Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Membuat Mereka Yakin


__ADS_3

Semua laki-laki bermulut manis, hanya tampangnya yang membuat wanita yakin dengan mulut manisnya laki-laki. Dialah salah satu dari wanita tersebut, awalnya Edrick hanya memintanya untuk membantu mengeringkan rambut tetapi apa. Pria ini malah memintanya lebih, adegan panas itu kembali menyerang kamar ini.


Sudah banyak yang Edrick lakukan untuk berada di kamar supaya wanita ini bisa menjadi miliknya lagi, dia tersenyum bangga melihat apa yang dia lakukan mendapatkan lampu hijau dari Mayra.


Tetapi saat ia ingin mencoba melanjutkan kegiatan panasnya, Mayra sudah menghindar dengan alasan bahwa wanita itu lapar. Mau tidak mau ia harus mengikuti kemauan Mayra.


"Kamu mau makan apa, May? Mau aku pesankan online saja." ucap Edrick yang sudah beranjak dari ranjang saat ia ingin menuju tempat dimana handphonenya berada.


"Aku tidak mau pesan online. Aku maunya kamu yang masak, sudah lama aku tidak merasakan masakan yang kamu buat." balas Mayra dengan tubuhnya masih di tutupi dengan selimut.


"Apa kau yakin?" tanya Edrick yang pertama kalinya Mayra memintanya memasak, biasanya dialah yang antusias masak untuk Mayra. Tetapi sekarang wanita inilah yang menginginkan masakannya.


"Baiklah." melihat Mayra tersenyum akhirnya Edrick memutuskan untuk ke dapur, ia tidak tahu kenapa dirinya bisa mengikuti permintaan wanita seperti Mayra.


Tapi ya sudahlah namanya cinta pasti selalu dibuktikan, ia tidak tahu kenapa saat ada Mayra hatinya merasa tenang. Dan ia merasa tubuhnya akan selalu menegang saat berada di dekat Mayra, buktinya saat ini ia tidak tahan kalau tidak berdekatan dengan Mayra.


Di sisi lain seorang laki-laki sangat sibuk mencari data untuk mengetahui apakah wanita bernama Cantika adalah wanita masa lalunya, atau memang wanita itu mirip sekali dengan wanita yang pernah ia tiduri.


Entahlah yang pasti ia ingin mencari tahu apakah wanita itu adalah wanita yang dia cari atau tidak. Kalaupun ia berarti Mayra adalah putrinya, dan dia harus melakukan segala cara untuk mendapatkan dua wanita itu.


Cantika yang sibuk menyiram tanaman melihat ada sebuah mobil terparkir di depan rumahnya, dan pemilik mobil itu turun. Dia tidak menyangka kalau pria itu datang kembali, dan kali ini dia datang sendiri tanpa ada laki-laki di sebelahnya.


"Kau kenapa datang lagi. Bukannya aku dan anakku sudah tidak menginginkan kamu." lontar Cantika yang sudah menghampiri lelaki itu, dan lelaki itu berhenti saat melihat Cantika sudah di dekatnya.

__ADS_1


"Saya datang kemari mau membahas sesuatu yang penting, ini mengenai masa lalu kamu dan aku serta putri kamu Mayra." kata Bagas yang saat ini memutuskan untuk kembali ke rumah Cantika, ia malah bersikeras untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Mendengar pria asing ini menyebut Mayra, ia segera membawa pria ini masuk ke dalam rumah. Sebelum itu ia sempat melihat ke arah lain untuk memastikan kalau tidak ada yang melihat pria asing ini.


"Sebenarnya kamu ingin mau mengetahui apalagi, kenapa kamu sangat keras kepala sekali mengenai kami berdua." ucap Cantika yang sudah membawa dua minuman yang sempat ia buat, Cantika meletakan dua minuman itu di atas meja.


Tanpa bicara apapun Bagas memberikan bukti yang sudah ia cari selama ini, bukti itu diberikan oleh Cantika saat wanita itu malah sibuk menatapnya. Mau tidak mau Cantika harus membuka bukti itu, dan benar saja kalau bukti itu mengenai masa lalunya.


Sebenarnya ia sudah menebak kalau pria ini adalah ayah kandung Mayra, yang lebih tepatnya pria yang sempat pergi setelah melakukan hubungan satu malam. Tetapi ia sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai ini, karena dia takut kalau nanti Mayra akan tahu semuanya.


"Saya tahu kamu mengetahui bukti itu, saya juga tahu kalau kamu menyembunyikan identitas Mayra darinya dan menyembunyikan siapa ayah kandungnya. Kamu jangan bohong lagi apa yang ada di bukti itu benar bukan." urai Bagas yang sekarang sibuk menatap Cantika yang hanya diam tanpa bersuara.


***


"Maaf. Sebenarnya aku sudah berusaha mencari tahu keberadaan kamu, tapi saat itu orang tuaku memaksa aku untuk menikah. Dan..." ucapannya terhenti saat melihat bagaimana nasib pernikahannya dengan Meta.


"Pernikahan ini hanya pernikahan antar bisnis bukan pernikahan yang aku inginkan." ucapnya kembali saat dia melihat bagaimana sedihnya pria ini.


"Oke, kalau gitu kamu maunya gimana. Aku tidak mungkin memberitahu Mayra mengenai masalah ini, dan aku tidak mungkin bersama dengan pria seperti kamu. Apalagi status kita tidak sama, kamu dari kalangan atas sedangkan aku tidak sebanding dengan kamu." tutur Cantika yang berusaha menutupi rasa sedihnya, ia tidak mungkin memperlihatkan itu semua.


"Kamu tenang aja masalah pernikahanku dengan istriku akan selesai, dan aku mohon sama kamu untuk memperbolehkan aku dekat dengan putriku sendiri. Aku ingin berada di dekatnya dan mendengar kalau dia memanggilku daddy."


"Baiklah. Kalau itu mau kamu aku akan mengikuti semua keinginan kamu, asalkan keluarga kamu tidak mengancam putriku." ucap Cantika, itupun langsung disetujui oleh Bagas.

__ADS_1


Meta sama sekali tidak menaruh curiga terhadapnya, apalagi saat ini ia sedang berada di rumah putri kandungnya dan juga wanita yang selama ini dia cari. Tetapi ia belum bisa mendapatkan cinta dan perhatian dari putri kandungnya, walau ia sudah berusaha untuk melakukan apapun tetap saja Mayra tidak menganggapnya.


"Hari ini kamu cantik sekali May. Sepertinya kamu mau pergi, boleh daddy antar kamu?" tanya Bagas saat ia melihat penampilan Mayra sangatlah berbeda.


"Tidak perlu, lagian kamu buat apa ada di sini. Tempat ini bukan tempatmu, dan jangan harap saya bisa menganggap kamu daddy ku." jawab Mayra, lalu wanita itu pergi begitu saja tanpa memperdulikan mereka berdua.


Cantika menyentuh tangan Bagas dengan memberikan kekuatan, "Kamu yang sabar ya, menaklukan Mayra sangat susah. Apalagi dia mengira kalau kamu ayah yang jahat, nyatanya kamu melakukan itu ada sebabnya. Jadi, aku harap kamu harus lebih berusaha dan sabar menghadapi sikap Mayra ke kamu."


Bagas mengangguk cepat saat Cantika selalu menguatkannya, tidak dengan Meta yang selalu memikirkan identitas dan cinta. Dia sudah muak dengan Meta, karena dia berani berbohong untuk menikah dengannya.


Kebohongan itulah yang membuatnya sangat membenci Meta dan juga Lionel, karena anak itu lahir membuat kebenciannya semakin bertambah besar. Makanya ia sangat tidak menyukai keberadaan Lionel di dekatnya, ia sudah bilang kalau Lionel bukan anaknya. Dan itupun Meta setuju dengan kesepakatan yang mereka berdua sepakati.


Sudah hampir satu bulan ia berusaha mengambil hati Mayra, akhirnya buah kesabaran itu membuahkan hasil. Ya walaupun dia masih melihat kalau Mayra tidak suka dengan kehadirannya, tapi tidak apa yang penting usahanya sudah diterima oleh Mayra.


Begitupun dengan Meta, selama ini wanita itu tidak tahu kalau suaminya berada di tempat yang berbeda. Dimana ia berada di keluarga yang sebenarnya, bukan keluarga yang dijalankan oleh bisnis.


"Sayang, mau aku bantu menyiapkan semuanya?" pertanyaan itu sontak membuat Cantika terkejut, pasalnya ia sangat sibuk membakar ikan sedangkan ada seorang laki-laki yang melingkari tangannya di pinggangnya dengan dagu menempel di pundak Cantika.


Cantika tersenyum, "Tidak usah ini sebentar lagi sudah siap semuanya. Kamu temani Mayra main saja, bukannya saat ini kamu sedang mengambil hatinya."


"Kamu tenang aja masalah Mayra sudah teratasi walau belum sepenuhnya sempurna." kata Bagas yang masih setia memeluk pinggang ramping Cantika.


Sebenarnya dari kejauhan Mayra memberikan sebuah senyuman, senyuman itu tampak alami saat melihat bagaimana ayah kandungnya bisa kumpul dan membuat bundanya terlihat bahagia.

__ADS_1


"Semoga saja kebahagiaan ini akan hadir selamanya tidak sementara." batin Mayra yang masih setia menatap kedua orang tuanya dari jauh.


__ADS_2