Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Dibayar Dengan Uang


__ADS_3

Edrick yang mendengar suara rintihan tangisan mencoba membuka mata, hal pertama yang dia lihat Mayra. Wanita itu terus menangis dengan menutupi tubuhnya.


"Kenapa kau menangis? Aku sudah katakan sama kamu jangan mengeluarkan air mata yang membuatku muak."


"Maaf! Aku sudah bilang sama kamu jangan terlalu banyak minum dan lihatlah ulah kamu sekarang, kamu sudah membuatku menjadi seperti ini apa kau mau bertanggung jawab atas perbuatan kamu?" Edrick melihat Mayra dengan kebingungan.


Dia tidak tau harus bicara apa tentang ucapan Mayra, dia sama sekali tidak mengingat apapun tentang semalam malah wanita ini menuduhnya.


"Maksud kamu... Saya sudah merenggut keperawanan kamu gitu!"


"Ya! Kalau bukan kamu siapa lagi, kamu yang membuatku seperti ini kamu juga harus bertanggung jawab." Edrick sibuk mencari kaos di sekitar, Edrick belum menjawab perkataan Mayra ia malah sibuk membenarkan pakaian.


"Dengerin ucapan saya Mayra, kamu jangan sok suci seakan-akan kamu tidak menikmatinya. Saya tau semalam saya hilang kendali tapi kalau kamu berusaha untuk mencegah saya, saya tidak mungkin melakukan itu sama kamu."


"Wanita seperti kamu itu mudah aku dapatkan, jadi jangan sok berlaga seperti paling tersiksa karena kamu juga menikmati sentuhanku." ucap Edrick kembali, lalu dia memilih duduk di kursi depan sedangkan Mayra tidak berani duduk di samping Edrick.


Mayra tetap tidak berani menatap wajah Edrick, karena dia terlalu shock dengan tindakan semalam. Baru pertama kalinya dia di perkosa oleh pria asing, jujur dia takut hamil kalau anak ini akan muncul.


Edrick yang mengerti raut wajah Mayra segera berbicara, "Kamu tenang aja saya tidak mungkin menghamili kamu, saya akan berusaha membuat kamu tidak hamil anak saya. Jadi, kejadian semalam anggaplah tidak terjadi nanti saya akan membayar semuanya untuk kamu."


Selesai mengatakan itu Edrick kembali menyetir dengan tatapan mengarahkan ke depan, Mayra tidak menyangka harga dirinya dibayar dengan uang. Uang yang sudah membeli tubuhnya, tanpa kejadian itu mungkin dia tidak disamakan dengan uang.


Edrick turun dari mobil meninggalkan Mayra yang masih di dalam mobil, ia meminta Nara untuk mengurus Mayra. Sedangkan dirinya sibuk ke kamar untuk membersihkan diri.


"Dimana Mayra, bi?" tanya Edrick yang melihat pelayan sibuk membersihkan alat makan.


"Nona Mayra ada di dalam kamar, tuan."


Edrick melangkah menuju kamar Mayra, tanpa mengetuk pintu Edrick sudah membuka dan melihat Mayra sibuk melamun.

__ADS_1


"Sudah jangan kau pikirkan lagi. Saya akan memberikan apapun yang kamu inginkan, asalkan kamu bisa melupakan kejadian kemarin malam." kata Edrick membuat Mayra belum bisa sadar akan kejadian yang menimpa dirinya.


Edrick yang melihat tingkah laku Mayra segera mengambil kursi, lalu dia duduk berhadapan dengan Mayra yang duduk di atas ranjang. Edrick menuliskan sebuah angka di lembar cek tersebut, lalu cek itu dia berikan kepada Mayra saat selembar kertas itu berada di tangan Mayra.


"Itu uang untuk kemarin malam, anggap saja uang itu sebagai ganti rugi untuk kamu. Ingat Mayra mungkin itu pertama kalinya untuk kamu, tapi suatu saat kamu akan terbiasa akan kelakuanku seperti itu."


"Jadi lakukan perintahku dan aturan di sini jangan sampai kamu melanggarnya." Edrick beranjak dari kamar Mayra, ia malah meminta Nara untuk memperhatikan Mayra.


Mayra sangat terpukul atas kelakuannya, apalagi saat melihat sejumlah uang yang dia terima. Apa dirinya serendah ini sampai menerima uang sebesar ini, apa dia dianggap wanita murahan sampai menjual tubuhnya dengan uang.


***


"Bunda aku menyesal sudah mempercayai laki-laki seperti Edrick, aku menyesal sudah membohongi bunda." batinnya dengan mengeluarkan suara rintihan tangisan.


Sedangkan Edrick sibuk mengurus bisnis yang selama ini dia jalani, sudah banyak investor yang ingin bekerja sama dengannya. Karena dia sangat pandai menarik klien untuk bekerja sama dengannya.


Edrick tersenyum saat mengetahui kalau dirinya sudah mendapatkan tubuh Mayra, yang berarti dia mendapatkan seorang gadis yang masih suci tanpa di sentuh siapapun. Dan dialah yang berhasil menyentuhnya, apa selama ini dia belum pernah merasakan wanita perawan sampai seenak ini.


Edrick buru-buru menyelesaikan pekerjaan, karena dia sangat merindukan Mayra di rumah. Semenjak kedatangan Mayra ia sangat candu dengan wanita itu, apalagi dia sudah tidak pernah mengundang wanita untuk memuaskannya.


"Dimana Mayra?" tanya Edrick yang melihat Nara membawa piring kosong.


"Non Mayra berada di taman tuan. Dia meminta saya untuk menemaninya, mungkin sekarang dia masih sibuk memandangi tanaman."


"Baik, terima kasih Nara."


"Sama-sama tuan." Edrick melangkah kearah taman belakang, dan benar saja kalau wanita itu sibuk menatap taman.


Sampai langkah kakinya saja tidak terdengar oleh telinga Mayra, "Kamu sedang apa di sini."

__ADS_1


Mayra tersentak saat melihat ada seseorang yang memeluknya, dia sudah menduga kalau orang yang memeluknya adalah Edrick. Lelaki yang baru saja merenggut keperawanan.


Edrick masih nyaman dengan pelukannya sendiri, ia juga malah mencium tubuh Mayra yang menurutnya sangat candu. Apalagi kulit mulus Mayra yang sangat indah untuk ia sentuh, Edrick mencoba mencium punggung Mayra secara bergantian, sampai Mayra merasakan bibir hangat Edrick sampai ke dalam kulitnya.


"Hentikan. Saya tidak mau terjadi itu terulang lagi." ujar Mayra membuat Edrick menghentikan aksinya, lalu dia membalikan tubuh Mayra untuk menghadap kearahnya.


"Sudah jangan sibuk melamun lagi, saya tidak akan memaksa kamu melakukan itu lagi. Tapi saya akan mencoba membuat kamu menyukai sentuhan saya."


Mayra masih tidak bisa mengalihkan perhatian dari kedua mata Edrick, dia seperti terhipnotis saat tatapan mata itu sudah merasuki anggota tubuhnya. Dan benar saja kalau Edrick berhasil mengisap energi yang dia miliki, buktinya saja dia berhasil mengikuti kemauan Edrick.


Edrick tersenyum puas saat Mayra mau membalas ciumannya, dia merasa kalau Mayra sudah mulai nyaman dengan tindakannya. Dia akan membuat Mayra terbiasa dengan sentuhannya, sampai wanita ini tidak kaget dengan apa yang dia inginkan.


Edrick melepaskan ciumannya dengan sibuk memandangi wajah Mayra, "Gimana kamu sudah merasa nyaman dan suka dengan sentuhanku?" Mayra mengangguk saat Mayra sibuk mengatur nafas.


Selesai Mayra memulihkan nafasnya kembali, Edrick mulai menyerang Mayra dengan lembut tidak sekasar saat pertama kali Edrick mencoba menyentuhnya dalam keadaan mabuk. Sekarang Mayra sudah mulai terbiasa dengan sentuhan yang pria ini berikan, sampai Mayra terus mendesah kenikmatan yang belum pernah wanita itu rasakan.


Pakaian yang dikenakan Mayra seakan mengundang gairahnya, apalagi Mayra sangat seksi dengan bentuk tubuhnya membuat dirinya sebagai laki-laki mulai menginginkan lebih. Mayra kembali menatap Edrick saat kegiatan barusan dihentikan oleh Edrick, dia melihat pria ini mengangkat tubuhnya.


Edrick tidak peduli dengan pekerja rumah melihatnya, yang terpenting hasratnya malam ini tuntas dia berikan untuk Mayra. Mayra masih nyaman dengan ciuman yang diberikan Edrick, sampai mereka tiba di kamar.


Edrick menggunakan satu kakinya untuk menutup pintu kamar, sedangkan dirinya masih sibuk menyatukan ciuman itu tanpa henti. Edrick melangkah kearah ranjang, setelah menemukan ranjang ia menurunkan tubuh Mayra di atas ranjang.


"Kamu sudah siap untuk aku sentuh lagi Mayra?" tanya Edrick dengan menatap wajah cantik Mayra.


"Kamu tidak akan bermain kasar kan? Kamu akan melakukan itu dengan lembutkan?" tanya Mayra yang sedikit takut akan stamina yang dimiliki Edrick.


"Saya tidak tau Mayra, tapi saya akan berusaha untuk melakukannya dengan lembut sampai kamu terbiasa dengan sentuhanku ini." kata Edrick membuat Mayra masih sibuk menatap pria yang berada di hadapannya.


Laki-laki itu mulai membuka seluruh pakaiannya, Mayra sangat terpukau dengan bentuk tubuh Edrick yang begitu bagus, apalagi otot yang berada di kedua tangan pria itu. Seakan dirinya mengingat pertama kali Edrick menyentuhnya dalam keadaan mabuk, dan sekarang dia akan kembali di sentuh dalam keadaan sadar.

__ADS_1


"Sudah siap baby?" tanya Edrick yang sudah berada di atas tubuh Mayra dengan posisi Mayra sudah berada di ranjang.


Mayra mengangguk sambil meneguk saliva-nya, dia benar-benar takut kalau rasa sakit itu terulang lagi. Karena ini pertama kalinya dia melakukan itu dengan pria asing.


__ADS_2