
"Wow, cepat sekali kau masak. Boleh aku coba masakan kamu?" tanya Lion yang penasaran rasa dari makanan ini.
Mayra mengangguk, Lion langsung mengambil piring yang sudah tersedia di meja. Satu persatu semua makan itu di letakan di piring, suapan pertama yang dia ambil masuk ke dalam mulutnya. Dan benar saja kalau masakan yang dibuat Mayra sangatlah enak, malah dia lebih suka masakan ini dari pada makanan yang ada di luar.
"Gimana kamu sudah percayakan kalau aku bisa masak." ucap Mayra memilih duduk di bangku.
"Aku akui kalau kamu pandai memasak, tapi sepertinya ada yang kurang dengan masakan kamu." Mayra mengerutkan kening saat mendengar kalimat Lion, ia melihat laki-laki itu berdiri dan melangkahkan ke salah satu lemari.
Lemari itu berada diujung dan lebih besar dari lemari yang lain, dia tahu kalau lemari itu berisi banyak minuman beralkohol. Tapi kenapa pria itu malah mengambil minuman itu dan meletakannya di meja.
"Nah kalau gini bagus." ujar Lion yang sudah meletakan botol itu di tengah-tengah meja.
Tanpa bicara apapun Lion segera menuangkan minuman itu ke gelas, dua gelas yang dia bawa secara bergantian di tuangkan. Gelas pertama diberikan untuk Mayra, gelas kedua untuk dirinya sendiri. Mayra masih menatap lelaki itu saat memintanya untuk bersulang, tanpa pikir panjang Mayra mengikutinya.
Selesai makan memang waktunya sudah malam, walau tidak begitu malam tapi matahari sudah tidak menampakan dirinya lagi. Sekarang menuju saat Lion menikmati minuman itu, sedangkan Mayra yang terbiasa meminum minuman ini tidak merasa aneh sama seperti Lion.
Tapi setelah berulang-ulang menuangkan minuman itu ke dalam gelas, akhirnya mereka berdua merasakan mabuk saat minuman itu masuk ke dalam tubuh. Keduanya sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, yang ada dipikirannya hanyalah minum dan minum sampai tuntas.
Lion memutuskan menatap Mayra saat pandangannya sudah tidak normal, "May, apa kamu pernah merasakan jatuh cinta?" pertanyaan yang tidak masuk akal itu membuat Mayra menatap dan mengerutkan kening.
"Ya! Sepertinya aku sedang jatuh cinta May. Dulu aku pernah jatuh cinta dengan wanita, tapi dia malah memutuskan aku dan memilih bersama dengan pria lain. Saat hubungan kita dihancurkan oleh orang lain, apakah aku bisa mendapatkan wanita itu kembali." lontar Lion saat gerakan dan ucapannya mulai melantur.
Mayra tidak bisa merespon apapun ucapan Lion, malah mulai terasa pusing di bagian kepalanya. Mayra mencoba mengimbangi tubuhnya saat bangun, tapi alhasil tubuh itu goyang saat seseorang segera menangkap tubuhnya.
__ADS_1
Tanpa begitu jelas melihat siapa orang itu, ia malah menyentuh wajah pria itu dengan lembut membuat lelaki itu terpesona akan kecantikan Mayra. Mayra memang tidak memakai pakaian yang tidak begitu seksi, tapi lekuk tubuh bagian atasnya terlihat di mata lelaki itu.
Lion sudah tidak bisa berpikir waras melihat apa yang dia tatap, tatapan matanya masih tertuju pada bagian tubuh Mayra paling atas yang menonjol lebih jelas, apalagi buah dada itu terlihat besar dan berisi membuatnya ingin menyentuhnya.
"Lion, lepas. Aku sudah tidak apa-apa." ucap Mayra, barulah tubuhnya itu terlepas dari genggaman Lion.
Tetapi saat Mayra mau melangkah tiba-tiba saja tangannya disentuh oleh Lion, Mayra menatap lelaki itu tanpa memiliki kesadaran yang ekstra. Tapi ia masih melihatnya dengan jelas, kalau Lion memang menyentuh pergelangan tangannya.
Lion menarik tangan Mayra dengan cepat, membuat tubuhnya mengenai tubuh Lion. Lion tanpa sengaja mencium tubuh Mayra yang begitu harum, ia tidak percaya kalau tubuh wanita ini begitu menyenangkan di benaknya.
***
Lion segera melepaskan tubuh Mayra untuk menatap wanita itu, dia melihat kalau Mayra sudah terbakar api panas akibat minuman barusan. Entah dia memiliki keberanian seperti apa membuatnya tertarik untuk menyerang Mayra, bibir seksi itu di lahap lembut saat awalnya hanya sebuah sentuhan saja.
Insting laki-laki tidak pernah salah, ia juga memiliki naluri saat menyentuh bibir Mayra dengan rakus. Lion memutuskan untuk mengakhiri ciuman itu, tapi malah dia merasa kalau kepalanya di dorong oleh tangan Mayra.
Membuat ciuman itu berlanjut sampai dalam, ia merasa kalau ciuman itu begitu kuat sampai suara ciuman terdengar di telinga mereka. Lion mencoba menggunakan satu tangannya untuk menyentuh dan meraba paha Mayra, paha mulus di balik pakaian itu sengaja ia sentuh dengan lembut.
Mayra yang merasakan sentuhan hangat dari tangan Lion mulai melepaskan ciumannya, dan mulai mengeluarkan suara kenikmatan yang ingin dia keluarkan begitu saja. Sampai waktunya saat seluruh rumah padam, lampu mati membuat keduanya tidak bisa peduli dengan lingkungannya.
Yang mereka pedulikan hanyalah hasrat yang harus mereka tuntaskan saat ini, Lion membawa Mayra ke meja dekat dapur tanpa ada penerangan dari cahaya lampu ia dengan mudah melihat Mayra. Ia meletakan Mayra me meja marmer, sedangkan dirinya mencari sesuatu dari bawah tubuh Mayra.
Lion mencium telapak kaki Mayra sampai menjelajah di bagian betis hingga paha, Mayra sangat menyukai permainan ini apalagi Lion sangat ahli membuatnya bergairah. Secara bergantian Lion mencium dan meraba kedua kaki Mayra, sampai ia kembali ke atas tubuh Mayra.
__ADS_1
Ia kembali mencium bibir Mayra dengan ganas, sampai keganasan itu membuat suara yang sangat nikmat. Rumah padam tanpa lampu tidak bisa dipungkiri saat keduanya sama-sama menikmati kegiatan panas ini.
"Mmpphhh." Mayra semakin mendalami adegan ciumannya, saat kedua tangannya terus memainkan punggung tegap Lion.
Reaksi Mayra sangatlah diluar dugaannya, malah wanita ini menikmati apa yang dia berikan. Sampai-sampai ciuman itu terlepas dan beralih ke leher jenjang, tak hanya itu saja malah Lion dengan sengaja mencium area sensitif Mayra di bagian daun telinga.
"Augh... Ahh..." tanpa sengaja tubuhnya itu dibusungkan ke depan, membuat buah dada itu terlihat jelas bentuk keindahannya.
Lion terus menghajar abis-abisan tubuh Mayra sampai wanita itu merasa banyak sekali pelepasan, Lion sangat bangga saat lawan mainnya puas dengan kegiatan panas ini apalagi ia tidak tahu sudah berapa kali Mayra mendesah menyebut namanya.
Sampai akhirnya lampu rumah menyala, kegiatan panas itu berhenti dan Lion langsung membawa Mayra ke kamar yang berada di lantai bawah. Dengan ciuman yang masih menempel, sampailah mereka di kamar dan Lion segera mengunci kamar.
Lion merasa kalau adegan panas semalam membuatnya tersenyum senang, tanpa ia ketahui kalau dirinya sudah merasakan tubuh Mayra yang selama ini ingin dia rasakan. Dan malam itu ia melakukannya dengan Mayra, walau minuman yang dia bawa untuk sampingan makan malamnya.
Tapi baginya minuman itu sangat membantu, Lion tersenyum saat melihat siapa yang tidur di ranjang yang sama. Mayra, wanita itu sangat nyaman saat kedua tangannya memeluk tubuhnya. Lion sangat bangga bisa bersama dengan Mayra, apalagi ini pertama kalinya ia membuat Mayra masuk ke dalam hidupnya.
Lion mencium kening Mayra dengan lembut dan kembali menatap Mayra saat ciuman itu terlepas, "Terima kasih May kamu sudah memberikan sesuatu yang berharga di hidupmu. Aku sangat menyukainya apalagi saat kamu terus mendesah menyebut namaku, aku rasa aku akan tergila-gila olehmu May." batinnya dalam hati dengan menyentuh wajah Mayra dengan lembut.
Lion memutuskan untuk membiarkan Mayra istirahat, sedangkan ia pergi ke kamar mandi yang berada di lantai bawah. Dua menit kepergian Lion Mayra membuka mata, ia melihat sekeliling kamar yang sangat berbeda dari kamarnya. Hal pertama yang dia rasakan saat bangun tidur, kepala mulai terasa sakit mungkin akibat terlalu banyak minum sampai seperti ini.
Mayra melihat tubuhnya hanya ditutupi dengan selimut, itupun tubuhnya dalam keadaan telanjang tanpa pakaian. Mayra baru saja mengingat apa yang terjadi semalam, malam itu kepalanya terasa pusing saat minuman tapi ia merasa kalau dirinya selalu bergairah dengan seseorang.
Dan benar saja kalau semalam ia melakukan itu dengan Lion, pria itulah yang membantunya untuk menuntaskan api panas di tubuhnya. Tapi kenapa dia tidak menolak ajakan Lion, malah dia sangat menikmati apa yang dilakukan Lion. Apa dia sudah terbiasa melakukan ini, mungkin saja lagian pekerjaannya melayani laki-laki untuk mendapatkan uang.
__ADS_1
Jadi itu hal biasa untuknya, walau dia tahu kalau tubuhnya masih terasa sempit tanpa ada pelonggaran sedikitpun. Mayra memutuskan untuk turun dari ranjang, dan pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamar.