
Suara langkah kaki seseorang yang baru saja menginjak anak tangga, langkah kaki itu terus melangkah satu persatu menuju salah satu tempat di mana keberadaan pria yang sibuk berada di meja makan. Laki-laki itu menatap ke arah wanita yang baru saja di meja yang sama, kecantikan wanita ini semakin tidak bisa dibandingkan oleh siapapun lagi.
Apalagi ia sudah pernah merasakan apa yang dimiliki wanita ini, seorang wanita cantik yang selalu membuatnya candu saat menyentuh semua tubuhnya. Mayra yang berada di meja yang sama dengan Lion tidak bergeming sedikitpun, ia malah sibuk menikmati sarapan yang sudah disediakan oleh bibi.
"Semalam kau sangat membuatku tergila-gila sampai tubuhku ini terus mengikuti irama yang kau berikan. Apa kau pernah membayangkan bercinta denganku?" pertanyaan gila itu mulai diucapkan secara sengaja membuat matanya menatap pria di depannya ini.
Mayra tersenyum miring dengan perkataan yang dilontarkan Lion, "Aku pernah membayangkan bercinta denganmu? Tidak mungkin. Aku tidak mungkin membayangkan tubuhmu itu, kalau aku mau aku sudah menyerang mu lebih dulu buat apa kau yang menuangkan minuman untukku. Kalau bukan kamu yang menginginkannya."
Lion tersenyum puas dengan jawaban Mayra, yang diucapkan Mayra benar kalau dirinyalah yang menginginkan tubuh Mayra. Tapi ini diluar dugaannya, walau kejadian semalam sudah menjadi malam terindah untuk pria manapun.
"Berapa harga yang kamu minta untuk semalam?" ucapnya, membuat Mayra sengaja menghentikan sarapan lalu menatap Lion.
"Aku tahu kamu sangat lihai menggoda pria di luaran sana, kamu tenang aja lagian juga aku tidak mungkin tidak membayar mu. Sebutkan saja jumlah uang yang kamu mau." Lion berucap kembali saat Mayra mulai melipat kedua tangannya dengan mata masih melihat
ke arah Lion.
"300 milyar." jawab Mayra, membuat Lion segera mengirim uang yang diminta Mayra. Mayra tersenyum saat mendapatkan transferan uang yang begitu banyak.
Lion merasa kalau wanita di hadapannya ini menyukai uang, dilihat dari ekspresi wajah saat mendapatkan uang yang ia kirim. Seketika jiwa iblisnya keluar begitu saja saat melihat sebuah ide muncul begitu saja.
"Saya akan memberikan uang untuk kamu, tidak hanya uang saja apapun yang kamu mau saya akan memberikannya. Kecuali kamu harus mengikuti semua perintah yang aku berikan." Mayra menatap Lion saat lelaki itu seperti sedang melakukan rencana, tapi ia tidak mungkin bodoh dengan pria itu.
"Apa? Kamu mau memerintahkan aku apa sampai kamu rela memberikan apapun yang aku mau." ucap Mayra yang fokus dengan perkataan Lion saat ia sudah mengabaikan uang yang dia terima.
"Pacar pura-pura."
"Pacar pura-pura?" ucap Mayra dengan mengulang kalimat yang disampaikan Lion, Lion mengangguk saat Mayra sedang sibuk memikirkan perkataannya.
__ADS_1
"Gimana?" mereka berdua sama-sama terdiam, apalagi Mayra yang sedang mempertimbangkan apa yang diucapkan Lion. Tapi ia juga tidak mungkin menjadi pacar pura-pura Lion, apalagi ia sudah dimiliki oleh Edrick.
"Kenapa kau diam saja. Bukannya kamu sangat menyukai uang? Kenapa kamu tidak langsung menerima tawaranku tanpa harus berpikir." kata Lion yang membuat Mayra segera sadar akan lamunan yang diucapkan Lion.
"Tapi aku..."
"Kamu tenang aja bang Edrick tidak akan tahu, hanya kita berdua saja yang tahu rencana ini. Kalau kamu setuju aku akan memberikan uang mukanya untuk kamu, kalau kamu tidak setuju transaksi kita selesai sampai di sini." ucapnya dengan tegas, lalu ia mengambil satu cangkir kopi yang masih tersisa di meja makan.
Tanpa pikir panjang Mayra langsung menyetujui perkataan Lion, Lion sudah menebak kalau wanita ini hanya membutuhkan uang saja. Lagian juga mana ada wanita yang setia, dan mana ada wanita yang tidak menyukai uang. Semua wanita pasti menyukai uang, begitupun dengan wanita ini.
"Oke, aku akan transfer uang untuk kamu. Ingat transaksi kita hanya kita berdua saja yang tahu, masalah bang Edrick kamu tenang aja dia tidak akan tahu apa yang terjadi sekarang." tutur Lion membuat Mayra mengangguk.
***
Dua kali Mayra mendapatkan transfer uang yang dikirim oleh Lion, ia sangat senang bisa bertransaksi dengan Lion. Walau ia tidak tahu apa yang terjadi kedepannya, yang pasti ia tidak mau melibatkan perasaan apapun oleh siapapun. Yang ada dipikirannya hanyalah uang, karena uang yang menjadi sumber kehidupannya sekarang.
Orang itu tersenyum saat melihat Mayra yang masih mematung di sana, "May, buat apa kamu berdiri di sana. Kemari kita sarapan bersama." ucap lelaki yang suaranya sangat khas begitu serak dan berat.
Mayra melangkah dan mengambil tempat duduk di dekat Edrick, di hadapannya ada Lion yang sibuk menatapnya. Penampilan Mayra hari ini sangatlah cantik, rok yang wanita itu gunakan sangat terlihat jelas apalagi baju atasnya senada dengan rok yang Mayra gunakan. Terkesan cantik dan mempesona, pesona Mayra sangatlah luar biasa sampai dirinya tidak fokus.
"Hem! Kau jangan melihat pacarku seperti itu, kaya tidak melihat wanita cantik saja." kata Edrick yang melihat Lion sibuk memperhatikan Mayra, saat ia melempar sesuatu untuk menyadarkan Lion.
Lion tersenyum melihat dirinya sendiri, "Maaf bang lagian cewek lu cantik banget."
"Itu pasti." Edrick selalu bersikap romantis kepada Mayra walau di hadapan orang lain, tapi sayangnya Edrick tidak sadar kalau dari tadi Lion selalu melirik Mayra.
Lion tersenyum jahil saat melihat wajah Mayra seperti sedang menahan sesuatu, di bawah meja ia terus menggunakan satu kakinya untuk menggoda Mayra. Kakinya itu sengaja menyentuh kulit mulus Mayra, begitu sampai di atas Mayra tersentak saat bagian atasnya terus digesek oleh Lion.
__ADS_1
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Edrick yang melihat sikap Mayra sedikit aneh, Mayra segera menatap Edrick dan memberikan sebuah gelengan kepala.
Kakinya itu terus menggesekkan paha Mayra sampai rok yang digunakan Mayra diangkat oleh Lion, Mayra dengan cepat menatap Lion dengan tajam apa yang dilakukan Lion sangatlah berbahaya sampai ia berusaha menahan gejolak api yang hampir meledak.
Setelah puas bermain akhirnya Edrick memutuskan untuk pergi, pria itu pergi lebih dulu saat ia sudah ditunggu oleh sekretaris pribadinya. Pria itu bangkit dari tempat duduk dan mencium kening Mayra, setelah melihat pria itu sudah pergi barulah Mayra bisa bernafas.
"Kau kenapa melakukan itu, apa kamu sudah gila melakukan itu di depan Edrick kalau dia tahu gimana." seru Mayra saat melihat apa yang dilakukan Lion barusan.
"Maaf sayang aku kelepasan, lagian tubuhmu itu sudah menjadi candu untukku. Jadi tidak masalahkan kalau aku terus menyentuhmu." ucap Lion yang menampilkan wajah genitnya untuk menggoda Mayra.
Melihat keadaan sudah sepi Lion segera memulai aksinya, ia memilih berjongkok ke arah kolong meja makan. Ia melangkah demi melangkah menggunakan kedua kakinya, saat tiba dibagikan bawah tubuh Mayra dia dengan cepat menyentuh kaki mulus Mayra.
Mayra merasa kalau Lion semakin nekat untuk menggodanya, apalagi posisi mereka dan keadaan mereka tidak dilihat orang lain. Mayra melihat Lion yang berada di bawah meja yang sibuk menyentuh kakinya, sedangkan Mayra menikmati apa yang dimainkan Lion.
Lion tersenyum saat melihat Mayra menahan *******, ia tahu kalau Mayra ingin mengeluarkan suara kenikmatan itu tapi wanita itu masih menahan, karena wanita itu takut kalau ada orang yang mendengar suaranya.
Lion menghentikan aksi nakalnya itu lalu ia berkata, "Keluarkan saja May, lagian tidak ada yang mendengar suara indah mu itu."
Yang dikatakan Lion benar kalau tidak ada orang lain selain mereka berdua saja, akhirnya Mayra yang sudah tidak tahan lagi segera mengeluarkan suara pelepasannya. Membuat Lion tersenyum puas mendengar apa yang dikeluarkan Mayra.
Saat Adegan panas itu berlanjut tiba-tiba saja ada seseorang datang dan pria itu kembali seperti ada yang tertinggal di rumah.
"Ka-kamu kenapa kembali? Bukannya kamu masih ada pertemuan dengan klien?" tanya Mayra yang mencoba bersikap normal, walau dia tahu kalau dibawah sana Lion sedang mengobrak-abrik tubuhnya.
"Ya, kayanya ada yang tertinggal." jawab Edrick yang baru saja datang, lelaki itu melihat Mayra barulah lelaki itu pergi ke salah satu ruang kerja.
"Mmpphhh..." desah Mayra dengan pelan, saking pelannya ia tidak mau sampai Edrick mengetahui suaranya.
__ADS_1