Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Akibat Mengintip Di Kolam Renang


__ADS_3

Paginya Lion lebih dulu bangun, matanya melihat Mayra dengan Edrick secara bersamaan turun ke bawah. Mereka berdua saling melemparkan sebuah senyuman saat keduanya sudah berada di meja makan.


"Kau tidak melamar kerja, Lion?" tanya Edrick yang tiba-tiba saja menanyakan hal itu saat mereka asik sarapan.


"Gua belum kepikiran ke situ bang. Rencananya gua mau buka usaha di sini, dari pada kerja terus lebih baik memutuskan untuk mencari peluang untuk orang yang membutuhkan pekerjaan." jawab Lion memilih menatap Edrick.


Edrick mengangguk, "Baguslah kalau lu punya pikiran seperti itu, oh ya nanti lu antar Mayra ke kampus ya. Gua gak bisa antar dia karena gua masih banyak urusan di kantor."


Mendengar ucapan Edrick ia menatap Mayra, sedangkan Mayra merasa kalau tatapan Lion memiliki arti buruk.


"Oke bang. Gua bakal antar cewek lu ke kampus dengan selamat, lu tenang aja dia bakal aman dengan gua." urai Lion dengan percaya diri.


Sebenarnya Mayra takut saat melihat Lion, tapi ia tidak tahu apakah Lion akan mengantarnya sampai kampus atau tidak. Dia merasa kalau pria ini akan melakukan sesuatu kepadanya.


Pukul sepuluh pagi Lion segera mengantar Mayra ke kampus, selama perjalanan Mayra hanya diam tanpa bicara. Ini pertama kalinya dia seperti ini, biasanya dia selalu menjadi wanita liar kalau sudah di dekat pria hidung belang.


"Kenapa kau diam aja. Apa selama ini kau bersama dengan bang Edrick selalu menjadi patung?" kata Lion membuat Mayra malas menjawab perkataan pria ini.


Lion memilih menghentikan mobil di tepi jalan, Mayra yang merasa mobil berhenti menatap lelaki itu. "Kenapa kau berhenti? Bukannya perjalanan ke kampusku masih jauh."


"Ya karena aku penasaran denganmu, aku heran aja kenapa bang Edrick sangat menyukaimu. Walau hidupmu tidak seperti yang aku bayangkan."


"Sudahlah lebih baik kamu menyetir lagi, aku tidak mau gara-gara kamu aku jadi kesiangan masuk ke kampus." ucap Mayra membuat Lion kembali menyetir mobil.


Tiba di kampus Lion menahan tangan Mayra saat wanita itu ingin keluar dari mobil, Mayra yang melihat itu segera melepaskan pergelangan tangan yang digenggam Lion.


"Nanti malam bang Edrick tidak kembali ke rumah, apa kau mau temani aku malam ini?" tanya Lion yang menatap Mayra penuh harap, karena dia ingin lebih dekat dengan wanita ini.

__ADS_1


"Aku sibuk jadi tidak bisa temani kamu." jawab Mayra dengan cetus.


"Aku akan membayar mu." ucap Lion kembali saat Mayra menolak ajakannya, mendengar ucapan Lion Mayra sangat tertarik dengan perkataan Lion.


"Aku tidak mau bayarannya kecil, lebih baik cari wanita lain aja jangan aku." tolak Mayra saat tangannya hampir menyentuh gagang pintu mobil.


"Oke. Berapa pun uang yang kamu minta aku akan berikan, asalkan kamu mau menemaniku malam ini." kata Lion yang melirik Mayra, saat wanita itu sedang memikirkan ajakan yang diberikan Lion.


"Baik, aku sepakat." balas Mayra, selesai bernegosiasi dengan Lion ia langsung keluar dari mobil.


Sedangkan Lion tersenyum puas saat kemauannya di turutin oleh Mayra, ia bergegas pergi dari kampus setelah mengantar Mayra. Ia akan bersiap setelah urusannya dengan Mayra selesai.


Sebenarnya hari ini Mayra tidak ke kampus melainkan untuk bertemu dengan klien. Klien yang sudah memboking dirinya, jadi ia memutuskan untuk datang ke klien tersebut.


***


"Kamu tepat waktu sekali. Saya tidak tahu apakah yang dikatakan orang lain benar, kalau kamu wanita paling ampuh untuk memuaskan hasrat laki-laki. Kalau itu benar kenapa tidak sekarang saja kamu memuaskan ku." kata pria itu yang sibuk menggoyangkan gelas yang berada di tangannya.


"Jangan meremehkan saya dulu tuan, tuan belum merasakan bagaimana kenikmatan yang saya berikan. Kalau tuan sudah tahu rasanya baru tuan bisa berkomentar sesuka hati tuan." tutur Mayra yang terus menatap lelaki itu yang asik dengan dunianya sendiri.


Lelaki itu menghentikan aktivitas bermain gelas, barulah ia melihat Mayra dengan serius. "Baiklah, kalau gitu kita lakukan sekarang supaya saya bisa merasakannya, setelah kamu berhasil memuaskan ku baru saya akan membayar mu dengan harga tinggi."


"Oke. Saya sepakat dengan negoisasi yang tuan katakan."


Mayra berjalan ke arah pria itu, sebelum ia masuk Mayra sudah mengunci ruangan ini. Dan sekarang ia sedang memulai menggoda pria ini, pria muda dan tampan yang memiliki kekayaan di dunia bisnis.


Mayra tersenyum puas saat melihat pria ini sangat menikmati kegiatan panas ini, ia sudah menebak kalau pria ini akan puas dengannya. Dan apa kalian tahu kalau dia sangat menikmatinya, sampai-sampai ia sangat hafal bagaimana melakukan ini tanpa hamil.

__ADS_1


Entah sudah berapa kali Mayra mendengar suara ******* yang keluar dari bibir pria ini, yang pasti pria ini sangat puas dan kenikmatan apa yang dirinya lakukan. Satu jam bermain akhirnya Mayra memutuskan untuk menghentikan kegiatan panas barusan.


Barulah ia turun dari ranjang untuk mengambil pakaian yang berada di lantai, lelaki itu memilih duduk di tepi ranjang sambil melihat Mayra memakai pakaiannya kembali.


"Servis yang kamu berikan sangat membuatku puas, harga yang kamu tentukan sudah ku kirim lewat rekeningmu. Tidak hanya itu saja jumlah uangnya sudah aku berikan melebihi harga yang kamu tentukan." kata kliennya, Mayra tersenyum saat mengetahui kalau uang itu dikirim lebih banyak dari perkiraannya.


Ia langsung melihat ke arah kliennya, "Terima kasih tuan. Kalau tuan membutuhkanku lagi tuan katakan saja, saya akan melakukan kehangatan yang membuat tuan puas."


"Saya sangat puas dengan pekerjaan kamu. Hati-hati sayang." ucap lelaki itu membuat Mayra memberikan sebuah senyuman untuk pria yang sibuk memperhatikannya.


Mayra keluar dari ruangan itu, untung saja ruangan itu paling pojok dan kedap suara jadi tidak ada satupun yang mengetahui kegiatan mereka. Sebenarnya Mayra berbelok saat datang ke kampus, ia datang ke tempat kampus yang berbeda.


Mungkin Lion mengira kalau kampus ini adalah kampus tempatnya belajar ternyata tidak, Lion memang menurunkannya di jalan tapi setelah melihat mobil Lion pergi. Mayra memutuskan untuk memesan taksi, taksi itulah yang membawanya pergi dari kampus tempat dirinya belajar.


Selesai bermain Mayra memutuskan untuk pulang, ia melihat kalau Lion sedang sibuk berenang sambil menikmati secangkir kopi hangat. Ternyata ia baru tahu kalau sebenarnya Lion memiliki tubuh kekar, walau ia masih menyukai tubuh kekar Edrick tapi baginya Lion sangat sempurna.



Saking terpukau melihat Lion ia tidak sadar kalau pria itu melihat ke arahnya, lelaki itu tersenyum miring saat Mayra melihatnya apalagi wanita itu terfokus dengan otot yang ada di tubuhnya. Tiba-tiba saja Lion mendapatkan sebuah ide licik untuk mengerjai Mayra.


Dia ingin tahu bagaimana respon dari wanita itu, apakah wanita itu akan mengeluarkan gairahnya saat melihat tindakannya ini. Lion mulai bereaksi untuk mengerjai Mayra, ia sengaja menggoda Mayra supaya Mayra bisa merasakan panas yang begitu dahsyat di dalam tubuh wanita itu.


Lion tersenyum puas saat melihat Mayra sudah tertarik dengannya, apalagi wanita itu seperti menahan sesuatu dari dalam untuk segera di keluarkan. Lion semakin menjadi untuk menggoda Mayra sampai wanita itu sadar akan kelakuannya sendiri.


"Sial! Kenapa aku malah tergoda dengan tubuhnya, kenapa Lion melakukan itu di depan mataku apa dia sengaja mempermainkannya." batin Mayra yang sadar akan kelakuannya sendiri dan melihat Lion dengan tatapan tajam.


Melihat Mayra pergi Lion tertawa puas, akhirnya ia berhasil mengerjai Mayra untuk menggoda wanita itu. Siapa suruh ia sok jual mahal, kalau seperti ini ia sangat menyukai sikap Mayra. Dia akan berusaha meluluhkan wanita itu, dan membuat wanita itu merasakan panasnya api kenikmatan yang tiada tara.

__ADS_1


__ADS_2