
Mayra bangun dan memandang ke arah jendela kamar, sedangkan Edrick yang melihat Mayra membuang muka langsung menyentuh wajah Mayra.
"Aku di sini May. Kenapa kamu malah sibuk menatap ke arah jendela, memangnya kamu tidak rindu padaku." ucap Edrick yang melihat wajah Mayra dengan seksama, sedangkan Mayra yang di tatap oleh Edrick menganggap biasa saja.
"Jendela lebih menarik dari pada kamu. Lagian juga kenapa aku harus merindukan kamu, kamu ini orang yang sudah menjadi bosku. Dan kamu berhak pergi sesuka hati kamu, kenapa kamu menanyakan seakan aku rindu padamu." Edrick melepaskan tangannya dari wajah Mayra, ia sudah menebak kalau Mayra akan berbicara seperti barusan.
"Kamu memang benar May kalau aku sudah membeli mu, asalkan kamu tahu kalau kamu sudah menjadi milikku. Jadi, tidak ada satupun orang yang bisa mengambil kamu dariku." Mayra merasa ancaman yang diberikan Edrick sangat menakutkan, apalagi melihat wajah yang penuh dengan amarah.
Ia tidak tahu kenapa sikap Edrick sedikit berubah, biasanya pria itu selalu memintanya menuntaskan hasratnya kenapa sekarang tidak lagi. Berarti hutangnya sudah lunas, makanya Edrick tidak meminta ke arah situ.
Sibuk melamun tiba-tiba saja Edrick menyadarinya saat intonasi suara itu mengeras, "Cepatlah bangun aku tidak mau menunggumu, jangan lupa kamu sarapan seperti biasa karena habis ini kamu harus melakukan sesuatu untukku."
Mayra dibuat bingung dengan Edrick, apa selama ini dia melakukan kesalahan sampai berubah sikap seperti itu. Mayra memutuskan untuk turun dari ranjang dan bersiap-siap melakukan ritual seperti biasa.
"Baru pulang, bang?" tanya Lion yang melihat Edrick berada di rumah saat lelaki itu sedang berjalan ke arah meja makan.
"Hem." jawab Edrick dengan malas, lalu dia kembali memanggil bibi untuk membuat minuman kesukaannya.
"Gimana sama hubungan kamu dan pacarmu itu, apa kalian mau melanjutkan kejenjang pernikahan." kata Edrick yang baru saja menyelesaikan minuman yang sempat diberikan bibi.
Sekarang tatapan serius itu tertuju ke arah Lion, saat dirinya penasaran bagaimana kelanjutan hubungan adik sepupunya dengan pacarnya.
"Aku sudah tidak memiliki hubungan lagi dengannya." suara yang dia keluarkan begitu berat saat membahas hubungannya, sedangkan dirinya sudah tidak memiliki hubungan lagi.
"Maksud kamu putus?" Lion mengangguk saat Edrick memberikan pertanyaan, "Bukannya hubungan kalian baik-baik kenapa bisa putus."
__ADS_1
"Gara-gara wanita gila itu bang. Dia yang membuat hubunganku putus dengannya, sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa setelah pisah." ada sedikit perasaan sedih saat membahas percintaannya sendiri, dan juga ia tidak rela kalau sampai putus seperti ini.
"Sudahlah namanya juga hubungan pasti pisah juga kalau gak cocok, lagian juga masih banyak wanita lain di luar sana untuk menjadi wanita lu. Bukannya lu ini suka mainin wanita, buat apa lu sedih gara-gara cewek lu itu." kata Edrick tanpa memiliki perasaan sedikitpun, karena Edrick tipe orang yang belum merasakan menjadi Lion.
Saat pembicaraan mereka selesai Mayra datang di antara mereka berdua, kedua lelaki itu menatap Mayra saat wanita itu duduk di kursi dekat dengan Edrick. Hanya terpisah dua bangku saja membuat mereka begitu sejajar, tapi entah kenapa di antara mereka seperti ada sesuatu.
"Kalian kenapa duduknya berjauhan sekali, bukannya kalian paling suka duduk saling berdekatan. Apa di antara kalian sedang ada masalah?" tanya Lion tiba-tiba membuat keduanya saling menatap lalu kembali menatap ke arah lain.
"Tidak ada. Perasaan lu aja kali, bukannya sibuk mengurus masalah lu sendiri malah sibuk mengurusi orang lain." timpal Mayra yang tidak menyukai Lion terlalu ikut campur masalahnya.
***
Mayra memutuskan pergi ke kantor Edrick, kadang ia bingung dengan sikap Edrick. Kadang baik, kadang cemburuan, dan kadang juga ngeselin. Tapi ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Edrick, entah kenapa tiba-tiba sekali pria itu memintanya untuk datang ke kantor.
Saat pintu itu terbuka Edrick dengan cepat menarik tangan Mayra dan mengunci pintu itu kembali, tubuh Mayra di letakan ke tembok sedangkan dirinya sibuk memandangi wajah Mayra.
"Hari ini kamu cantik sekali May, apa kamu sudah mengikuti keinginanku sebelum kamu datang ke kantor?" tutur Edrick membuat wanita itu mengangguk, lalu ia meminta Edrick untuk menjauh lebih dulu.
Barulah ia bisa memperlihatkan bagaimana pakaian yang diatur oleh Edrick, pakaian yang sesuai dengan lekuk tubuhnya. Mulai dari bagian atas sampai bawah, melihat penampilan Mayra hari ini membuatnya sangat liar.
Edrick sama sekali tidak bisa mengedip sedikitpun melihat tubuh Mayra, apalagi pakaian ini sangat cocok di tubuhnya.
"Pakaian kamu cocok sekali sama tubuh kamu May. Apalagi kamu mempunyai body yang sangat indah, pantas saja aku sangat tergila-gila olehmu." Edrick mulai memandangi tubuh Mayra dari bawah sampai atas, saat sibuk melihat tubuhnya ternyata ada satu tubuh yang paling menonjol di bagian baju.
Edrick melihat dua bukit kembar itu terpampang jelas di balik baju itu, apalagi bagian depannya sangat ketat sampai tidak bisa menyesuaikan ukuran buah dadanya.
__ADS_1
Aku akui kalau Mayra sangatlah sempurna, apalagi dengan kecantikan yang dimiliki wanita itu. Bagian tubuh mana yang tidak ia sukai, semuanya sangat dia sukai begitupun dengan bagian atas tubuh Mayra. Wanita ini sudah membuatnya tergila-gila akan kecantikan yang dimilikinya.
Mungkin ini pertama kalinya dia melihat bentuk tubuh wanita di atas rata-rata, tanpa menunggu waktu lama lagi Edrick mulai mendekati Mayra saat wanita itu masih menatapnya. Ia sudah menduga kalau pria ini akan memintanya untuk memuaskan hasratnya kembali.
Mayra sangat tahu saat Edrick berhasil dekat dengannya, apalagi wajah mereka sangatlah dekat sampai nafas yang mereka keluarkan terdengar oleh gendang telinga. Edrick mulai terpancing dengan nafsunya sendiri, sedangkan Mayra sangatlah pasrah dengan tindakan Edrick.
Pria ini sudah memulai aksinya, mulai dari mencium bibirnya sampai ke arah lain. Tapi kali ini ciumannya sangat lembut dan tertuntun rapih, sampai kelembutan itu sangat pas diimbangi oleh gerakannya. Edrick mulai mencoba masuk ke dalam rongga mulut Mayra, mencari sesuatu di dalam sana sampai Mayra terus mengikuti apa yang dilakukan Edrick.
Ciuman itu masih belum terlepas begitu saja, saat tangan nakal Edrick mencoba mencari sesuatu di balik pakaian itu. Pakaian itu dengan mudah masuk dengan tangan Edrick, tangan lembut pria ini mulai mencari kehangatan di sana membuat Mayra semakin dibakar oleh api panas kenikmatan ini.
"Mmpphhh." desis Mayra saat ia merasakan tangan itu sampai di bagian atas tubuhnya, bagian atas itu terus dimainkan oleh Edrick sampai benar-benar puas.
Seperti mainan yang sudah didapatkan langsung di coba, itulah yang dia rasakan saat ini. Mayra sangat menikmati permainan Edrick sampai dirinya tidak tahu harus melakukan apa.
Setelah puas dengan bagian tubuh atasnya, barulah Edrick kembali mencium bibir Mayra dengan ganas. Saking ganasnya Mayra sangat susah untuk mengimbangi, ciuman itu masih dalam di lakukan oleh Edrick. Sampai tangan nakal itu berulah kembali.
Mayra merasa jari tangan Edbert mulai menyentuh bagian pahanya, saat kaki satunya sengaja di letakan ke atas untuk mencari sesuatu di sana. Mayra terus mendesah saat mendapatkan sentuhan lembut yang diberikan Edrick.
Kelembutan itu membuatnya tergila-gila akan kenikmatan yang tidak bisa mengalahkan siapapun, baginya tindakan dan sentuhan Edrick sangat nikmat sampai dirinya terus mendesah. Suara indah Mayra membuatnya sangat semangat menggempur Mayra terus menerus.
Entahlah baginya keindahan yang dimiliki Mayra sungguh luar biasa, biasanya ia tidak pernah melakukan ini dengan wanita lain kecuali wanita lain yang lebih dulu memintanya. Sekarang dialah yang tergila-gila dengan tubuh Mayra, tubuh yang tidak bisa digantikan oleh siapapun.
"Augh... Ahh... mmpphhh..." keduanya sama-sama menikmati kegiatan panas ini, kegiatan yang tidak pernah berhenti sampai kapanpun.
Baginya ia sudah terperangkap dengan tubuh Mayra, Mayra seperti magnet yang tidak lepas dari genggamannya. Apalagi kalau melihat suara ******* yang keluar dari bibir wanita ini, sangatlah indah untuk didengar di telinganya.
__ADS_1