Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Menolak Perjodohan


__ADS_3

Penerbangan dari kota menuju London sudah tiba tepat malam hari, ia memutuskan untuk memesan kamar hotel yang sudah ia pesan lebih dulu. Kedatangannya di London membuat Lion mengirim pesan kepada orang tuanya, mereka memintanya untuk datang saat jam makan siang.


Tepat jam makan siang Lion memutuskan untuk menemui kedua orang tuanya, ia tiba di sebuah restoran yang sudah dijanjikan maminya. Di sana ia melihat orang tuanya tersenyum saat melihat kedatangannya.


"Kamu sudah datang nak." ucap wanita berparas cantik yang suka dipanggil mami.


"Silakan kamu duduk." Lion mengangguk dengan ucapan papinya, laki-laki yang duduk di samping maminya itu terus menanyakan sesuatu tentangnya.


Tidak hanya dirinya saja melainkan Edrick menjadi pusat pembicaraan mereka berdua, walau keduanya bukan saudara kandung tapi bagi mereka Edrick seperti anak kandungnya. Ia sudah menganggap Edrick seperti putranya sendiri, begitupun dengan Lion yang sudah menganggap Edrick abangnya sendiri.


"Pi, mi. Ini kalian memintaku untuk datang kemari untuk apa? Apa kalian mau membahas pekerjaan?" tanya Lion yang menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


"Mami kamu menyuruh kamu datang ke London bukan membahas pekerjaan melainkan membahas perjodohan." ucap laki-laki yang duduk di samping maminya.


"Perjodohan? Jadi maksud kalian aku akan di jodohkan begitu." orang tua Lion mengangguk secara bersamaan, tepatnya maminya yang menginginkan perjodohan ini.


"Ya sayang, mami yakin pasti kamu suka sama dia." ucap mami yang menyakini Lion kalau perjodohan ini tidak seburuk yang dipikirkan Lion.


Setelah lama menunggu akhirnya tamu yang mereka tunggu sampai, mereka berpelukan satu sama lain dan juga menanyakan kabar atau bisnis yang akan mereka jalani.


"Maaf ya aku lama datang kemari, aku lagi nunggu putriku dulu katanya dia lagi ada pekerjaan makanya telat datang." ucap wanita itu selaku teman dari maminya.


Wanita itu tersenyum lalu saat duduk ia sempat melihat ke arah Lion yang sibuk bermain handphone, "Ini putra kamu yang kamu ceritakan itu?"


"Ya! Kenalin dia Lion putra keduaku."


"Wah ternyata dia tampan juga, lebih tampan dari fotonya." balas wanita itu dengan sedikit candaan, Lion terpaksa tersenyum saat maminya menyuruhnya untuk tersenyum.


Lion memperkenalkan diri kepada teman maminya, tiba-tiba saja saat mereka asik berbincang seseorang datang.

__ADS_1


"Maaf aku terlambat." ucap seorang wanita yang bersuara khas lembutnya, saat mendengar suara itu Lion memutuskan untuk menatap dan alangkah terkejutnya melihat wanita yang amat dia kenali.


"Lion."


"Lionel." ucap mereka secara bersamaan, melihat kedua anaknya sudah saling kenal membuat keduanya tersenyum.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya mami Lion yang melihat ke arah Lion dan Lionel.


"Ya tan. Kami sudah saling mengenal." ucap Lionel memutuskan untuk duduk di samping ibunya, wanita itu mengangguk sambil tersenyum.


Ia juga tidak menyangka ternyata dunia mempertemukan mereka lagi, awalnya Lion tidak pernah berharap bertemu dengan wanita ini. Karena gara-gara malam itu ia menjadi kacau, ia sama sekali tidak bisa melupakan Lionel. Sedangkan saat ia sudah berhasil melupakannya wanita ini malah datang kembali.


"Kamu apa kabar, Lion?" bisik Lionel yang tepatnya menanyakan kabar Lion mantan pacarnya.


"Aku baik." jawab Lion singkat tanpa menatap Lionel, entahlah ia sangat tidak suka dengan situasi seperti ini.


Lion mengelap mulutnya dengan kain kecil yang berada di meja, "Mi, Pi. Tante, om aku permisi ke toilet dulu."


Mereka mengangguk, Lion memutuskan untuk pergi meninggalkan acara keluarga itu. Acara yang menurutnya sangat membosankan, sedangkan Lionel yang melihat kepergian Lion memutuskan untuk menyusul.


Lionel terus mencari keberadaan Lion sampai ia berhasil menemukan pria itu, Lion belum menyadari kalau Lionel datang untuk menghampirinya.


"Ternyata kebiasaan kamu tidak pernah berubah ya." ujar Lionel yang sudah berdiri sejajar dengan Lion.


"Sudah lama tidak melihat kamu, kamu masih sama kaya dulu gak pernah berubah." ucapnya kembali lalu Lionel melihat Lion sibuk merokok.


Lionel kembali melihat ke arah depan, tepatnya pemandangan negara London. "Kamu tahu Lion kalau aku sangat merindukan kamu, kejadian malam itu aku sungguh minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu, aku tidak tahu kenapa aku lebih memilih pria itu dari pada kamu."


"Aku sangat menyesal sudah mendengarkan omongan orang lain tanpa percaya sama kamu, aku tidak tahu kenapa hatiku lebih percaya orang lain dari pada kamu. Sungguh aku tidak bermaksud memilih pria itu, aku minta maaf sudah meninggalkan kamu demi pria lain." lontar Lionel yang sesekali melirik Lion yang masih menikmati sebatang rokok.

__ADS_1


Lion membuang rokok itu ke dalam sampah, ia melihat Lionel saat wanita itu lagi menatapnya juga.


"Aku sudah melupakan kejadian itu, aku juga tidak menyalahkan kamu dalam keadaan yang rumit tentang hubungan kita dulu. Aku tahu kamu bingung memutuskan untuk percaya siapa, tapi Lionel sikap kamu waktu itu sudah menunjukan kalau kamu bukan wanita yang tepat untukku. Aku sudah lama melupakan itu jadi aku harap kamu jangan mengingatnya kembali." kata Lion masih menatap Lionel lalu tatapan itu diputuskan ke arah lain.


"Jadi apa sekarang kamu sudah memaafkan ku?" tanya Lionel yang kembali bersuara, ia tersenyum saat mendapat jawaban dari Lion.


"Kalau kamu sudah memaafkan ku berarti hubungan kita bisa kembali seperti dulu." ucap Lionel yang fokus dengan tatapannya, mendengar kalimat yang diucapkan Lionel mampu membuatnya melihat ke arah wanita yang ada di sampingnya.


"Hubungan kita sudah berakhir jadi aku tidak pernah mengharapkan kamu kembali." kata Lion yang memutuskan untuk pergi, ia kembali ke tempat dimana orang tuanya berada.


"Kamu sudah datang. Dimana Lionel nak, kalian kenapa tidak kemari bersama." ucap maminya lalu tiba-tiba saja Lionel datang dengan membalas ucapan dari orang tua Lion.


"Hem. Karena kalian sudah saling mengenal bagaimana hubungan ini di lanjut saja jeng." ucap wanita itu yang melihat ke arah temannya, mereka berdua sempat bingung dengan ucapan para orang tua.


Tapi saat ia melihat Lion menatapnya, ia segera memberitahu niat awal datang kemari. "Jadi gini Lion kami sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak teman mami, karena berhubungan kamu sudah saling kenal makanya kami memutuskan untuk menjodohkan kamu saja. Bukannya begitu jeng?" ujarnya dengan menatap ke temannya.


"Ya benar kata ibu kamu Lion. Lagian juga kalian serasi sekali kalau dilihat-lihat."


Lion sama sekali tidak tertarik dengan ucapan para orang tua, tapi tidak dengan Lionel ia malah senang dengan berita ini. Ia berharap kalau Lion mau menerima perjodohan ini.


"Aku menolak perjodohan ini." ucap Lion yang secara tiba-tiba terucap membuat mereka semua pada melihat ke arah Lion.


"Maksud kamu apa Lion? Kamu kenapa bicara seperti itu." ucap maminya yang tidak terima dengan ucapan Lion, Lion menatap ke arah maminya lalu menatap orang tua Lionel.


"Om, Tante. Aku selaku putra dari orang tuaku menolak perjodohan ini, aku tidak ingin pernikahan yang hanya sekedar membahas tentang bisnis dijalankan hanya keegoisan kalian. Aku mau menikah dengan keinginanku dan menjalani hubungan dengan orang yang aku cinta bukan pemaksaan dari orang tua."


"Di sini akulah yang akan menjalankan rumah tangga bukan kalian, jadi aku harap kalian setuju dengan keputusanku. Walau suatu saat kalian tidak terima dengan apa yang aku ucapkan ini." selesai bicara seperti itu Lion memutuskan untuk pergi dari acara keluarga.


Sedangkan mami Lion meminta maaf atas ucapan putranya, ia tidak tahu kenapa Lion bersikap seperti ini. Biasanya Lion selalu mengikuti semua keinginannya, tapi sekarang pria itu mulai membangkang dan mulai tidak mau di atur olehnya.

__ADS_1


Akhirnya pertemuan itu selesai karena kedua orang tua Lion memutuskan untuk kembali, ia kembali ke rumah sedangkan Lion kembali ke hotel. Acara barusan membuatnya sangat muak, mungkin kalau bukan Lionel yang dijodohkan olehnya bisa saja ia menerimanya.


Tapi sekarang sungguh tidak bisa, rasa kecewa yang diberikan Lionel sampai sekarang masih membekas. Luka yang diberikan Lionel sangatlah dalam sampai ia tidak bisa menerima wanita manapun.


__ADS_2