
Selesai mengurus berkas kantor Edrick menyimpan file dokumen tersebut, lalu dia mematikan komputer saat dia memanggil nama Mayra ternyata saat dia melihat Mayra wanita itu sudah tertidur.
"Cantik juga wanita ini tidur. Baru kali ini aku melihatmu setenang ini May, biasanya kamu susah untuk bersikap manja kaya gini." batin Edrick yang masih memperhatikan Mayra tidur.
Edrick memutuskan untuk mengambil jas yang dia letakan di belakang bangku, ia dengan pelan mengangkat tubuh Mayra saat tubuh wanita ini sudah ia tutup dengan jas. Edrick membawa Mayra keluar kantor menuju basement, dengan hati-hati ia meletakan Mayra ke tempat duduk tidak lupa memakai sabuk pengaman.
Edrick tidak peduli dengan tanggapan Mayra seperti apa, mungkin kalau wanita ini bangun ia akan dimarahi oleh wanita ini. Karena dia sudah berani menggenggam tangannya, tidak lupa tangan itu ia cium ke bibir.
Tibalah mereka di rumah yang mewah dan megah, rumah itu terlihat sepi walau banyak pekerja yang bekerja di sana. Tapi penghuni yang menempati rumah itu hanya dua orang saja.
Edrick kembali berjalan menghampiri kursi Mayra, ia membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Mayra ke dalam dekapannya. Dengan hati-hati ia menutup pintu mobil barulah ia melangkah membawa Mayra ke dalam kamar.
Ia membawa Mayra masuk ke kamarnya bukan kamar wanita ini, dia sengaja membawa Mayra ke kamarnya karena menurutnya wanita ini sudah menjadi miliknya. Jadi dia akan melakukan apapun untuk memiliki Mayra tanpa ada seorangpun yang bisa mengambil Mayra darinya.
"Good Night May." ucap Edrick saat dia sudah membawa Mayra ke ranjang, sebelum tidur Edrick memutuskan untuk mencium bibir Mayra.
Mayra yang merasa tubuhnya sangat berat membuka mata, di sana dia melihat Edrick sudah berada di atas tubuhnya dengan sibuk menciumi anggota tubuhnya.
"Edrick." ucap Mayra membuat Edrick menghentikan gerakannya sendiri.
"Kamu sudah bangun May."
"Ini masih pagi loh kenapa kamu sudah membuatku bergairah seperti ini."
"Karena aku gemas melihat tubuhmu yang seksi ini, sayangkan kalau tidak dinikmati. Tadinya aku tidak mau menganggu kamu tidur tapi Kayanya aku membangunkan kamu." ujar Edrick saat posisi pria ini belum pindah ke tempat lain.
"Edrick. Gimana aku bisa bangun kalau kamu masih berada di atas tubuhku." kata Mayra membuat Edrick tersenyum melihat aksinya sendiri.
"Sebelum makan gimana kita bermain dulu."
"Gak bisa aku sudah laper banget." protes Mayra saat pria ini menggunakan bermain sepagi ini.
__ADS_1
Tenaga pria ini sangatlah luar biasa, dia saja tidak bisa mengimbangi tenaga Edrick walau dirinya bisa tapi itu sangatlah mustahil. Karena dia seorang wanita tidak sebanding dengan tenaga pria.
"Tapi Aku sudah sangat laper banget kamu gak kasihan sama aku." ucap Mayra yang sengaja wajahnya dibuat memelas.
Edrick menghela nafas dengan kasar, "Baiklah." lalu dia menyingkirkan tubuhnya dari Mayra, ia mengambil piring yang sudah dia sediakan satu potong roti bakar dengan satu gelas susu.
Mayra bangun saat Edrick memberikan sarapan, "Aku sudah buat sarapan khusus untuk kamu, jadi makan yang benar untuk memulihkan tenaga kamu. Supaya kamu tidak mudah lelah saat bermain denganku."
Mayra mengabaikan perkataan Edrick, dia lebih fokus menikmati sarapan yang sudah ada di tangannya. Sedangkan Edrick masih memperhatikan Mayra makan sampai wanita itu sudah menyelesaikan sarapan.
***
Edrick dengan Mayra berada di area kolam renang, saat Mayra sudah selesai sarapan Edrick membawa Mayra berenang. Keduanya berenang seperti biasa sampai Edrick berada di dekat Mayra, apalagi suasana di pagi hari sangat mendukung untuk melakukan itu.
Mayra merasa geli saat tangan Edrick mulai meraba tubuhnya, awalnya tangan pria itu menyentuh di bagian pundak sampai ke area yang sangat intim. Edrick tersenyum puas saat mendapatkan ******* yang Mayra berikan.
Bercinta di dalam air sangatlah menyenangkan, apalagi suasana pagi hari sangat mendukung aktivitas panas mereka. Edrick mulai mencoba menciumi pundak Mayra secara bergantian, sampai tangannya mulai nakal untuk mencari kepuasan tersendiri.
"Edrick stop jangan lakukan itu." ucap Mayra yang mencoba menahan tangan Edrick.
"Nikmati saja May, aku tahu kamu akan merasakan sensasi yang luar biasa di dalam air. Aku ingin membuatmu merasakan bercinta yang berbeda dari biasanya May." kata Edrick yang terus memainkan tubuh Mayra sampai wanita ini mulai merasakan kehangatan yang Edrick berikan.
Mayra semakin mendesah saat Edrick mempercepat permainannya, tubuhnya susah mengimbangi gerakan Edrick yang luar biasa ini. Kalau bukan Edrick yang menahan beban tubuhnya mungkin dia sudah tenggelam di dalam air.
Tapi pria ini sangat pandai dan lihai bermain seperti ini, sekarang sentuhan Edrick terlepas saat dia ingin membuat Mayra terbang ke angkasa. Mayra menatap mata Edrick saat keduanya sama-sama menatap, tatapan itu terkunci saat Edrick mencoba mendekati wajahnya ke wajah Mayra.
Dan ciuman panas itu mulai beraksi saat Mayra sudah mengimbangi ciuman ganas yang diberikan Edrick, Mayra dibuat tidak berdaya saat ciuman itu diberikan tanpa henti, tidak hanya itu saja tangan nakal itu mulai mencari kenyamanan tersendiri.
Bercinta di dalam kolam renang tidak pernah dia banyangkan apalagi dengan pagi hari seperti ini, baginya kegiatan panas ini membuat air yang awalnya terasa dingin menjadi hangat.
Edrick membuatnya semakin kehilangan akal sehat saat lelaki itu mulai meremas bagian tubuh paling atas, inilah yang dia sukai dari Edrick walau ia sangat membenci pria ini. Tapi kalau soal bercinta pria ini paling juaranya.
__ADS_1
Edrick menghentikan kegiatan panas itu saat melihat Mayra sedikit kelelahan, ia membawa Mayra naik kepermukaan kolam renang. Saat ini Mayra berada di atas sedangkan dirinya masih di dalam air.
"Gimana kamu menyukai kegiatan barusan, May?" tanya Edrick yang menatap Mayra dari atas sambil memeluk kedua kaki Mayra.
"Ya! Aku tidak pernah membayangkan bercinta di dalam air seperti barusan. Aku tidak habis pikir kenapa kamu memiliki banyak ide untuk menuntaskan nafsumu itu." kata Mayra yang terus menatap Edrick saat lelaki itu menciumi satu kakinya saat kakinya dinaikkan ke udara.
"Sudah cukup. Aku tidak mau sampai banjir lagi gara-gara ulahmu itu." ujar Mayra membuat mata lelaki itu melirik Mayra.
Edrick memutuskan untuk menghentikan aksi nakalnya, ia memilih naik ke permukaan kolam renang saat dirinya duduk di samping Mayra.
"Hari ini aku akan mengajarkan kamu ilmu yang luar biasa yang akan kamu pelajari nanti. Aku akan membuatmu menjadi wanita hebat dan berbakat walau tanpa aku." kata Edrick yang menatap Mayra saat wanita itu juga menatap Edrick.
"Maksud kamu... kamu mau ninggalin aku lagi." balas Mayra saat lelaki itu tidak menjawabnya malah pria itu bangkit.
"Kamu mau kemana?" tanya Mayra dengan suara keras, Edrick menghentikan langkahnya dan menoleh ke Mayra.
"Aku mau ke kamar May. Selesai kamu mandi kamu langsung keruangan kerjaku, aku akan ajarkan kamu sesuatu di sana." selesai mengatakan itu Edrick kembali pergi, sedangkan Mayra tidak tahu maksud dari ucapan Edrick.
Mayra memutuskan untuk datang keruangan kerja Edrick, dia tidak mau ambil pusing saat dia ingin menanyakan maksud dari ucapan pria itu. Tapi mau gimana lagi dia bukan siapa-siapa, yang terpenting tugasnya hampir saja selesai.
Mayra mengetuk pintu itu terlebih dahulu sebelum mendapatkan jawaban dari dalam, Mayra masuk saat mendapatkan Edrick yang duduk di bangku kerja.
"Kemari May." ucap Edrick membuat Mayra mengangguk dan melangkah ke arah Edrick.
Mayra terus memperhatikan ilmu yang Edrick berikan kepadanya, ia terus mengangguk saat Edrick yang telaten mengajari berbagai ilmu tentang perusahaan. Awalnya Mayra sangat bosan dengan pembahasan yang Edrick katakan, tapi lama-kelamaan pria itu memintanya untuk fokus.
"Gimana kamu sudah mengerti 'kan?" tanya Edrick yang menatap Mayra.
"Gimana mau paham kamu aja ngajarin aku cepat banget gimana bisa masuk ke otakku. Seharusnya kamu bicara pelan-pelan supaya ilmu yang kamu berikan masuk ke otakku." protes Mayra yang dari tadi tidak mengerti maksud penjelasan yang diberikan Edrick.
"Ya sudah nanti kamu tanyakan saja apa yang kamu tidak paham, aku akan berusaha menjelaskannya." Edrick bangkit menuju ke salah satu rak buku, Mayra yang melihat itu hanya bisa memperhatikan gerakan Edrick.
__ADS_1
"Kamu pelajari buku ini."