Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Ketahuan


__ADS_3

Inez tersenyum puas melihat penderitaan Cantika, semua orang yang ada di sini sudah mengetahui semuanya. Tinggal menunggu Cantika diusir dari sini dan dia akan tertawa puas melihat penderitaan Cantika.


"Maaf momi aku tidak bermaksud membohongi momi, aku takut kalau nanti momi tau momi akan kecewa denganku. Aku salah sudah menutupi semuanya, tapi sejujurnya aku tidak ingin membuka momi menderita dengan kehamilanku ini." ucap Cantika tanpa berani menatap mata Annora.


Annora menghela nafas saat mendengar ucapan Cantika, ia tau kalau sebenarnya apa yang dilakukan Cantika ada benarnya. Tapi ia sudah kecewa dengan tindakan Cantika, dia tidak mau anak kesayangannya membohonginya.


Tetapi mau gimana lagi ia sudah terlanjur kecewa dengan perbuatan Cantika, akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari sana. Dia akan memutuskan untuk masalah ini, sebelum semuanya terlambat dia akan melakukannya sekarang.


"Momi." panggil Cantika tanpa direspon oleh Annora.


Cantika melihat kalau Annora sudah kecewa dengan tindakannya, ia sejujurnya tidak mau melakukan ini tapi mau gimana lagi semuanya sudah terjadi. Setelah beberapa jam berpikir akhirnya Annora keluar dari kamar dan kembali ke tempat semula.


Dia masih melihat Cantika masih ada di sana begitupun dengan wanita yang lain, Cantika dan yang lain melihat kedatangan Annora. Wanita itu kembali menatap Cantika saat wajahnya sudah memberikan penderitaan kepadanya.


"Cantika momi sudah mengambil keputusan untuk kamu, maaf momi tidak bisa kamu tetap ada di sini. Kamu sudah terlanjur membuat momi kecewa, dan akhirnya kamu harus pergi dari sini. Momi tidak mau melihat kamu ada di sini lagi." kata Annora menatap Cantika.


Cantika yang mendengar itu menghela nafas panjang, ia tau kalau keputusan seperti ini harus ia dapatkan. Dia sudah membuat Annora kecewa dengan tindakannya, akhirnya ia memutuskan untuk mendengar keputusan Annora.


"Baiklah, aku akan pergi dari sini. Aku minta maaf sama momi dan yang lainnya, aku belum bisa menjadi anak angkat yang baik dan aku belum bisa menjadi keluarga yang baik untuk kalian."


"Maaf selama ini aku masih mengecewakan kalian, kalian tenang aja aku tidak akan datang lagi ke tempat ini. Aku ingin kalian jaga diri baik-baik dan momi aku minta maaf sudah mengecewakan momi." ucap Cantika kembali, lalu Cantika memilih pergi dari sana.


Ia melangkah ke kamar untuk membereskan semua barang yang ada di kamar, saat ia sibuk membereskan baju untuk ia masukan ke dalam koper. Dia melihat cek yang berjumlah milyaran, akhirnya ia bisa menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.


Selesai semuanya sudah beres, Cantika keluar dari kamar dengan membawa semua barang bawaannya. Dia melihat semua orang sedang menatap kepergiannya, tetapi Annora tidak ingin melihatnya. Cantika cuman bisa tersenyum melihat kebencian pada diri Annora, akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan kenangan yang ada di sini.


Sedangkan Inez tersenyum puas dengan rencananya, rencana yang sudah ia susun berjalan sempurna dan dia sudah tidak melihat keberadaan Cantika lagi. Sekarang tinggal dia yang akan mendapatkan pujian itu bukan Cantika.


"Auhh! Aku harus kemana malam-malam begini, sudah jam segini apa masih ada kendaraan untukku mencari tempat tinggal." ucap Cantika yang melihat jalanan sudah sepi, akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Lily.


Karena tidak ada jalan lagi akhirnya Cantika memutuskan untuk menghubungi Lily, Lily yang baru saja menikmati kasur mendengar suara handphone. Dengan mata yang masih tertutup ia menggunakan satu tangan untuk mencari handphone, setelah menemukan keberadaan handphone barulah ia mengangkat panggilan tersebut.


"Halo."

__ADS_1


"Halo Li, ini aku Cantika."


"Ya kenapa Cantika. Malam-malam begini kenapa kamu meneleponku."


"Maaf aku ganggu kamu Li, apa aku boleh minta kamu jemput aku di tempat momi Annora."


Mendengar ucapan Cantika seketika Lily membuka mata, yang awalnya posisi Lily tertidur di ranjang seketika terbangun.


"Kamu ada masalah apa Can sampai aku menjemputmu di sana."


"Kamu jemput aku dulu baru aku ceritain semuanya."


"Baiklah, kamu tunggu aku di sana jangan kemana-mana. Aku tidak akan lama datang ke sana."


***


Lily dengan cepat mengambil kunci mobil yang berada di meja di samping ranjang, ia bergegas menuju tempat Cantika. Tidak butuh waktu lama mobil itu tiba, dia melihat Cantika sudah berdiri di sana dengan membawa beberapa koper.


"Cantika." panggil Lily saat Cantika langsung menatap Lily.


"Kamu tolong bantu aku masukin koper aku ke bagasi mobil kamu nanti setelah sampai di rumah baru aku ceritain semuanya."


"Baiklah." akhirnya Lily mengangkat semua koper Cantika masuk ke dalam bagasi mobil, sedangkan Cantika sudah masuk ke dalam karena dia tidak mau melihat Cantika mengangkat koper.


Selesai semua koper masuk ia segera masuk ke dalam, ia segera mengendarai mobil tersebut tak butuh waktu lama mobil itu tiba di rumah. Cantika dan Lily keluar dari mobil, dan Lily meminta satpam untuk mengeluarkan koper di dalam bagasi.


"Sekarang kamu ceritakan kenapa kamu bisa diusir dari sana. Apa semua orang sudah tau kehamilan kamu?" tanya Lily yang langsung menembak permasalahan Cantika.


Cantika mengangguk, "Aku juga tidak tau kenapa semua orang tau berita kehamilan aku, aku sudah menutupi kehamilan aku tapi tiba-tiba orang lain tau. Apalagi momi dia sangat kecewa dengan tindakan aku Li."


Lily meletakan koper Cantika di pojok barulah ia duduk di sofa sedangkan Cantika duduk di atas ranjang, "Wajar kalau momi Annora kecewa sama kamu, mungkin kalau aku menjadi momi kamu aku akan melakukan hal yang sama. Tapi siapa ya yang memberitahu kehamilan kamu."


Cantika mengangkat kedua bahunya, ia juga tidak tau kenapa momi Annora bisa tau kehamilannya. Dia sudah menutupi kehamilannya entah kenapa kehamilannya diketahui semua orang.

__ADS_1


Cantika memutuskan untuk istirahat ia tidak mau memikirkan sesuatu, "Kamu sudah bangun Cantika." ucap Lily yang baru saja membuka mata.


Cantika yang melihat sikap Lily cuman bisa menggeleng kepala, ia juga bingung kenapa dia punya sahabat seperti Lily. Tinggal di rumah sebesar ini cuman bisa bermalas-malasan, sedangkan dirinya sudah sejak dari pagi bangun.


"Enak banget ya jadi lu, jam segini baru bangun. Gua dari tadi bangun nyiapin semuanya dan lu masih leha-leha di kasur, enak banget hidup lu tinggal berdiam diri sambil nunggu transferan orang tua." kata Cantika dengan nada kesal.


Lily yang mendengar ocehan Cantika hanya bisa tertawa, dia akui kalau dirinya dari keluarga terpandang tapi ia tidak mau mengambil harta orang tuanya apalagi sampai pakai uang dari orang tuanya.


"Enak aja lu, gua ini kerja bukan ngandelin transferan orang tua. Ya walaupun orang tua gua kaya tapi gua bukan tinggal minta aja, gua kerja keras juga bos supaya hidup gua kaya." oceh Lily yang tidak mau kalah dengan Cantika.


"Udah lu bangun gua udah nyiapin sarapan jangan tidur aja jadi orang."


"Ya bawel udah kaya ibu-ibu komplek aja lu marah-marah mulu."


"Biarin aja siapa suruh ngeselin banget jadi orang." Lily memutuskan untuk turun dari ranjang, bukannya langsung masuk ke kamar mandi malah bergerak ke dapur.


Cantika terus menggeleng kepala melihat tingkah laku Lily, ini namanya orang gila bukannya bangun tidur langsung mandi malah ngambil makanan.


Siapa nih yang kelakuannya sama kaya Lily🤣🤣🤭


"Cantika lu kenapa melamun aja sini makan." ucap Lily saat dia melihat Cantika berdiri di ujung dapur dekat kulkas.


"Gak biasa gua sarapan pagi yang ada nanti muntah."


"Nyusahin juga anak lu ya. Bukannya makan malah muntah, gua yakin pasti anak lu pas lahir lebih nyusahin lagi." kata Lily sedikit memberikan candaan untuk Cantika.


"Enak aja emangnya anak gua kaya lu cuman tidur aja seharian." Lily yang mendengar ucapan Cantika tertawa lepas, ini bukan pertama kalinya dia berada di situasi seperti ini.


Lily sebenarnya sayang dengan Cantika tapi ia juga merasa kasihan melihat keadaan Cantika, andai ia bisa membantu sahabatnya mungkin nasib Cantika tidak seperti ini.


"Can gua minta maaf ya sama lu, gara-gara gua lu jadi susah begini. Gua sedih banget lihat nasib lu, gua gak bisa bantu lu. Coba aja gua bisa bantuin lu mungkin hidup lu gak kaya gini." ucap Lily dengan nada lirih.


Cantika menghentikan sarapan lalu dia memilih menatap Lily, "Nggak apa-apa Li. Gua bersyukur banget punya sahabat kaya lu, lu ngasih tempat tinggal untuk gua aja gua udah senang. Malah gua yang seharusnya minta maaf sama lu gua udah ngerepotin lu banget, gara-gara masalah gua lu jadi ngerasain apa yang gua alami."

__ADS_1


"Santai aja kali kita ini udah kaya keluarga jadi lu gak usah sungkan sama gua. Kalau lu butuh apa-apa bilang aja sama gua, pasti gua bakal bantu lu sebisa gua can." Cantika mengangguk sambil memberikan sebuah senyuman, ia juga bahagia bisa bertemu dengan Lily.


__ADS_2