
"Baiklah, saya keluar dulu. Kalau kamu sudah selesai sarapan kamu bersihkan tubuh kamu nanti ada anak buah saya yang akan memberikan baju untuk kamu." ucap lelaki itu yang beranjak dari ranjang, saat lelaki itu melangkah lelaki itu kembali melihatnya.
"Oh ya setelah selesai kamu temui saya di bawah saya tunggu kamu di sana." kata lelaki itu membuat Mayra mengangguk.
Mayra menikmati sarapan itu kembali, dan benar saja setelah sarapan ada seorang wanita datang membawakan kantong belanjaan. Belanjaan itu berisi baju dan keperluan wanita yang lainnya.
"Terima kasih kak." ucap Mayra membuat wanita itu tersenyum dan memberikan sebuah anggukan.
Wanita itu pergi setelah mengantarkan kantong belanjaan, sedangkan Mayra yang melihat itu membuka isi dari belanjaan tersebut. Ternyata isinya baju, sepatu dan makeup. Semua perlengkapan sebanyak ini tidak mampu dia beli, tapi lelaki itu dengan baik hati memberikan semua ini.
Tak butuh waktu lama akhirnya Mayra selesai mandi dan memakai pemberian dari lelaki asing yang sudah menolongnya, ia bergegas untuk menemui lelaki itu dibawah.
Sedangkan Edrick sibuk menikmati secangkir kopi dengan iPad yang berada di tangan, dengan sangat sibuk mengurus pekerjaan sampai tidak menyadari kalau Mayra sudah ada di sana sambil melihat kearahnya.
"Ekhem! Tuan!" panggil Mayra membuat mata Edrick berpindah menatap Mayra, mata lelaki itu seakan takjub dengan penampilannya.
Mayra segera menyadari lelaki itu, Edrick sangat terpesona dengan kecantikan wanita yang dia tolong di bar. Baru pertama kali dia melihat ada wanita yang membuatnya menarik, ini pertama kalinya dia bertemu wanita secantik dan seseksi wanita ini.
"Tuan! Apa penampilan saya ada yang salah?" tanya Mayra yang membetulkan pakaiannya saat ditatap seperti itu.
Lelaki itu tersenyum, "Tidak! Kamu sangat cantik saya aja sampai tidak bisa mengalihkan pandangan saya ke kamu. Oh ya siapa nama kamu?"
"Mayra tuan."
"Mayra! Nama yang cantik." gumam Edrick terus menatap Mayra.
"Kemari-lah Mayra." pinta Edrick, Mayra dengan polos mengikuti kemauan Edrick saat lelaki itu memintanya untuk menghampiri lelaki asing itu.
Mayra duduk di depan Edrick saat lelaki itu memintanya untuk duduk di sofa kecil dekat sekali dengan lelaki ini, "Ternyata kamu cantik juga pakai baju ini cocok sama tubuh kamu."
__ADS_1
"Makasih tuan! Saya juga berterima kasih sama tuan berkat tuan saya bisa selamat dari lelaki brengsek itu."
"Sama-sama Mayra. Saya hanya kebetulan lewat aja jadi saya datang untuk membantu kamu, saya tidak tega melihat wanita ditindas seperti itu." Mayra tidak bisa melepaskan senyuman saat mendengar ucapan lelaki ini, dia begitu senang bisa diselamatkan oleh pria ini.
Yang awalnya Mayra menunduk dia memberanikan diri untuk menatap lelaki asing itu, "Maaf tuan kalau boleh tau nama tuan siapa?"
"Saya Edrick."
"Edrick?! Baik tuan kalau saya bertemu lagi dengan tuan saya akan membalas kebaikan tuan." kata Mayra membuat lelaki itu memikirkan perkataan Mayra.
"Kamu ingin membalas kebaikan saya?" ucap Edrick dengan mengulang kalimat yang diucapkan Mayra.
"Ya tuan." balas Mayra dengan sedikit mengangguk kepala, Edrick mulai berpikir apa yang seharusnya dia lakukan untuk wanita ini.
Pertama kali ketemu Mayra dia sudah tertarik dengannya, dia juga tidak mau sampai wanita ini pergi. Apa dia cari cara untuk menahan wanita ini, bukannya dia bilang ingin membalas kebaikannya. Jadi ini satu-satunya cara untuk menahan Mayra di rumahnya.
Edrick kembali menatap Mayra, "Baiklah Mayra saya tau gimana caranya kamu bisa membalas kebaikan saya."
"Gimana kalau kamu jadi pacar saya." urai Edrick membuat Mayra shock dengan ucapan Edrick.
Gimana bisa lelaki ini bicara seperti itu, sedangkan mereka baru pertama kali bertemu masa ia sudah mengajak pacaran.
"Gimana Mayra kamu setuju kan? Itu satu-satunya cara supaya kamu bisa membalas kebaikan saya." kata Edrick melihat Mayra masih belum mengatakan apapun.
***
Mayra sebenarnya tidak tau harus mengatakan apa, tapi mau gimana lagi dia harus membalas kebaikan Edrick. Pria ini sudah baik menolongnya masa ia dia harus menolak kebaikan dari lelaki ini.
"Apa boleh saya tanya sesuatu sama kamu sebelum saya menjawab perkataan kamu?" Edrick mengangguk dengan perkataan Mayra.
"Saya akan menerima ajakan kamu untuk menjadikan saya menjadi pacar kamu asalkan saya tidak tinggal di rumah kamu."
__ADS_1
"Tidak bisa Mayra kamu harus tinggal di rumah saya." ucap Edrick yang menolak kalau Mayra tidak ingin tinggal satu rumah dengannya.
"Tapi hanya pura-pura kenapa saya harus tinggal bersama dengan kamu."
"Karena itu satu-satunya cara supaya hutang budi kamu lunas." Edrick melihat bagaimana Mayra masih memutuskan pilihan yang terbaik dengan tawarannya.
Dia juga tidak mungkin kehilangan wanita langka seperti Mayra, sudah cantik, seksi dan polos. Laki-laki mana yang tidak mau wanita seperti Mayra, ini adalah keberuntungannya dia tidak mungkin melepaskan mangsanya yang sudah ada di depan matanya.
"Baiklah saya menerima ucapan kamu." jawaban yang dilontarkan Mayra membuatnya sangat puas.
Ini adalah kesempatan langka untuk menjadi Mayra wanita simpanan, dia bisa dengan puas bermain dengan Mayra sampai dirinya benar-benar bosan dengan wanita ini.
Edrick meminta supir pribadinya untuk mengantar Mayra pulang, sedangkan dirinya memutuskan pergi ke kantor. Tiba di rumah Mayra tidak melihat keberadaan ibunya, dia sudah menebak kalau Cantika sudah pergi bekerja.
Tanpa menunggu kedatangan Cantika, Mayra memutuskan untuk mendatangi ibunya di toko bunga. Saat dia datang Cantika sudah memberikan senyuman, Cantika meminta Mayra duduk sebelum dirinya menyelesaikan tugasnya.
"Kamu tumben sekali nak datang ke toko ibu. Ada apa?" tanya Cantika tanpa melihat kearah Mayra, karena dia sangat disibukan dengan banyak pesanan.
"Ibu aku mau minta izin untuk mencari tempat tinggal baru." mendengar itu Cantika menghentikan pekerjaannya dan memilih meninggalkan pekerjaan lalu dia menghampiri Mayra.
"Kamu kenapa tiba-tiba bicara seperti itu May. Apa ibu ada salah sampai kamu pergi dari kehidupan ibu."
"Bukan gitu Bu! Aku tidak mau menyusahkan ibu, lagian aku sudah mendapatkan pekerjaan untuk membiayai kuliahku sendiri." kata Mayra yang berusaha menyakinkan Cantika.
Cantika terdiam sejenak memikirkan ucapan Mayra, barulah ia kembali menatap Mayra saat helaan nafas keluar begitu saja.
"Baiklah, kalau gitu ibu izinkan kamu pergi asalkan kamu bisa jaga diri kamu baik-baik. Masalah ibu kamu tidak perlu khawatir yang penting kamu sehat di sana dan bahagia, melihat kamu bahagia pasti ibu akan bahagia."
"Makasih Bu." Cantika tersenyum mendengar putrinya sudah dewasa, dia tidak perlu takut melihat Mayra tumbuh dewasa.
Karena dia percaya kalau Mayra bisa jaga diri baik-baik tanpa haru dia khawatirkan.
__ADS_1
"Maafkan aku bu aku sudah berbohong sama ibu. Aku gak mau ibu khawatir kalau sampai ibu tau yang sebenarnya." batin Mayra yang terus memandangi Cantika dari jauh saat ibunya sudah kembali bekerja.