumnya kita saling kenal sampai kamu ngajak aku makan." ucap Mayra saat mulutnya dipenuhi dengan makanan.


"Kamu kenal dengan Edrick?" pertanyaan itu membuat Mayra menghentikan mengunyahnya, dan melihat foto yang diberikan Lionel.


Ia tahu siapa foto yang ditunjukkan wanita asing ini, tapi apa dia harus memberitahu kepada wanita ini siapa foto yang dia berikan.


"Aku tidak tahu." balas Mayra.


Mendengar jawaban wanita ini membuatnya kesal, ia segera menyimpan kembali foto itu dan fokus melihat Mayra. "Saya tahu kamu mengenal pria ini, asalkan kamu memberitahuku aku akan mengabulkan keinginan kamu."


Mayra kembali tersenyum mendengar ucapan wanita asing ini, lalu ia memilih meninggalkan makanannya dan memilih fokus dengan wanita asing ini.


"Oke, aku akan memberitahu kamu siapa pria itu asalkan kamu mau membayar ku." ucap Mayra kepada wanita asing di depannya.


"Baik, berikan nomor rekeningmu aku akan mengirimkan uang yang kamu mau." urai Lionel saat ia sudah mengeluarkan handphone dari dalam tas, handphone itu diletakan di meja dan handphone itu di berikan kepada wanita asing ini supaya wanita itu bisa mengetik jumlah uang yang dia mau.


Mayra dengan cepat mengetik jumlah uang yang dia mau, setelah selesai barulah ia berikan kembali handphone itu. Melihat jumlah uang yang diinginkan wanita ini, seakan wanita ini ingin merampas semua uangnya.


"Uang yang kamu mau sudah aku kirim ke rekening kamu, jadi sekarang katakan apakah kamu mengenal pria yang ada di foto ini." ucap Lionel yang penasaran dengan jawaban Mayra.


Sebelum menjawab Mayra melirik wanita itu, "Dia... dia suamiku." mendapatkan jawaban itu membuat Lionel shock, ini tidak mungkin. Mana mungkin Edrick sudah menikah.


"Mana mungkin dia mau punya istri kaya kamu, lihatlah dirimu ini tidak sebanding denganku."


"Ada yang salah dengan penampilanku tidak 'kan. Suka-suka dia mau milih wanita seperti apa yang ingin dijadikan pasangan hidupnya, kenapa kamu yang kepanasan dan tidak suka kalau Edrick menikah denganku. Apa kamu merasa kalah saing denganku, mba?" tutur Mayra yang sengaja memanas-manasi wanita di depannya ini.


"Cih, saya tidak mungkin bersaing dengan wanita seperti kamu. Lebih baik saya bersaing dengan wanita yang lebih dari saya dari pada kamu yang tidak ada apa-apanya dengan saya." Mayra mengangguk saja, toh ia juga tidak peduli dengan tanggapan wanita ini.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya. Terima kasih atas traktirannya dan atas uang yang kamu berikan, semoga kita bisa bertemu kembali." ujar Mayra yang sudah mengambil tasnya dan bergegas pergi dari cafe.


"Emangnya enak gua kerjain, lagian jadi cewek aneh banget ngapain juga nanya kaya gitu. Emangnya gua bapaknya harus jawab semua pertanyaannya." batin Mayra dengan puas sudah menipu orang, apalagi ia menipu tidak tanggung-tanggung.


__ADS_2