
"Mendesahlah dengan lembut selembut tubuhmu ini, aku akan membuatmu merasakan arti sentuhan yang belum pernah kau rasakan sebelumnya." bisik seorang pria yang berada di telinganya, lelaki itu melanjutkan aktivitas panasnya.
Mayra tidak tahu harus melakukan apa setelah apa yang pria ini lakukan, ia tidak pernah disentuh seperti ini dengan orang yang tidak ia kenal kecuali dengan kliennya sendiri. Tapi sekarang dialah yang merasakan kenikmatan ini dengan pria yang tidak ia kenal.
"Mmpphhh... Se-sebenarnya kamu siapa? Ke-kenapa kamu menyentuhku." ucap Mayra yang mencoba berbicara dengan jelas, walau ia tahu kalau sebenarnya ia tidak bisa berkata apapun lagi.
Lelaki itu terus mempermainkan Mayra dengan sentuhannya, ia malah mendekati wajahnya tepat di wajah Mayra. "Aku ingin kamu menikmatinya, jadi tahanlah untuk yang satu ini. Kalau kamu tidak bisa menahannya, semua orang akan tahu kegiatan kita ini."
Mau tidak mau Mayra mengikuti apa yang diucapkan orang asing ini, sedangkan lelaki itu tersenyum puas dengan apa yang dia lakukan. Baru kali ini ia melihat wanita yang mau dipermainkan seperti ini, walau sebenarnya ia mendambakan tubuh Mayra tapi itu hanyalah mimpi. Tapi kali ini ia bisa merasakannya dengan nyata, saking nyatanya ia tidak bisa berkata-kata lagi.
Selang beberapa lama akhirnya sentuhan itu berakhir juga, sebelum pria itu pergi tangan lelaki itu sempat menyentuh wajahnya. Dan pria itu mencium bibirnya dengan lembut, saking lembutnya Mayra bisa merasakan apa yang dilakukan pria ini. Selesai bercumbu pria itu memutuskan untuk pergi, tetapi saat Mayra ingin tahu siapa pria itu ia melihat kalau pria itu sudah pergi.
"Argh! Sial! Kenapa aku bisa menikmati kegiatan barusan, seharusnya aku menolaknya bukan malah menikmatinya." batin Mayra dengan kesal, ia dengan cepat merapikan kembali penampilannya.
Di sisi lain seseorang tersenyum dengan berita yang dia dapatkan dari seseorang, ternyata rencananya berhasil untuk membuat wanita itu hancur. Ia tidak percaya kalau wanita yang ia temui sebagai istri dari pemilik perusahaan, melakukan hal senonoh dengan pria lain.
Ini adalah berita yang bagus yang harus ia sebarkan, kalau pria itu tahu mungkin pria itu sudah menceraikannya dan membuangnya jauh-jauh. Mulai saat itu barulah ia bisa masuk ke dalam kehidupan pria yang ia dambakan.
Tangan wanita itu mengetik keyboard yang ada di layar handphone, lalu saat pesan itu terkirim ternyata orang suruhannya senang dengan kiriman uang yang baru saja ia transfer. Ia menyimpan kembali handphone itu dengan bukti yang sudah dikirim untuk seseorang.
Sedangkan orang yang mendapatkan foto itu sedang sibuk mengurus perusahaan, dimana perusahaan itu memang di kelola sendiri tanpa bantuan orang lain. Walau ia memiliki orang tua tiri tapi baginya kehidupan seperti inilah yang memang dia dambakan.
Mendengar suara pesan dari handphone yang terletak di meja kerja, ia menghentikan pekerjaannya dan memilih menatap benda pipih itu. Barulah ia mengambil benda itu, di sana ia mendapatkan sebuah pesan dari orang tidak dikenal. Orang itu mengirim gambar dan video yang sangat ia kenali.
Edrick terus mendengar suara ******* seseorang melalui earphone, vidio ini tidak tahu siapa yang mengirimnya tapi di sana ia hanya melihat dua orang sedang beradu kasih. Hanya sebuah vidio orang bercinta Edrick segera menghentikan melihat vidio itu, dan memilih melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
***
"Apa kau sudah melihatnya." pesan itu baru saja dilihat oleh Mayra, wanita itu baru saja kembali dari kampus sedang menikmati menonton televisi di ruang tamu.
Tiba-tiba saja saat mengambil handphone ia melihat pesan orang tidak dikenal masuk, di sana ia melihat vidio yang dikirim orang itu. Alangkah terkejutnya saat melihat apa yang orang ini kirim, vidio itu adalah vidio dirinya dengan pria asing.
"Gimana bisa orang ini mengetahui kegiatannya, apa yang akan dilakukan orang itu sebenarnya. Kenapa dia bisa tahu vidio ini." batin Mayra yang sibuk memperhatikan vidio itu, vidio bercintanya dengan pria lain di dalam perpustakaan.
Ia mengeluarkan vidio itu dan mendapatkan lagi pesan dari orang tak dikenal, "Gimana apa kau sudah melihatnya? Apa nanti kalau aku memberitahu suamimu, suamimu akan marah atau akan menceraikan mu. Aku mau tahu reaksi dari suamimu itu kalau vidio ini sampai dilihat olehnya."
Mayra mengerutkan keningnya melihat pesan dari orang gila ini, "Suami? Orang ini sudah tidak waras ya. Sejak kapan aku sudah menikah, lagian juga apa untungnya kalau vidio ini tersebar." ucap Mayra yang terus membaca setiap pesan yang dikirim orang tak dikenal.
"Mana ada yang percaya dengan vidio ini kalau tidak terlihat wajah yang ada di vidio. Orang gila mana yang sampai bisa mempercayai sebuah vidio." kata Mayra yang sudah menyingkirkan handphonenya, dan kembali fokus ke televisi.
Tangan orang itu mengepal handphone yang ada digenggamnya, saat mengetahui kalau incarannya tidak bereaksi sedikitpun. Malah dialah yang semakin kesal dengan sikap mereka berdua.
"Sial! Kenapa mereka berdua tidak mau menanggapi pesan yang ku kirim, apa mereka mengira kalau aku hanya main-main saja." batinnya lalu kedua bibirnya digigit dan handphonenya terus di genggam.
Mayra menatap suara pintu kamar saat ia baru saja selesai mandi, tanpa berpikir untuk memakai pakaian terlebih dahulu Mayra segera menghampiri pintu itu. Saat ia membuka pintu dia melihat Edrick berdiri di sana, tanpa sadar mata lelaki itu tertuju pada bagian tubuh Mayra yang hanya ditutupi dengan handuk.
"Boleh aku masuk?" tanya Edrick saat ia mencoba untuk melihat Mayra, walau sebenarnya ia sangat tertarik dengan tubuh Mayra.
Tanpa memberikan jawaban apapun, Mayra membuka pintu itu dan melihat Edrick masuk ke dalam kamar. Lelaki itu duduk di kursi rias sedangkan dirinya duduk di atas ranjang dengan saling bertatapan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Mayra yang melihat tatapan pria itu seperti ingin memangsanya.
__ADS_1
"Tidak. Aku rasa kamu sengaja menggodaku dan membiarkan tubuhmu dililit dengan handuk, supaya aku bisa menyentuh tubuhmu dan kita sama-sama bermain seperti dulu kan?" Mayra tidak habis pikir kenapa pria ini berpikir seperti itu, apa dia pikir tubuhnya ini hanya dijadikan bahan percobaan saja.
"Mesum." gumam Mayra yang refleks menutupi tubuhnya menggunakan kedua tangan.
Edrick terkekeh melihat tindakan Mayra, lalu ia kembali fokus dengan tujuan utamanya. "Apa yang kau lakukan selama aku tidak bersamamu."
"Maksudmu?" tanya Mayra yang tidak paham dengan ucapan Edrick.
Edrick memberikan bukti rekaman video yang sempat dikirim oleh orang tidak dikenal, lalu vidio itu diperlihatkan di depan Mayra.
"Itu ulah kamu 'kan?" tanya Edrick yang menatap Mayra saat vidio itu kembali diputar.
Mayra menatap Edrick saat vidio itu sudah dihentikan, dan ia masih menunggu jawaban yang akan diberikan Mayra. Tetapi Mayra malah tertawa dengan pertanyaan yang dilontarkan Edrick.
"Kau menuduhku seperti yang ada di vidio itu? Atau kamu mengira aku ini wanita murahan yang seenaknya bermain dengan pria lain, bukannya aku selalu bermain denganmu." kata Mayra membuat Edrick terdiam.
Yang dikatakan Mayra benar kalau selama ini tubuh wanita ini memang ia nikmati, tapi ia tidak pernah membayangkan kalau vidio itu adalah Mayra.
"Apa kamu yakin kalau itu aku?" tanya Mayra kembali saat Edrick kembali menatap Mayra, wanita itu berdiri dari ranjang dan melangkah menuju ke arah jendela.
"Itu hanyalah sebuah video lagian juga kamu tidak berhak ikut campur masalahku, kita sudah sepakat kalau aku sudah menjadi budak nafsumu. Lagian juga kamu tidak perlu tahu aku sama siapa selama ini, apa hanya sebuah vidio kamu menuduhku seperti itu." lontar Mayra yang membalikan badan untuk melihat Edrick yang masih duduk di sana.
"Kamu ini seorang pemimpin perusahaan, apa hanya gara-gara vidio kamu percaya dan menganggap kalau di vidio itu adalah aku." Mayra melipat kedua tangannya dengan tatapannya masih mengarahkan Edrick, lalu wanita itu tersenyum saat pria dihadapannya malah menuduhnya.
"Ingat kontrak perjanjian kita, aku hanya wanita simpananmu dan aku cuman budak nafsu yang kamu inginkan. Jadi sebagai budak aku harus mengikuti kemauan tuannya, apakah menurut kamu aku sudah mengingkari kontrak kerja sama yang kita jalani sekarang?" tutur Mayra yang kembali bertanya kepada pria di depannya.
__ADS_1