Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Rahasia Terbongkar


__ADS_3

"Kamu dari mana aja mas. Kenapa jam segini kamu baru pulang." ujar Meta yang melihat suaminya baru saja melangkah menuju tangga, tanpa Bagas berbalik badan ia menjawab dengan singkat.


"Sibuk Kerja." Meta tertawa mendengar jawaban yang dilontarkan Bagas, ia semakin dibuat aneh dengan sikap Meta.


"Kerja mas? Apa kamu yakin selama ini kamu kerja? Kamu tidak lagi membohongiku, 'kan." sambung Meta membuat lelaki itu memilih membalikan badan, di sana ia melihat istrinya sedang menatapnya.


"CK! Aku sudah tahu semuanya mas. Selama ini kamu tidak sibuk kerja melainkan sibuk bersama dengan selingkuhan kamu." Bagas dibuat bingung dengan ucapan Meta, ia tidak mengerti dengan perkataan istrinya.


"Gak usah pura-pura bingung gitu mas aku sudah tahu semuanya. Selama ini kamu beralasan kerja untuk menutupi aib kamu, aku tahu kamu mempunyai wanita simpanan. Aku sudah melihatnya mas, kamu sibuk dengan dua wanita yang selama ini kamu sembunyikan. Dan aku tidak tahu hal itu." Meta lebih memilih berhenti sejenak dengan pembicaraannya dan lebih menahan rasa sesak di dadanya.


"Aku tanya sama kamu siapa wanita itu? Kenapa kamu tidak memberitahuku, kenapa kamu menyembunyikan semuanya dari aku mas." pekik Meta yang berusaha menahan amarahnya, lalu kini ia menatap mata suaminya yang masih diam tanpa bicara.


Bagas menatap Meta, wanita yang kini sudah menjadi istrinya. Dan wanita itu sudah mengetahui tentang Mayra dan juga Cantika.


"Oke, aku akan memberitahu kamu yang sebenarnya. Dua wanita yang kamu temui itu adalah anak kandungku dan wanita satunya adalah ibu dari anakku." ungkap Bagas dengan santai, membuat sekujur tubuh Meta digores dengan pedang yang sangat tajam.


Dengan santainya suaminya bicara di depannya tanpa memikirkan perasaannya, itu semua terasa sakit saat mengetahui kalau Bagas lebih memilih dua wanita itu.


"Sekarang aku minta sama kamu, kamu lebih pilih mereka atau aku." Bagas melihat bagaimana Meta membuat keputusan, tetapi ia tidak mungkin memilih wanita ini. Karena di antara mereka tidak bisa bersama lagi.


"Aku memilih mereka dan secepatnya aku akan menceraikan kamu." lontar Bagas dengan tegas, Meta tidak bisa lagi menahan rasa perih di hatinya.


Ini pertama kalinya mendengar kalimat yang tidak semestinya ia dengar dari mulut Bagas, tapi kali ini ia mendengarnya sendiri.


"Tapi kenapa mas. Bukannya aku lebih dulu mengenal kamu dari pada mereka, kenapa kamu memilih mereka dari pada aku dan Lionel."


Bagas membuang nafasnya dengan kasar saat melihat Meta berusaha untuk menghampirinya, dan wanita di depan matanya ini menyentuh tangannya dengan menatap kearahnya.

__ADS_1


"Karena kamu bukan wanita yang aku cintai dan Lionel bukan anak kandungku. Kamu harus ingat perjanjian kita selesai menikah, aku akan menikahi kamu dan mengizinkan anak kamu lahir supaya anak itu merasakan memiliki keluarga. Sedangkan aku tidak merasa menyentuh kamu, jadi aku harap kamu paham hal itu. Sebelum semua orang tahu siapa kamu dan siapa Lionel." ucap Bagas, pria tampan itu bergegas pergi ke kamar.


Sedangkan Lionel yang baru saja pulang melihat maminya di ruang tamu sambil menangis, Lionel segera menghampiri Meta dan memeluk tubuh Meta.


"Momi. Momi, kenapa sedih begini. Ada apa sebenarnya? Kenapa momi bisa seperti ini, dimana Dady, mom?" Lionel terus menanyakan keadaan Meta, ia juga tidak mengerti kenapa momi-nya tiba-tiba seperti ini.


Ia tidak tahu kenapa? Dan dia tidak melihat keberadaan Dady, Lionel masih berusaha menenangkan Meta dengan memeluk dan mengelus punggung Meta. Dibalik itu semua Lionel merasa ada yang aneh diantara kedua orang tuanya, dan itu semua membuat Lionel ingin mengetahui semuanya.


***


Lionel tanpa sepengetahuan Meta mencari tahu permasalahan orang tuanya, ia bergegas mengikuti mobil Bagas. Dia ingin tahu kenapa sikap Bagas lebih dingin dari biasanya, dan membuat hubungan antara keduanya semakin renggang.


Lionel memutuskan untuk tidak kuliah, disinilah Lionel berada. Di kantor Bagas karena selama Lionel di sana tidak ada kecurigaan terhadap ayahnya, sampai dimana Bagas keluar dari kantor dan membawa mobil itu pergi dari sana. Lionel yang sudah lama menunggu segera mengikuti mobil itu, mobil yang biasanya dipakai oleh Bagas.


Lionel menghentikan mobi saat melihat mobil milik Bagas terparkir di sebuah rumah, rumah yang tidak terlalu mewah tapi membuatnya sangat curiga. Ia melihat Bagas turun dari mobil menuju rumah tersebut, disanalah ia melihat pemilik rumah keluar dan menyambut Bagas dengan hangat.


Dua jam menunggu di mobil akhirnya Bagas keluar dari rumah bersama dengan wanita itu, mereka saling bermesraan di depan matanya. Membuat Lionel geram dengan wanita pelakor itu, Bagas masuk ke dalam mobil dan mobil itu pergi menjauh.


Tinggal dirinya yang masih di sana, tanpa menunggu lagi akhirnya Lionel turun dari mobil untuk datang ke pemilik rumah itu. Lionel terus membunyikan suara bel sampai pemilik rumah membuka pintu.


Wanita cantik itu tersenyum indah di depannya, saking cantiknya sampai Lionel tertarik dengan wanita ini. "Kamu cari siapa?" pertanyaan itu sontak membuat Lionel tersadar.


"Boleh aku masuk tante." pemilik rumah itu mengangguk dan mengizinkan Lionel masuk, Cantika meminta wanita asing itu duduk dan dia sibuk menyiapkan minuman.


"Kamu ada perlu apa datang ke rumah saya? Apa kamu mengenal saya?" tanya Cantika yang sudah membuat minuman, wanita cantik itu mempersilahkan tamunya untuk minum.


Cantika duduk di depan Lionel saat wanita itu selesai minum, "Begini Bu. Apakah ibu mengenal pria ini?" tanya Lionel yang memberikan foto Bagas, Cantika yang mengetahui siapa foto itu menatap wanita itu kembali.

__ADS_1


"Saya mengenal pria itu. Kenapa kamu menanyakan pria yang ada di foto itu." urai Cantika yang kini melihat bagaimana wanita asing ini menyimpan kembali foto tersebut.


"Saya anak dari laki-laki yang ada foto itu." mendengar itu membuat Cantika terkejut, bagaimana bisa wanita ini datang dan mengetahui alamat rumahnya.


"Kenapa tante terkejut begitu, seharusnya saya tanya sama tante ada hubungan apa tante sama ayah saya." tutur Lionel yang menatap Cantika dengan nada serius.


Cantika masih diam, ia tidak tahu harus memulainya dari mana. Seharusnya ia menceritakan semuanya, tapi entah kenapa mulutnya sangat berat untuk mengungkapkan sebenarnya.


"Kenapa kamu diam saja. Saya datang kesini untuk menanyakan hubungan kamu dengan ayah saya, apa kalian memiliki hubungan khusus selama saya dan momi saya tidak tahu?" Lionel sangat berharap kalau apa yang dia takuti tidak seperti yang ada dipikirannya.


"Baiklah saya akan memberitahu semuanya." akhirnya Cantika memutuskan untuk menceritakan semuanya, mulai dari pertemuannya dengan Bagas sampai lahirlah seorang anak bernama Mayra.


Entah dia mau senang atau sedih yang pasti hatinya terasa hancur, apalagi ia baru mengetahui semuanya. Jadi selama ini Bagas menyembunyikan semuanya, pantas hubungan orang tuanya tidak seharmonis orang lain.


"Kenapa kamu melakukan ini semua. Kenapa kamu malah menghancurkan keluargaku, sebenarnya apa mau kamu. Kamu mau uang, harta atau apa! Aku akan mengabulkan semuanya asalkan kamu berhenti berhubungan dengan dady ku, apa kamu bisa?" seorang anak meminta selingkuhan ayahnya untuk menghentikan hubungannya, tapi sebenarnya semuanya tidak seperti yang dipikirkan anak ini.


Dia sama sekali tidak ingin melakukan hal ini, ia juga tidak meminta menjalin hubungan dengan Bagas walau dia tahu kalau sebenarnya Bagas ayah kandung anaknya. Tapi bagaimana bisa wanita ini menyimpulkan kalau dia adalah selingkuhan ayahnya.


"Saya tidak mau apa-apa dari kamu, kalau kamu mau tahu semuanya lebih baik kamu tanyakan saja sama ayah kamu. Saya tidak bisa melakukan permintaan kamu apalagi meminta sesuatu dari kamu." urai Cantika dengan lembut dan menolak pemberian yang dikatakan Lionel.


Lionel tersenyum sinis mendengar perkataan wanita simpanan ayahnya, dia malah muak dengan gaya bicara wanita ini.


"Oke. Kamu mungkin tidak mau apa-apa dariku tapi aku minta kamu jauhi dady saya, apa kamu bisa menuruti semua permintaanku?" Cantika tidak tahu harus melakukan apa lagi kepada anak ini, apa yang dipikirkan anak ini bukan seperti anak ini pikirkan.


Cantika menutup kedua matanya dan menarik nafasnya dengan pelan, lalu membuka matanya kembali dan melihat wanita itu lagi.


"Saya tidak bisa mengikuti keinginan kamu, saya dengan dady kamu memang memiliki hubungan tapi bukan hubungan yang kamu pikirkan. Dady kamu adalah ayah dari anakku, dia juga yang bertanggung jawab atas putrinya." ujar Cantika yang kini melihat bagaimana anak ini malah tidak menyukainya.

__ADS_1


"Ck, dasar murahan." gumam Lionel dengan pelan membuat Cantika sebisa mungkin menahan amarahnya.


__ADS_2