Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Seperti Malaikat


__ADS_3

Mayra yang kembali bekerja setelah mengantarkan pesanan di tempat VIP, ia mengantar pesanan lain kepada pelanggan. Tapi saat Mayra ingin membawa pesanan lagi, tiba-tiba saja atasannya datang memanggilnya.


"Mayra." teriak lelaki itu dengan lantang, Mayra bergegas ke sana saat mengetahui dari rekan kerjanya saat bosnya memanggilnya.


"Ada apa bos?" tanya Mayra melihat atasannya lalu dia melihat di samping bosnya ada seorang lelaki yang sempat ia tendang.


"Saya dapat keluhan dari ruangan VIP, kenapa kamu selalu saja melakukan masalah di tempat ini. Apa menurut kamu, kamu bisa menolak gitu aja ajakan pelanggan kamu."


"Maaf bos, tapi bagi saya pelanggan ini sudah keterlaluan terhadap saya. Bagi saya laki-laki seperti dia harus diberi pelajaran bukan dibiarkan gitu aja." kata Mayra yang membela diri sambil menunjuk kearah lelaki di samping bosnya.


"Tidak seharusnya kamu berbuat kurang ajar terhadap pelanggan kamu, apa kamu mau saya pecat."


Mayra terdiam sambil menunduk, "Tidak bos. Saya minta maaf sudah melakukan kesalahan." balas Mayra membuat lelaki itu tersenyum puas melihat sikap Mayra yang tidak berdaya.


"Hari ini saya akan maafin kamu tapi kamu harus minta maaf sama pelanggan kita." ucap bosnya membuat Mayra menatap kearah lelaki tua itu.


"Kenapa kamu diam aja cepat sekarang kamu minta maaf." pinta bosnya kembali, membuat Mayra mau tidak mau melakukan perintah yang diberikan bosnya.


"Maaf tuan! Saya minta maaf sudah membuat anda tersinggung dengan sikap saya barusan." ucap Mayra menatap lelaki itu dengan marah.


"Nggak apa-apa Mayra asalkan kamu mau mengikuti kemauan saya."


Mayra mengepal sebelah tangannya dengan kuat saat mendengar ucapan lelaki jelek di depannya, "Saya mau kamu temani saya minum dan bermain dengan saya sampai saya puas. Gimana Mayra kamu setuju kan?"


Rasanya dia ingin menghajar lelaki tidak tau diri ini, tetapi ia tidak bisa melakukan itu karena di sana ia masih melihat bosnya menatap kearahnya.


"Baiklah, saya akan mengikuti kemauan kamu." lelaki jelek itu tersenyum puas mendapatkan jawaban dari bibir Mayra.


Wanita yang sempat menolaknya secara mentah-mentah sekarang sudah ia dapatkan, "Baik Mayra saya tinggal dulu, ingat apa yang saya katakan sama kamu jangan membuat pelanggan kita kecewa."

__ADS_1


"Ya bos." lelaki itu pergi setelah masalah yang dia anggap selesai, sedangkan Mayra harus mengikuti kemauan lelaki tidak tau diri ini.


"Mari baby kita bersenang-senang." kata lelaki itu saat dia mencoba menyentuh pundak Mayra, Mayra dengan tegas menolak sentuhan lelaki ini.


Mayra kembali ke tempat yang sama, di sana ia melihat banyak lelaki yang sudah bermain dengan para wanita. Sedangkan dirinya sangat jijik melihat kelakuan mereka, Mayra duduk di sebelah lelaki itu tetapi Mayra sedikit memberi jarak kepada lelaki jelek ini.


"Kenapa jauh sekali jaraknya Mayra sini dekat lagi, saya mau melihat wajah kamu lebih jelas lagi." Mayra sangat membenci situasi seperti ini, ia seakan-akan tidak memiliki kekuatan kalau dia melawan pasti lelaki brengsek ini akan melaporkannya lagi.


Mayra menggeser posisinya supaya bisa dekat dengan lelaki ini, Mayra menolak saat lelaki ini menyentuhnya. "Jangan pernah berani menyentuh tubuhku atau nyawa kamu akan melayang di tanganku."


"Jangan galak-galak gitu cantik, lihatlah wanita seperti kamu sudah bersenang-senang. Mereka sangat menikmati sentuhan dari para lelaki seperti saya, apa kamu tidak mau melakukan seperti apa yang mereka lakukan nanti saya akan memberikan tips besar dari gaji kamu."


Mayra memang membutuhkan uang untuk biaya kuliah kedepannya, tapi ia juga tidak mungkin menjual tubuhnya untuk lelaki tidak tau diri ini.


"Tidak akan pernah saya melakukan perintah kamu."


"Kamu mau saya laporkan ke bos kamu lagi!" ancam lelaki itu membuat Mayra muak dengan ancaman ini.


***


Awalnya Mayra hanya diam membiarkan apa yang dilakukan lelaki ini, saat Mayra merasakan lelaki ini mulai lancang kepada tubuhnya dengan sigap Mayra menghajar lelaki itu lagi. Membuat lelaki itu terpental membuat mereka semua pada berdiri akibat tinjuan yang dilakukan Mayra.


"Kurang ajar kamu Mayra, kamu sudah berani sama saya. Apa kamu mau saya laporkan kamu lagi ke bos kamu?" ancam lelaki itu saat Mayra melihat lelaki itu berusaha bangun dari posisi awalnya akibat pukulannya.


Mayra melangkah menghampiri lelaki itu lalu dia menarik kerah baju yang dikenakan lelaki itu, "Saya tidak akan pernah takut sama ancaman kamu, saya di sini bekerja bukan melakukan pekerjaan yang menjijikan. Karena tugas saya sudah selesai jadi saya akan kembali bekerja."


Kedua kaki Mayra berhasil keluar dari ruangan tersebut tetapi pundaknya seperti ada yang menyentuh, Mayra yang tau perbuatan siapa dia dengan cepat mematahkan tangan lelaki itu. Satu pukulan mulai mendarat di tubuh teman lelaki itu, tujuh lelaki mulai mengajar Mayra habis-habisan sambil dirinya tumbang.


"Saya sudah katakan sama kamu jangan pernah macam-macam dengan saya, sekarang lihat kondisi kamu, kamu sudah tidak punya kekuatan lagi melawan kami. Jadi, kamu pasrah aja nanti kejadian seperti ini saya maafkan kalau kamu nurut dengan saya." kata lelaki itu yang jongkok melihat kondisi Mayra.

__ADS_1


Lelaki itu bangun, saat tangan lelaki itu mau menyentuh tubuh Mayra seorang lelaki menahannya. Lelaki itu melihat siapa orang yang sudah berani ikut campur, ia tersenyum melihat anak ingusan datang ikut campur masalahnya.


"Jangan pernah sentuh wanita itu atau saya tidak segan-segan memberi pelajaran untuk kamu."


Semua lelaki di sana tertawa melihat bocah ingusan memberikan ancaman, "Hajar dia!" ucap lelaki itu dengan memerintahkan anak buahnya untuk menghajar lelaki yang sudah berani mengganggunya.


Satu pukulan sampai berbagai pukulan yang tidak terhitung berapa membuat mereka semua tumbang, tinggal ketuanya yang masih berdiri tidak berani maju untuk melawan. Melihat anak buahnya kalah ia dengan cepat pergi, dia sudah tidak berani melawan lelaki ingusan itu dengan sendiri.


Melihat kepergian mereka ia dengan cepat membawa wanita yang sudah tidak berdaya, ia meminta kepada teman-temannya untuk pergi lebih dulu dengan membawa satu wanita ke apartemen pribadinya.


Tiba di apartemen Edrick turun dari mobil dan melangkah ke tempat Mayra, dengan hati-hati Edrick membawa Mayra ke dalam apartemen. Ia membuka kunci pintu apartemen lalu dia meletakan tubuh Mayra di ranjang.


"Kasihan sekali nasib kamu." ujar Edrick melihat wajah Mayra yang sudah banyak luka.


Edrick pergi dari kamar mencari kotak obat, ia membuka kotak obat itu untuk membersihkan luka di bagian wajah Mayra. Setelah membersihkan luka wajah wanita ini, Edrick kembali menyimpan kotak obat di atas lemari kecil. Ia melihat kembali wajah cantik wanita ini, dia sangat cantik sampai ia tidak percaya ada wanita seperti ini.


Selesai menatap wajah Mayra, ia memutuskan meninggalkan Mayra di ranjang, Edrick melangkah keruang tamu untuk tidur di sofa. Dia tidak mungkin satu ranjang dengan wanita asing yang baru dia kenal.


Paginya Mayra mencoba membuka mata, hal pertama yang dia lihat adalah kamar. Kamar asing yang belum pernah dia singgahi, Mayra mencoba untuk bangun dan melihat sekeliling kamar.


Benar saja kalau kamar yang dia tempati ini bukan kamarnya melainkan kamar orang lain, "Kenapa aku ada di sini? Sebenarnya apa yang terjadi kemarin."


"Kamu sudah bangun." ucap seorang lelaki yang membuka pintu kamar, Mayra yang melihat ada lelaki asing segera menutup kembali tubuhnya.


Lelaki itu meletakan sarapan di atas lemari kecil di samping kasur, "Kamu tenang aja saya tidak pernah menyentuh kamu. Semalam kamu pingsang akibat kamu mengajar lelaki brengsek di bar, aku sengaja membawa kamu ke apartemenku untuk mengobati luka kamu."


Mayra kembali melihat tubuhnya saat Edrick menebak pikiran wanita ini, "Saya hanya mengobati luka kamu aja sedangkan pakaian kamu sudah diganti oleh teman wanita saya."


Mayra bernafas lega mendengar ucapan lelaki asing ini, "Ini sarapan kamu. Di makan dulu nanti selesai makan saya akan mengantar kamu pulang."

__ADS_1


Mayra mengangguk setuju dengan ucapan lelaki ini, ia mengambil piring dari tangan lelaki itu dan mulai melahap makanan yang berada di piring.


__ADS_2