Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Kehidupan Baru


__ADS_3

Lima tahun yang dialami Cantika sudah membuatnya menderita, sekarang ia sudah melewati masa-masa sulit selama lima tahun itu. Walau dia merasa hidupnya hancur tetapi ia memiliki seorang sahabat yang sudah menjadi keluarganya.


Cantika sudah tidak bersama dengan Lily, ia memutuskan untuk mencari rumah dan tinggal bersama dengan putrinya. Anak yang sempat ia gugurkan saat melakukan hubungan satu malam bersama lelaki yang tidak tau siapa pria itu.


Selama masa sulit kehidupan, akhirnya masa-masa itu sudah berakhir dan sekarang putri kecilnya sudah dewasa. Selama anak itu lahir ia sudah mengubur identitas masa kelamnya dulu, dia tidak mau kalau nanti putrinya mengalami seperti apa yang dia lakukan.


"Momi aku pulang." ucap seorang wanita yang baru saja datang setelah selesai kampus.


"Eh anak momi sudah pulang. Gimana kampus baru kamu apa kamu suka tempatnya?" tanya Cantika yang melihat putrinya datang.


Mayra membalas senyuman ibunya saat ia sudah menghampiri Cantika di dapur, "Suka banget mom. Aku rasa kampus baruku akan menjadi tempat favoritku, momi taukan kalau kampus itu adalah impianku dari dulu. Makanya aku berusaha untuk mendapatkan kampus impianku."


Cantika duduk di kursi meja makan dengan mengambil dua piring, "Bagus kalau kamu suka, momi bangga punya kamu. Kamu harus belajar yang rajin supaya kamu bisa jadi orang sukses."


"Pasti mom." selesai mereka bercerita akhirnya kedua wanita itu menikmati sarapan bersama.


Selama dia hidup di sini dan mengurus anak seorang diri, Mayra tidak pernah tau siapa dirinya di masa lalu, dia juga tidak mau kalau Mayra sampai tau siapa dirinya yang sebenarnya.


"Momi. Momi baik-baik aja kan?" tanya Mayra yang melihat Cantika bengong sambil menatapnya.


"Hah? Nggak apa-apa nak. Momi gak nyangka aja ternyata kamu sudah besar, dulu kamu masih kecil sekarang sudah menjadi wanita dewasa."


Mendengar ucapan Cantika membuat Mayra tersenyum, ia juga bangga kepada ibunya. Sudah membesarkan dirinya sendiri tanpa seorang ayah, walau begitu ia juga tetap menyayangi Cantika dan ayahnya yang sudah lama meninggal.


Mayra menyentuh punggung tangan Cantika dengan menatap wajah Cantika dengan lembut, "Aku seharusnya yang bangga punya seorang ibu seperti momi, karena berkat momi aku menjadi wanita seperti sekarang. Makasih momi sudah membesarkan aku tanpa seorang ayah."


Deg!


Mendengar itu Cantika terdiam, ia tidak tau harus mengatakan seperti apa tentang ayah kandungnya Mayra. Dia saja tidak tau siapa laki-laki yang menghamilinya, dan sekarang dia tidak bisa mengatakan yang sejujurnya kepada Mayra.


Cantika melanjutkan sarapannya kembali saat dia menatap Mayra, ia membalas senyuman Mayra saat putrinya melemparkan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Maafkan momi Mayra, momi terpaksa membohongi kamu. Momi tidak mau kalau kamu sampai tau kebenarannya." batin Cantika saat dirinya masih melanjutkan sarapan.


Keesokannya Mayra seperti biasa pergi ke kampus jam sembilan pagi, ia pergi ke kampus selalu memakai motor karena itulah kendaraan satu-satunya yang dia punya. Tiba di sana ia sudah di sapa dengan salah satu teman wanita.


"Tumben dateng jam segini biasanya telat." mendengar ucapan teman sebelahnya ia menampakan gigi ratanya, yang dikatakan temannya ini benar kalau dia suka terlambat datang ke kampus.


Karena mau gimana lagi ia harus kerja setelah pelajaran selesai, dia sudah melakukan aktivitas seperti sudah lama tanpa diketahui oleh Cantika.


***


Cantika yang memiliki usaha bunga selalu berjaga di tempat usahanya, toko bunga ini selalu menemaninya selama lima tahun saat dia memakai uang yang sempat diberikan lelaki asing, lelaki yang sudah mengambil keperawanannya.


Cantika tidak merasa menyesal melahirkan seorang wanita seperti Mayra, tapi ia sangat menyesal sudah mengikuti perkataan Inez temannya dulu. Sekarang ia sudah tidak pernah berhubungan dengan Inez, bertemu dengan orang tua angkatnya saja sudah tidak pernah.


Apalagi menginjak tempat itu lagi, baginya tempat itu sudah tidak berarti karena ia sudah memiliki keluarga yang lengkap tanpa kembali ke masa lalu.


"Permisi Bu. Saya mau pesan bunga." ucap salah satu pelanggan yang baru saja masuk ke toko bunga.


Cantika yang mendapat pelanggan segera menghampiri wanita tersebut, "Pesan bunga seperti apa Bu? Di sini banyak berbagai macam bunga, ibu mau bunga seperti apa?"


"Baik Bu, saya akan mengantar pesanan ibu sesuai dengan alamat yang ibu tuju. Dan saya akan membuatkan karangan bunga yang ibu mau." kata Cantika kepada pelanggan wanitanya.


Wanita itu tersenyum lalu, "Terima kasih banyak Bu. Ini uang mukanya lebih dulu setelah bunganya sampai saya akan transfer sisanya."


Cantika menerima uang wanita itu lalu mengucapkan terima kasih, setelah menerima uang tersebut barulah ia mengerjakan pesanan pelanggannya.


Selesai kampus Mayra pergi bekerja di sebuah club bar, club bar yang sudah menemaninya lama sebelum mendapatkan kampus impiannya. Mayra terus mengerjakan pekerjaannya sebagai karyawan bar, walau dia tau pekerjaan seperti ini selalu ada resikonya.


Ini pekerjaan salah satunya yang dapat dia lakukan tanpa sepengetahuan Cantika, "Mayra, kamu berikan pesanan pelanggan di ruangan VIP. Kalau mereka meminta kamu menemaninya kamu lakukan pekerjaan kamu, jangan sampai pelanggaran marah hanya gara-gara kamu menolak keinginan pelanggan."


"Baik, saya mengerti." Mayra mengambil minuman yang sempat dibuat bartender, Mayra membawa minuman itu ke ruangan VIP.

__ADS_1


Ruangan yang selalu di pesan oleh kalangan atas, Mayra melangkah terus melangkah sampai dirinya tiba di ruangan tersebut. Tanpa mengetuk pintu Mayra segera masuk dan memberikan minuman itu kepada mereka.


Saat Mayra meletakan botol minuman itu di meja, dia merasakan ada seseorang yang menyentuh bagian pahanya. Mayra yang merasakan itu refleks menghindar lalu bergegas berdiri sebelum tubuhnya di raba lebih dalam.


"Maaf tuan tangan anda menyentuh paha saya." ucap Mayra dengan sopan.


Lelaki itu tersenyum dengan menatap wajah Mayra, "Ada yang salah dengan tindakan saya, bukannya wanita seperti kamu menginginkan sentuhan itu."


"Tidak semua wanita yang bekerja di bar ini sama tuan. Tuan saja yang menganggap wanita di sini sama, bagi saya wanita di sini berbeda termasuk saya." titah Mayra yang tegas menolak ucapan lelaki itu.


Lelaki itu tertawa mendengar ucapan Mayra, mungkin dia pikir ucapan Mayra seperti wanita munafik yang tidak ingin di sentuh. Baginya wanita seperti ini yang sangat langka dia temui, seharusnya wanita inilah yang menjadi santapannya.


"Haha! Siapa nama kamu?"


"Mayra."


Lelaki itu tersenyum dengan tubuh yang sudah terperdaya dengan minuman, "Kamu itu cantik dan seksi, kenapa harus menolak ajakan saya Mayra. Semua wanita di sini membutuhkan tips dari pelanggannya, bukan kaya kamu yang berlaga menolak ajakan pelanggan kamu."


"Bagi saya tips tidak penting karena saya sudah mendapatkan gaji yang saya mau, bukan seperti anda yang menyamakan semua wanita di sini sama. Kalau memang anda menginginkan sentuhan dari wanita lain, carilah wanita yang mau di sentuh bukan saya."


Mayra bergegas keluar dari ruangan tersebut, tetapi saat Mayra mau membuka pintu itu sebuah tangan menyentuhnya. Mayra melihat lelaki itu, lelaki yang tidak tau diri yang sempat menyentuh tubuhnya.


"Lepaskan tangan anda tuan, saya tidak mau berurusan dengan lelaki seperti anda." kata Mayra dengan tegas membuat lelaki itu tersenyum tidak jelas.


"Lepaskan kata kamu, apa menurut kamu saya bisa melepaskan kamu begitu saja. Tidak semudah itu Mayra, karena kamu sangat langka di temukan di tempat ini."


"Gimana kalau kita bermain dulu siapa tau kamu ketagihan dan tidak menolak ajakan saya lagi."


"Tidak akan pernah saya bermain dengan lelaki seperti kamu, karena kamu sangat menjijikan di hadapan saya."


Mendengar perkataan Mayra membuat lelaki itu marah besar, kata-kata yang keluar dari mulut Mayra sangat membuatnya terhina karena baru kali ini ada wanita yang berani melawannya.

__ADS_1


Lelaki itu menarik tangan Mayra, Mayra yang mendapat perlakuan kasar segera menghempas tenaga lelaki itu dengan kekuatannya. Alhasil lelaki itu kesakitan saat ia menendang bagian inti lelaki itu, melihat lelaki itu sudah tumbang Mayra segera keluar dari ruangan tersebut.


"Kurang ajar kamu Mayra, saya akan balas perbuatan kamu." teriak lelaki itu dengan lantang saat dia mencoba menahan rasa sakit dibagikan intinya.


__ADS_2