Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Sentuhan Orang Tidak Dikenal


__ADS_3

Mendengar ucapan yang disampaikan Lionel membuat Edrick mengerutkan kening, ia tidak tahu apa maksud perkataan Lionel. Selesai mengadakan meeting bersama dengan karyawannya, Lionel tiba-tiba datang dengan amarah yang membuat karyawannya merasa terganggu.


Ia segera membawa Lionel masuk keruangan pribadinya, di sana hanya mereka berdua saja yang berada diruangan itu. Edrick duduk di satu sofa yang sama dengan wanita ini, dan wanita itu malah mengeluarkan kontrak kerja sama yang mereka lakukan.


Edrick yang melihat itu langsung menatap Lionel, "Saya ingin membatalkan kerja sama kita."


"Membatalkan kerja sama? Bukannya kamu sendiri yang ingin kerja sama ini dilakukan, kenapa kamu malah membatalkan semuanya." ucap Edrick yang bersandar di sofa dengan satu kaki di angkat ke kaki satunya.


"Ya, karena aku tidak mau bekerja sama dengan orang pembohong seperti kamu."


"Hah? Pembohong? Apa selama kerja sama kita lakukan aku melakukan sesuatu sama kamu? Tidak 'kan. Kenapa kamu malah menuduhku seperti itu, kamu tahukan orang yang menuduh tanpa bukti itu namanya tidak sopan. Dia bisa dipenjara atas tuduhan yang tidak ada kaitannya dengan si pelaku, dan sekarang kamu malah bicara seperti itu."


"Aku tidak mengerti kenapa kamu tidak berkata dengan jujur kalau sebenarnya kamu sudah menikah. Dan kemarin aku bertemu dengan istri kamu yang namanya Mayra, dia mengatakan kalau kamu adalah suaminya."


"Aku rasa itu sudah jelas membuktikan kalau kamu menipuku." ujar Lionel membuat Edrick terdiam sambil berpikir, seketika senyumannya tertampak di wajah tampannya itu.


"Kalau boleh tahu dia bilang apa sama kamu?" tanya Edrick kembali, karena ia penasaran apa yang dikatakan Mayra kepada wanita ini.


Dengan perasaan kesal Lionel segera mengatakan yang sebenarnya, sejujurnya Edrick sangat senang kalau wanitanya mengatakan hal itu. Tapi ia juga tidak tahu kenapa Mayra melakukan itu, sungguh Mayra sangat cerdik dari apa yang dia bayangkan.


"Baiklah, saya akan bicara sama kamu mengenai Mayra. Yang kamu katakan benar kalau saya dengan Mayra sudah menikah, selama ini saya tidak memberitahu siapapun karena istri saya tidak mau mengatakan kalau dia adalah istri dari bos perusahaan ini. Makanya ia memintaku untuk merahasiakan pernikahan ini, supaya ia bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan siapapun." tutur Edrick dengan nada serius, ia juga tidak ingin kalau ada wanita di luar sana mengganggu Mayra.


"Oke kalau gitu aku mengerti maksud kamu. Tapi di sini saya yang dirugikan oleh kamu, kenapa gak dari awal kamu sudah menikah kalau seperti ini aku tidak akan mencari tahu semuanya."


Edrick tersenyum tipis dengan kalimat yang dilontarkan Lionel lalu ia kembali berbicara, "Yang saya tahu kamu ini hanyalah rekan kerja saya, kenapa kamu malah ikut campur urusan pribadi orang lain. Bukannya ini sudah menganggu privasi orang, perbuatan kamu bisa saya laporkan ke pihak berwajib."

__ADS_1


"Dan kerja sama yang kita lakukan bisa saya batalkan secara sepihak dengan kerugian yang tertera di kontrak kerja sama itu."


Lionel seketika merinding dengan tatapan tegas itu, gimana bisa ia melakukan hal bodoh ini tanpa berpikir lebih dulu. Kalau seperti ini ia yang akan rugi besar mengenai kerja sama ini.


Edrick masih menunggu wanita ini bicara, tapi tidak ada satupun ucapan yang keluar dari mulutnya. Apa dia takut dengan ucapannya, atau dia lagi memikirkan untuk melakukan sesuatu mengenai kerja sama ini.


"Baiklah Lionel, kalau gitu kamu bisa pergi dari ruangan saya. Masalah ini sepertinya sudah selesai di bahas, jadi tidak ada yang perlu kamu pikirkan lagi." kata Edrick meminta Lionel keluar dari ruangannya secara halus, Lionel yang merasa diusir segera bangkit dan pergi dari sana.


"Ternyata kamu licik juga Mayra, saya akan tunggu jawaban kamu nanti." batin Edrick dengan tersenyum.


***


"Argh! Sial! Kenapa semuanya jadi seperti ini, kalau Edrick sudah punya istri aku tidak bisa mendekatinya. Dan tidak bisa mengambil semua yang dimiliki pria itu." erang Lionel dengan emosi yang meluap-luap.


Sedangkan di satu sisi Mayra sedang sibuk berada di kampus, tepatnya di perpustakaan kampus. Ia di sana tidak sendirian melainkan bersama teman kuliahnya, mereka sangat sibuk memilih buku sampai Mayra tidak sadar kalau seorang laki-laki sibuk menatapnya.


Laki-laki yang sibuk menatap Mayra dari jauh tidak sadar kalau ada orang lain sedang menatapnya, lelaki itu tersenyum melihat apa yang ia lihat dan tanpa mengeluarkan bunyi ia segera melangkah mendekati pria itu.


Semakin melangkah kedua kakinya terus berjalan dengan pelan, dikit demi sedikit langkahnya sampai di temannya itu dan sentuhan tangan itu membuat pemilik tubuh itu terkejut dengan sentuhan seseorang. Melihat reaksi yang diterima temannya membuatnya tertawa, tetapi ia dengan cepat membungkam mulutnya itu.


"Kau ini seperti sedang melihat hantu saja." ucap teman laki-lakinya yang baru saja datang tanpa bersuara.


"Lagian lu juga kenapa ngagetin gua kaya barusan, untung gua langsung bungkam mulut lu kalau gak nanti semua orang yang ada di sini langsung demo ngusir kita dari sini." timpal Frans kembali melihat Mayra yang sibuk membaca buku.


Temannya itu tersenyum melihat apa yang dilihat Frans, "Jadi dari tadi lu sibuk memperhatikan Mayra dari jauh, kenapa lu gak samperin aja tuh cewek buat apa lu ngumpet di sini."

__ADS_1


"Gua gak mau ganggu dia lagi fokus baca buku. Lebih baik seperti ini dari pada nanti gua ganggu dia, tambah bahaya kalau gua gagal fokus lihat dia lebih dekat."


"Alah itu mah bisa-bisanya lu aja, lagian juga Mayra gak akan terganggu kalau lu gak berisik." jawab temannya itu, lalu ia lebih memilih meninggalkan temannya.


Selesai mata kuliah Mayra memutuskan untuk pergi menemui seseorang di balik perpustakaan ini, ruangan perpustakaan ini ada satu ruangan rahasia tanpa diketahui orang lain. Hanya dia yang mengetahui rahasia kampus ini, dan juga rahasia dosen yang selalu mesum dengan mahasiswinya.


Emang tidak asing lagi bagi mahasiswa/mahasiswi yang mengetahui desas desus itu, karena semua kampus seperti itu. Di balik kampus yang sangat terkenal ada sisi negatif tanpa orang lain tahu.


Sisi negatif itu dialah yang tahu, karena ia tidak sengaja mendengar suara ******* wanita seperti dirinya. Tapi ia tidak pernah melakukan itu di dalam kampus, sedangkan orang yang melakukan itu melakukannya di dalam kampus demi mendapatkan nilai yang tinggi.


Mayra sungguh aneh kenapa banyak mahasiswi melakukan itu demi nilai, tapi mau gimana lagi kalau kelakuan mereka sudah tidak diragukan lagi. Jadi, Mayra memutuskan untuk menutup kelakuan mereka semua.


Sedang dari arah belakang seorang lelaki masuk ke dalam perpustakaan, lelaki itu melangkah ke tempat Mayra berada. Lelaki itu terus menghampiri Mayra dan memutuskan untuk berdiri di belakang Mayra.


Pria itu melirik ke arah kanan dan kiri, lalu kembali melihat Mayra. Mayra yang belum sadar akan kehadiran orang lain masih tidak peduli, tapi seketika Mayra berhenti membaca saat merasakan ada seseorang yang menyentuh tubuhnya.


Mayra memilih diam dan mengabaikan apa yang dia rasakan, tapi lama kelamaan tangan itu masuk ke dalam pakaiannya. Sentuhan itu seketika membuat Mayra tidak bisa fokus lagi, ia malah fokus dengan apa yang dia rasakan sekarang.


"Mmpphhh..." Mayra mencoba menahan suara desahannya karena dia tidak mungkin bersuara di perpustakaan.


Tangan itu terus meremas bagian atas tubuhnya sampai tangan satunya mencoba meraba paha secara bergantian.


"Mmpphhh... augh..." desis Mayra dengan pelan, tangan kekar itu masuk ke area bawah saat bagian atasnya sudah berpindah.


Mayra semakin tidak bisa berpikir jernih dengan apa yang orang ini lakukan, ia malah mencoba menutup mulutnya menggunakan buku. Dia sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan orang ini, tiba-tiba saja orang asing ini datang dan langsung membuatnya seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2