
Mayra memutuskan untuk bekerja di luar kuliah, ia kembali ke tempat awal dia bekerja di tempat yang berbeda. Mayra tersenyum ramah kepada bosnya, dia meminta Mayra untuk segera bekerja tanpa menunggu terlalu lama.
Mayra sangat senang bisa kembali bekerja, walau pria itu tidak mengizinkannya bekerja tapi dia harus menyembunyikan pekerjaan ini dari Edrick. Lagian juga dia bukan siapa-siapa yang meminta uang, jadi Mayra memutuskan untuk mencari penghasilan.
Sekarang dia bekerja di sebuah bar di klub malam, ia bekerja karena mendapatkan rekomendasi dari teman lamanya. Awalnya dia sudah terbiasa mendapatkan pelanggan yang menyentuh tubuhnya, karena baginya pekerjaan kotor seperti itu sudah pernah ia temui.
"Silakan di minum tuan." ucap Mayra yang meletakan minuman pesanan mereka.
Mayra terlihat cantik memakai pakaian kerja, kemeja hitam dengan kancing ia sengaja dibuka membuat belahan dadanya terlihat jelas, dengan rok di atas paha membuat kulit mulus itu membuat pria lain tergiur.
"Kamu cantik sekali, kamu baru bekerja di tempat ini ya." ucap pria tua itu yang sesekali melirik kulit mulus Mayra.
"Ya tuan."
"Kamu cantik sekali saya suka dengan penampilan kamu ini." kata pria itu kembali membuat Mayra tersenyum, tidak dengan hatinya ia malah muak dengan omongan lelaki ini.
"Terima kasih tuan." balas Mayra dengan malu, ia mulai mencari taktik untuk mendapatkan uang sampingan saat dia pernah diberikan ilmu untuk mendapatkan uang dengan cara ini.
Tanpa harus takut kalau dirinya hamil, Mayra mulai menggoda pria itu tepatnya ketuanya. Saat pria itu menarik tangan Mayra, ia sudah memulai permainannya.
"Tuan jangan seperti ini di sini banyak orang." ujar Mayra yang menahan tangan pria ini.
"Kamu malu kalau kita bermain di tempat seperti ini?" tanya pria itu membuat Mayra menganggukan kepala.
"Baiklah, kalau gitu kita pindah tempat aja. Kita cari tempat yang privasi untuk kita berdua."
"Tapi tuan apakah tuan akan membayar saya?" Lelaki itu tertawa mendengar pertanyaan Mayra, ia dengan senang hati membayar wanita ini dengan harga mahal asalkan wanita ini bisa memuaskannya.
Lelaki itu menyentuh dagu runcing Mayra dengan senyum, "Tentu saja cantik apa yang gak buat kamu."
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari tempat ramai, Mayra membawa pria itu ke salah satu kamar yang sudah di pesan oleh pria itu. Ia meminta beberapa minum untuk pria ini, keduanya masuk ke dalam kamar.
"Cantik mari kita bermain. Tempat ini sudah aman jadi kamu bisa memuaskan ku." ucap pria itu membuat Mayra muak dengan trik seperti ini.
__ADS_1
"Gimana tuan memberikan aku bayaran lebih dulu, bukannya kalau melakukan servis kalau di bayar lebih dulu baru dimulai." kata Mayra membuat lelaki itu tersenyum, lalu mengeluarkan selembar cek yang tertulis jumlah melebihi perkiraannya.
"Wow hebat sekali trik yang aku buat ini dengan sekali tancap langsung mendapatkan uang sebesar itu." batin Mayra yang melihat lelaki di depannya ini sibuk menulis jumlah uang yang sangat besar.
Selesai menulis lelaki itu memberikan cek ke Mayra, membuat Mayra tersenyum senang melihat cek itu sudah berada di tangannya. Lalu dia segera menyingkirkan tangan pria itu hampir menyentuh tubuhnya.
"Jangan buru-buru tuan, gimana kita minum bersama. Saya yakin setelah minum pasti tuan akan merasakan sensasi luar biasa dari sebelumnya."
"Baiklah." Mayra menuangkan minuman itu ke dalam gelas, gelas satunya diberikan ke lelaki tua itu yang satunya untuk dirinya.
"Kita tos tuan supaya kita sama-sama menikmati malam indah ini." ujar Mayra, ia melihat lelaki itu sudah minum dan meminta lagi dan lagi.
Melihat pria itu sudah mabuk, ia segera menidurkan pria itu di ranjang dan dia keluar diganti oleh wanita lain untuk memuaskan pria itu.
***
Mayra tersenyum puas mendapatkan hasil kerja kerasnya, dia tidak menyangka ternyata otaknya bisa bekerja sama dengannya. Kalau kaya gini dia tidak usah memuaskan banyak pria, ia harus menggunakan taktik seperti ini saja sudah mendapatkan uang dengan jumlah besar.
Mayra ke tempat awal dia bekerja, ia mulai bekerja seperti biasa setelah mendapatkan satu klien yang sangat mahal. Ia tidak peduli dengan pria itu yang terpenting hidupnya di selimuti dengan uang.
Mayra memutuskan kembali setelah pekerjaannya selesai, satu hari bekerja di tempat ini ia sudah mendapatkan banyak uang. Tanpa memuaskan hasrat pria lain ia sudah mendapatkan uang sebesar ini.
"Kau sungguh hebat Mayra tidak ada yang bisa menandingi kamu, ini baru awal permulaan kedepannya aku akan mendapatkan lebih dari ini."
Mayra mengambil tas dan menyimpan beberapa cek dan jumlah uang yang sudah masuk ke rekeningnya, ia akan mencairkan uang itu ke bank dan akan dimasukan ke dalam tabungan.
Sedangkan Edrick yang masih di luar kota melihat handphone, ia melihat kalender karena sudah waktunya dia mentransfer uang untuk Mayra. Mayra yang baru saja bangun mendengar pesan masuk, dia melotot saat mendapatkan notifikasi kalau rekeningnya sudah mendapatkan uang.
Uang itu di transfer oleh Edrick dengan jumlah besar, ia memutuskan untuk tidak menggunakan uang itu karena dia tidak mau suatu saat uang itu akan diminta oleh Edrick. Jadi mulai sekarang ia harus mencari uang sendiri tanpa meminta ke siapapun.
Mayra mengikat rambutnya yang sedikit berantakan, ia memutuskan untuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah satu jam selesai Mayra memutuskan untuk sarapan.
Dia akan kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa, begitupun nanti malam dia akan memulai bekerja menggunakan otak secepat mungkin untuk mendapatkan uang. Baginya dia sangat pintar mendapatkan uang dengan jumlah besar, ia akan menggunakan uang ini untuk hidupnya.
__ADS_1
Edrick menatap handphonenya kembali, tak ada notifikasi balasan dari Mayra, ia hanya melihat kalau pesan yang dia kirim hanya di baca.
"Kenapa aku merasa Mayra tidak tertarik menjawab pesan yang ku berikan, apa dia sangat sibuk sampai melupakan pesan yang aku kirim." batin Edrick terus menatap layar handphone.
Ia memutuskan untuk berolahraga di tempat biasa, dengan membawa perlengkapan olahraga bersama sekretaris pribadinya. Tempat olahraga sudah banyak di datangi oleh banyak pengusaha besar, mulai dari kalangan artis ataupun kalangan pengusaha.
Begitupun dengan wanita seksi yang sudah berada di sana, melihat kedatangan Edrick membuat wanita di sana pada menginginkan pria itu. Mulai dari mengajak Edrick bermain sampai mengajak pria itu bicara.
"Mau main denganku." kata wanita berambut pendek dengan pakaian olahraga yang terlalu ketat.
"Dia artis papan atas yang sedang naik daun tuan. Dia senang bermain dengan pria pengusaha, hati-hati dengan dia tuan. Sekarang dia sedang mengincar tuan untuk memanfaatkan tuan supaya karirnya lebih naik lagi." Bisik Nik sambil melirik ke arah wanita itu.
Edrick mengangguk saat mengetahui informasi mengenai wanita di depannya, ia tersenyum saat wanita cantik itu mengulurkan tangan untuk kenalan.
"Saya Monica. Apa kamu Edrick seorang pengusaha besar itu." ujar Monica yang menatap Edrick dengan nada genit.
"Tepat sekali saya Edrick. Senang bertemu denganmu nona, saya rasa hari ini kamu sangat cantik dan seksi. Saya menyukai penampilan kamu." ujar Edrick sedikit memberikan gombalan untuk perempuan di depannya.
Perempuan yang bernama Monica itu tersenyum malu saat mendapatkan pujian dari laki-laki incarannya, dia sengaja mendekati Edrick karena yang dia dengar kalau pria ini sangat kaya. Semua perusahaan sangat menginginkan kerja sama dengan Edrick, di balik caver depannya sebenarnya aslinya sangat menakutkan.
Seorang pengusaha besar di usia muda banyak sekali incaran yang ingin mendapatkan Edrick, tetapi tidak ada satupun wanita yang berhasil mendapatkannya. Sekarang tinggal gilirannya yang akan mendapatkan pria ini, dia yakin kalau Edrick akan dia taklukan.
Secara dia wanita cantik, memiliki body bagus pasti Edrick sangat menyukainya. Para lelaki di luar sana sangat tertarik dengannya apalagi pria ini.
"Apa tuan Edrick nanti malam ada waktu." ujar Monica yang mengambil minuman kaleng lalu dia memilih duduk di samping Edrick.
Lelaki itu melirik Monica dan kembali menatap ke arah orang yang sibuk olahraga, "Tidak ada."
"Kalau gitu apa saya boleh main ke rumahmu?" tanya Monica membuat Edrick tertarik dengan pertanyaan Monica.
"Boleh saja. Kalau kamu setuju aku akan mengikuti kemauan kamu." balas Edrick yang melanjutkan meminum minuman kaleng.
Barulah lelaki itu pergi meninggalkan Monica yang masih di sana, dia sangat beruntung ajakannya di setujui oleh Edrick. Ini adalah kesempatan emas untuk mendekati pria itu, supaya karirnya semakin bagus.
__ADS_1