Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Hadiah Sesungguhnya


__ADS_3

Edrick mengeluarkan kotak hadiah yang berukuran sedang, dia membuka kotak itu yang ternyata di dalam kotak itu terdapat sebuah kalung yang sempat di beli oleh Edrick. Dia mengambil kalung tersebut lalu menyimpan kotak perhiasan itu, dia menunjukan kalung itu di depan mata Mayra.


Barulah Edrick meminta Mayra untuk balik badan, dia memakai kalung itu di leher Mayra yang nampak cantik dengan tubuh wanita ini. Mayra tersenyum melihat pemberian Edrick, dia kembali berbalik saat tangan kekar Edrick memintanya balik badan.


Di sana kalung itu terpampang jelas, dengan Kilauan yang begitu cantik sampai Edrick tidak bisa tersenyum melihat hadiah yang dia beli untuk Mayra.


"Gimana kamu suka?" tanya Edrick yang memilih menatap Mayra setelah menatap kalung itu.


"Cantik sekali aku suka sama pemberian kamu." Edrick tersenyum mendengar ucapan Mayra, dia sangat senang melihat Mayra bahagia.


Melihat wanita di depan matanya ini begitu senang dengan hadiah pemberiannya, Edrick menyentuh dagu Mayra tanpa keinginannya. Dia begitu pesona melihat penampilan Mayra yang begitu menggoda, apalagi wanita ini selalu memakai pakaian seksi di depannya.


Karena dialah yang meminta Mayra untuk berpenampilan seksi, ia tidak mau kalau Mayra berpakaian seksi di luar, lebih baik berpakaian seksi di depannya itu lebih baik. Edrick masih menatap wajah Mayra yang begitu cantik, dia juga mendekat secara perlahan supaya jarak di antara mereka tidak terlalu jauh.


Mayra tidak tahu kenapa dia selalu tertarik dengan Edrick, seperti ada magnet yang menariknya untuk mengikuti keinginan Edrick. Dan benar saja kalau pria itu kembali menciumnya, awalnya hanya ciuman singkat dan lembut di wajahnya tapi lama kelamaan ciuman itu semakin panas.


Saat ciuman itu berpindah ke tempat sensitifnya, tengkuk dan daun telinga yang membuat dirinya merasakan panas saat sentuhan Edrick tiba di sana. Edrick mulai mencium bibir Mayra dengan lembut, lembutan itu berubah menjadi *******.


******* dalam dan teratur sampai ciuman itu terdengar suara yang menggairahkan, Edrick semakin menikmati kegiatan ini sampai dirinya menginginkan hal lebih sekedar ciuman. Edrick mengakhiri ciuman itu, lalu dia menatap wajah Mayra.


"Malam ini aku akan membuat kamu merasakan milikku lagi May sampai kamu terus mengingat kegiatan panas kita." ucap Edrick tepat di telinga Mayra, deru nafas pria ini seperti menggodanya.


Tanpa Mayra duga, ia malah menyetujui permintaan Edrick. Pria itu mulai menciuminya lagi, sampai pria itu sudah mulai dengan kegiatan panasnya saat Mayra tidak sadar kalau tubuhnya sudah tidak memakai apapun.


Edrick menuntun Mayra untuk mengikuti apa yang dia lakukan, sampai wanita ini mulai ketagihan akan sentuhan yang dia berikan kepada Mayra. Wanita ini sungguh pintar bermain, ia pikir Mayra tidak pandai di ranjang nyatanya wanita ini sangat lihai.


Saat dia meminta Mayra menyentuhnya wanita itu dengan senang hati melakukan perintahnya, Mayra sungguh hebat dalam permainan di atas ranjang ini sampai dirinya sangat menikmati sentuhan yang Mayra berikan.


"May kau sungguh hebat, aku menyukainya May." ucap Edrick yang tidak bisa mengatakan apapun lagi selain pujian itu, Mayra tersenyum mendengar dirinya di puji.


Dia juga tidak bodoh mengenai hal ini, karena dia pernah melakukan ini demi uang tanpa sepengetahuan ibunya. Setiap melakukan servis dengan klien Mayra selalu meminta bayaran yang sangat mahal, sampai terakhir dia minta untuk tidak bermain sampai dirinya hamil.

__ADS_1


Makanya dari itu dia selalu memakai pengaman supaya tidak kebablasan, begitulah dengan kegiatan ini Mayra sudah tahu arah jalan pria ini. Dia dengan cepat memakai pengaman saat pria ini akan menyentuhnya, dan benar saja kalau Edrick selalu memberikan servis yang sangat menyenangkan.


"May, kau sungguh hebat. Kau sangat pintar membuatku terbang seperti ini May."


Suara yang keluar dari bibir Edrick sangat seksi di pendengarannya, dia juga begitu menyenangkan saat melihat Edrick sangat menikmati sentuhan yang dia berikan. Ia ingin pria ini merasakan kenikmatan yang luar biasa, sampai pria ini tumbang.


***


Edrick meminta Mayra untuk menghentikannya, dia memulai kegiatannya kembali. Kali ini dialah yang memimpin, karena dari awal dia sangat menyukai gaya memimpin Mayra.


Sebelum Edrick memulai ia lebih menyukai memandang wajah Mayra yang sudah berkeringat akibat kegiatan panas ini, "Kamu sungguh hebat May. Saya tidak menyangka kalau kamu sangat pandai bermain, kamu membuatku tidak berdaya kalau kamu yang memimpin May dan tenaga kamu sangat luar biasa. Aku sangat puas dengan servis yang kamu berikan."


Mayra tersenyum sambil meletakan kedua tangannya di leher Edrick, "Oh ya. Kalau kamu suka kenapa aku saja yang bermain sama tubuhmu itu, karena kamu sangat menyukainya aku akan memberikan hal yang lebih dari sekedar itu sampai kamu bisa merasakan sentuhan yang sebenarnya."


Edrick menyentuh hidung Mayra yang sangat mancung, "Kamu sekarang nakal sekali ya, tapi aku suka dengan gaya liar mu itu."


"Kalau gitu kita lanjut kegiatan ini sampai pagi, gimana bukannya kamu suka dengan kegiatan panas ini sampai pagi." ucap Mayra yang masih memandangi wajah Edrick.


Akhirnya kegiatan itu di lanjutkan kembali sampai pagi, ketika pagi harinya Mayra melihat Edrick memeluknya sambil mata pria itu masih tertutup. Dia sangat menyukai kegiatan panas yang mereka lakukan semalam, apalagi sentuhan manis yang pria ini berikan.


Tapi dia tidak mau terjebak dalam perasaan, ia tidak kalau kegiatan panas dan sentuhan yang Edrick berikan akan menghilang. Dia datang ke tempat ini untuk membalas budi, dan membuat pria ini menyukai kegiatan panas barusan.


Dia sengaja memberikan sentuhan itu, karena baginya dia seperti wanita simpanan yang selalu mengikuti kemauan sang klien. Tetapi dia sangat menyukainya, ia akan berusaha untuk tidak memiliki perasaan apapun terhadap pria ini, karena dia tidak mau sampai di antara mereka memiliki perasaan tulus tanpa memikirkan tujuan awal.


"Kamu sudah bangun lebih dulu May?" tanya Edrick yang melihat Mayra keluar dari kamar mandi.


"Ya. Cepatlah bangun bukannya pagi ini kamu sibuk ke kantor, jadi jangan tidur lagi aku akan menyiapkan sarapan untukmu."


"Kamu bisa masak?" tanya Edrick menatap Mayra saat wajahnya sangat meremehkan Mayra.


Semenjak wanita ini datang, dia belum pernah melihat Mayra masak apalagi masuk ke dapur. Yang dia tahu Mayra cuman bisa bermain di atas ranjang dengan dirinya, bukan membuatkan sarapan di dapur.

__ADS_1


"Sudahlah May kamu jangan masak aku tidak mau sampai kamu kenapa-napa, lebih baik kamu percayakan ahli masak yang aku siapkan untukmu." kata Edrick yang menolak permintaan Mayra.


"Kau meremehkan aku?"


"Tidak! Aku tidak meremehkan kamu. Aku hanya takut aja kamu kenapa-napa."


"Tenang aja aku sudah biasa masak jadi kamu tidak perlu khawatir."


Mayra memilih keluar dari kamar, dia turun menuju dapur. Di sana dia sudah melihat satu Chef yang sudah berada di dapur, tetapi Mayra dengan sigap menahan Chef itu.


"Non Mayra mau ngapain?" tanya Chef lelaki itu yang melihat Mayra berada di dapur yang sudah mengambil bahan makanan.


"Aku mau masak. Emangnya menurutmu aku mau ngapain selain masak?" tutur Mayra yang melihat Chef itu sedikit mengkhawatirkannya.


"Jangan non saya takut nanti tuan marah kalau non berada di dapur."


"Sudah biarkan dia masak. Aku mau mencoba masakan yang dia buat." timpal Edrick yang sudah berada di antara mereka berdua, Mayra tersenyum saat pria itu datang.


"Baiklah, tuan." Chef itu pergi, tinggal Mayra dan Edrick yang berada di sana.


Mayra mulai mengambil bahan makanan dan juga perlengkapan masak, sedangkan Edrick sebagai penonton yang melihat bagaimana wanita itu sangat lihai memasak. Tidak butuh waktu lama masakan itu selesai di buat, Mayra mengambil satu persatu masakannya dan di letakan di meja makan.


"Silakan di nikmati." ucap Mayra saat sarapan yang dia buat sudah berada di meja makan.


Edrick mengambil piring dan mengambil satu persatu lauk yang berada di depan matanya, ia juga memasukan makanan itu ke dalam mulut. Dan ternyata masakan yang dibuat Mayra sangat enak, berbeda sekali masakan yang sempat dibuat Chef seperti biasanya. Ini adalah makanan yang belum pernah dia coba, tapi buatnya masakan ini sangat luar biasa berbeda sekali dengan masakan yang sudah ia cicipi.


"Gimana masakanku apa sesuai dengan lidahmu?" tanya Mayra yang penasaran dengan respon masakan yang dibuatnya.


Edrick menatap ke arah Mayra, dia melihat Mayra sangat menginginkan jawaban masakan yang wanita itu buat.


"Lumayanlah tidak buruk juga." balas Edrick yang melanjutkan sarapan.

__ADS_1


__ADS_2