Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Bermain Di Kantor


__ADS_3

Mayra masuk setelah mengetuk pintu, saat pintu itu di tutup sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Dia sudah menebak kalau pelakunya adalah Edrick, karena dia sangat hafal bau parfum yang sering dia cium ditubuh pria itu.


"Sudahlah jangan memelukku seperti ini, tanpa kamu seperti ini pun aku sudah tahu kalau itu kamu." ucap Mayra membuat Edrick melepaskan pelukannya.


"Bagaimana kau tahu kalau aku memelukmu." urai Edrick yang sudah menatap Mayra saat wanita itu memilih berbalik badan.


"Karena parfum yang kau pakai sangat menyengat di hidungku, jadi aku sangat hafal siapa pemilik parfum itu."


Edrick tersenyum saat mendengar perkataan Mayra, lalu dia membawa Mayra duduk di sofa. Mayra berbalik saat Edrick membelokan kedua pundaknya untuk melihat lelaki itu.


"Berapa hari ini kenapa kau tidak membalas pesan dariku, apa selama aku di luar kota kau sangat sibuk dengan tugas kuliahmu itu." kata Edrick membuat Mayra diam, dia tidak mungkin memberitahu yang sebenarnya kalau dia sibuk mencari uang.


"Ya begitulah. Kau seperti tidak pernah kuliah saja, kamu kan tahu kalau aku ini sangat sibuk kenapa malah mengirim pesan yang tidak berguna."


"Apa katamu... Jadi pesan yang selama ini aku kirim untukmu kamu anggap tidak berguna? Apa menurutmu aku ini pengganggu sampai kau seperti itu." tutur Edrick membuat Mayra mengangguk dengan sempurna.


Bukan hanya itu saja alasan sebenarnya, semenjak Edrick pergi mengurus kantor dia sudah sangat disibukan oleh pekerjaan untuk melayani laki-laki. Hanya inilah satu-satunya cara untuk mendapatkan uang, dia tidak mau menggunakan uang Edrick hanya cuma-cuma. Jadi dia memutuskan mencari uang sendiri tanpa bantuan siapapun.


"Kenapa kau diam aja. Aku sudah tiba di sini, kenapa kamu tidak senang kalau aku datang untuk bertemu denganmu." ujar Edrick saat lelaki itu menatap Mayra yang sibuk mengambil minuman yang sudah disediakan di meja.


Mayra meletakan kembali gelas itu dan kembali melirik Edrick, "Karena kau sangat menyebalkan kalau sudah bertemu, jadi aku memutuskan untuk tidak menemui mu kalau bukan kamu yang minta."


Jawaban jujur dari mulut Mayra sangat membuatnya frustasi, selama di luar kota ia selalu memikirkan wanita ini tapi malah wanita ini tidak senang kalau bertemu dengannya. Sebenarnya wanita ini terbuat dari apa sampai bersikap cuek seperti ini, apa selama ini dia tidak memanjakannya sampai bersikap seperti ini.


"Oh ya. Kamu memintaku datang ke sini untuk apa?" pertanyaan Mayra mampu membuatnya sadar saat ia sekarang terfokus dengan wajah cantik Mayra.


"Untuk bermain." Mayra sudah sangat hafal dengan sikap Edrick, seharusnya dia tidak membuang waktu seperti ini.


Kalau keinginan pria ini untuk menuntaskan hasratnya kenapa tidak dari tadi aja, kenapa harus bersusah payah datang untuk buang-buang waktu.


Edrick sangat tidak percaya kalau Mayra pandai bermain, biasanya wanita ini tidak begitu pandai kalau bukan dari dirinya yang memulai.


Edrick berhenti sejenak memilih menatap Mayra, "Sejak kapan kau jadi sangat ahli bermain seperti ini."

__ADS_1


"Sejak kamu yang mengajarkan aku seperti ini. Bukannya kamu yang mengajarkan aku makanya aku biasa mengikuti gerakan kamu." jawab Mayra yang melingkar kedua tangannya di leher Edrick saat tatapan keduanya sama-sama bertemu.


Edrick tersenyum, "Kamu sekarang sudah pandai bermain denganku ya. Aku akan membuatmu merasakan sentuhanku seutuhnya sampai kamu puas denganku."


"Baiklah tuan aku akan menantikannya." mereka berdua melanjutkan kegiatan panas saat mereka sempat berhenti untuk memulihkan tenaga dan nafas yang mereka miliki.


Sekarang keduanya saling melempar gerakan saat Edrick mencoba mengganti gaya, semua gaya yang diberikan Edrick mampu Mayra imbangi begitupun dengan dirinya. Gaya seperti ini sangat mudah di lakukan, apalagi Edrick mulai tergila-gila saat dirinya mulai memimpin.


"May... Kau sangat pandai membuatku melayang. Aku... Aku sangat suka dengan sentuhanmu ini May." desah Edrick yang terus mengimbangi gerakan Mayra yang tidak ada habisnya untuk berhenti.


***


Mayra tersenyum senang melihat lawan bermainnya mengikuti gerakan yang dia mimpin.


"Gimana mau lanjut?" tanya Mayra yang menghentikan permainan mereka di tengah-tengah nafas mereka sedang dipulihkan.


Sejujurnya dia sudah tidak kuat lagi bermain dengan Mayra, tapi mau gimana lagi tenaga wanita ini seakan tidak pernah habis sampai permainan mereka terhenti.


"Baiklah." akhirnya kegiatan panas mereka terhenti saat Edrick meminta mengakhiri permainan panas ini.


Keduanya masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama, tidak ada lagi kegiatan panas yang mereka lakukan barusan. Hanya mandi untuk saling melepaskan penat bermain, Edrick melihat Mayra sibuk bermain handphone di sofa saat dirinya sibuk mengurus berkas kantor.


"Kamu tidak laper, May?" tanya Edrick membuat wanita itu menghentikan bermain handphone.


"Laper. Apa kantor ini tidak ada kantin? Aku mau pesan makanan." ucap Mayra membuat lelaki itu sibuk mengeluarkan uang di dalam dompet.


"Ini uang untuk kamu beli makanan."


"Terus kamu tidak mau nitip makanan juga?" tanya Mayra saat lelaki itu memberikan uang untuk dirinya.


"Tidak May. Aku tidak suka dengan makanan di luar aku lebih suka makanan yang di pesan oleh sekretaris pribadiku." kata Edrick, Mayra segera bangun dari tempat duduk untuk mengambil uang yang diberikan Edrick.


Ia keluar dari ruangan itu untuk mencari sarapan, Mayra melangkah ke kantin yang berada di lantai bawah. Dia melihat sudah banyak orang yang sibuk memilih makanan, sedangkan dirinya masih melihat orang-orang.

__ADS_1


"Ramai sekali tempatnya apa aku cari makanan yang lain aja." batin Mayra yang masih sibuk memperhatikan karyawan yang berada di kantin.


Mayra memutuskan untuk mencari sarapan lain, ia pergi ke salah satu tukang sate yang berada di pinggir jalan. Ia memesan sepuluh sate kambing dan sepuluh sate ayam tidak lupa dengan lontong, Mayra yang sudah mendapatkan sarapan segera pergi setelah membayar pesanan.


Mayra kembali ke tempat Edrick, lelaki itu juga masih ada di sana. Malah pria itu sibuk mengerjakan pekerjaan kantor ditimbang makanan yang sudah tersedia.


"Kamu tidak makan? Bukannya sekarang jam istirahat kenapa kamu masih sibuk mengurus berkas kantor." ucap Mayra yang melangkah ke sofa saat tatapannya langsung mengarahkan Edrick.


"Aku tidak sempat untuk makan May. Aku harus melakukan berkas ini baru aku makan."


"Kamu suka sate ayam atau sate kambing?"


"Kambing." jawab Edrick tanpa menatap Mayra, karena tatapan itu masih melihat ke arah layar komputer.


"Baiklah, kalau gitu aku akan menyuapi kamu dan kamu lakukan pekerjaan kamu saja."


Mayra meletakan sate kambing ke piring begitupun dengan lontong, ia melangkah untuk menghampiri Edrick yang masih sibuk bekerja. Mayra mengambil bangku untuk duduk di samping Edrick, dengan menyuapi sate kambing ke dalam mulut Edrick.


Edrick menghentikan pekerjaan sebentar saat melihat Mayra kesusahan menyuapi dirinya, ia menarik pinggang Mayra untuk duduk di pangkuannya. Mayra tidak sengaja menatap wajah Edrick saat tangannya berada di dada bidang Edrick.


"Sepertinya tangan kamu itu sangat nyaman di tubuhku apa kamu mau melakukan itu lagi." mendengar itu Mayra segera melepaskan tangannya, dia kembali fokus menyuapi Edrick saat wajahnya sudah merona.


Edrick tersenyum melihat sikap Mayra, ingin rasanya dia melahap wanita ini lagi tapi dia masih sibuk mengurus berkas kantor, jadi ia memilih untuk fokus dengan urusan kantor dari pada mengurus nafsunya saja.


Selesai menyuapi Edrick Mayra menyimpan piring itu di atas meja kerja Edrick, saat ia ingin beranjak dari pangkuan Edrick lelaki itu malah menahannya.


"Sudah kamu jangan kemana-mana di sini aja. Kamu temani saya di sini, lagian juga kamu tidak ada jadwal kuliah lagi." ucap Edrick yang melihat Mayra saat dirinya lebih menyingkirkan pekerjaan.


"Tapi kamu lagi sibuk aku gak mau ganggu kamu."


"Nggak apa-apa May. Kamu temani aku di sini dulu nanti setelah pekerjaanku selesai baru kamu pulang sama aku."


"Baiklah." Mayra memilih mengalah untuk berdebat dengan pria ini, ia sibuk memperhatikan Edrick kerja saat posisinya masih di pangkuan Edrick.

__ADS_1


__ADS_2