
Bagas sama sekali tidak memberitahu keluarganya mengenai masa lalu Almeta, apalagi mengenai Lionel yang bukan anak kandungnya. Tapi entah kenapa seluruh keluarganya sudah mengetahui masalah rumah tangganya, membuat keduanya berada di ambang kebingungan.
Tepatnya Meta yang merasa bersalah terhadap keluarganya, sekarang mereka bertiga berada di sebuah restoran. Kedua keluarga itu menatap kearah Meta saat Bagas sudah menceritakan semuanya, apalagi mengenai Mayra putri kandungnya bersama dengan wanita lain.
"Kenapa kamu melakukan ini Meta. Ayah sama ibu tidak pernah ngajarin kamu berbohong, dan kenapa kamu berbohong kepada kami semua." kata lelaki yang sedang menatap kearahnya, lelaki itu ingin mengetahui jawaban dari mulut Meta.
"Maafkan aku yah. Aku terpaksa melakukan ini, aku terpaksa berbohong kepada kalian. Aku tidak mau Lionel tidak mendapatkan kasih sayang, dan aku tidak mau Lionel mengalami nasib yang sama denganku." urai Meta yang tidak berani menatap kearah ayahnya, begitupun dengan ibu kandung Meta yang sangat kecewa dengan tindakan putrinya.
Mereka semua pada kecewa dengan tindakan Meta, apalagi wanita ini sudah menutupi kebohongan yang seharusnya di ungkapkan sejak dulu. Tapi baru sekarang semuanya terungkap, saat orang kepercayaan keluarga Bagas mencari tahu kebenarannya.
Membuat mereka yang ada di sana kecewa dengan Meta, "Sekarang kalian yang memutuskan bagaimana hubungan kalian kedepannya. Ibu sebagai mertua kamu cuman bisa menyerahkan semua kepada kalian, karena kalian sudah sama-sama dewasa dan tahu mana yang baik mana yang tidak."
"Sebagai orang tua cuman bisa mengikuti keputusan dari kalian, kalau kalian mau lanjut pernikahan ini tidak masalah. Asalkan masalah ini sudah terselesaikan, dan kalian bisa menjadi keluarga yang utuh tanpa melibatkan masa lalu lagi." sahut pria yang menjadi ayah mertuanya, tetapi mereka dibuat terkejut dengan ucapan yang diberikan Bagas.
"Pernikahan yang di dasari dengan kebohongan tidak akan kembali utuh, aku ingin pernikahanku dengan Meta berakhir di pengadilan. Aku tidak mau menjalani pernikahan yang tidak aku jalani, lagian aku tidak bisa mencintai Meta." tutur Bagas dengan nada serius dengan menatap kedua orang tuanya, lalu ia beralih menatap mertuanya.
"Jadi kamu mau mengakhiri pernikahan ini?" tanya ayah kandungnya yang sekarang menatap putra semata wayangnya itu, Bagas dengan tegas mengangguk dengan perkataan ayahnya.
"Kenapa tidak kamu pertahankan saja nak. Lagian Meta sudah berkata jujur sama kamu, hubungan kalian masih berlanjut kalau masalah ini sudah berakhir." timpal ayah mertuanya yang kini menatap Bagas dengan serius.
Sejujurnya ia tidak ingin pernikahan anaknya sampai berakhir, karena kalau sampai berakhir hubungan antar bisnis mereka tidak berjalan sempurna.
"Karena pernikahan ini bukan keinginanku melainkan keinginan kalian dan keegoisan kalian. Aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini lagi, apalagi di antara aku dengan Meta tidak ada cinta. Kami sama sekali tidak menjalani pernikahan ini atas keinginan kalian." ucap Bagas dengan tegas, ketegasan yang dimiliki Bagas sama seperti dengan ayahnya.
Yang tidak boleh diganggu gugat dengan keputusan yang sudah ia keluarkan dari bibirnya, begitupun dengan keputusan Bagas kali ini. Dia tidak mau siapapun ikut campur dalam keputusannya, membuat mereka sepakat dengan apa yang dikatakan Bagas.
Akhirnya mereka sepakat dengan keputusan yang dimiliki Bagas, Meta sudah tidak lagi tinggal dengannya melainkan wanita itu tinggal bersama dengan keluarganya. Sekarang ia akan membawa Cantika dan Mayra ke rumahnya, dia akan menjadi keluarga seutuhnya di dalam rumah itu.
__ADS_1
***
Cantika menatap Mayra yang saat ini berada diruang keluarga, dia menunggu keputusan yang diberikan Mayra karena putrinya itu masih terdiam belum mengambil keputusan apapun.
Cantika menyentuh paha Mayra dengan lembut saat tatapan itu menatap Cantika, "Dad. Aku tahu dady ingin kami tinggal bersama, tapi apakah keluarga dady akan mengizinkan kamu dan menerima kami seperti keluarga."
"Kamu gak perlu khawatir saya akan bicara dengan keluarga saya, dan saya akan menyakinkan keluargaku untuk menerima kalian. Lagian juga keluarga ayah sudah tahu semuanya, mereka ingin bertemu dengan kalian. Apa kalian mau menemui mereka?" tanya Bagas yang menatap kedua wanita itu secara bergantian.
Mayra menarik nafasnya lalu ia menyetujui perkataan Bagas, mereka bertiga bergegas menemui orang tua Bagas. Ketiganya turun dari mobil dan melangkah ke rumah yang begitu besar.
Semua pekerja pada menyambut kedatangan mereka, sampai kedua orang tua Bagas sama seperti mereka yang sangat antusias menyambut mereka datang.
"Wah! Ini cucu dan menantu saya." ucap seorang wanita yang tersenyum saat melihat mereka datang.
Cantika dan Mayra membalas senyuman itu, menurutnya senyuman itu sangat nyaman dan sangat tulus sampa Mayra merasakan ketulusan dari kedua orang tua ayahnya.
Tapi ternyata kedatangannya disambut dengan kehangatan, "Jadi kalian mau bagaimana untuk melanjutkan hubungan kalian ini. Apakah kalian ingin segera menikah atau bagaimana." kata laki-laki yang duduk di sebelah wanita.
"Menurutku lebih baik disegerakan saja yah, Bu. Aku ingin menikahi Cantika sebagai pasangan hidupku, membuat keluarga yang utuh untuk keluarga kecilku." ujar Bagas yang terus menggenggam tangan Cantika, Mayra yang melihat itu setuju dengan keputusan yang diberikan Bagas.
"Baiklah, kalau menurut kalian ini yang terbaik kami sebagai orang tua menyetujuinya. Ayah dan ibumu akan selalu mendukungmu apapun keputusan kamu."
Mayra seakan ini seperti mimpi, seluruh keluarga ayahnya sangat menerima Cantika. Yang dia tahu pasti orang tua dari pihak suami pasti tidak setuju saat mereka menikah, tapi kali ini keluarga ayahnya malah menyetujui hubungan orang tuanya.
Mayra sangat bahagia melihat kebahagiaan orang tuanya, Bagas dengan cepat mengurus perpisahan dengan Meta mantan istrinya. Selama mengurus berkas perpisahan Bagas meminta seseorang untuk mengurus pernikahannya dengan Cantika.
Itupun dibantu dengan orang tuanya, akhirnya berkas sidang perpisahan mereka muncul dan mereka dinyatakan berpisah. Meta sangat sedih dengan hubungan pernikahannya yang hancur, tetapi ini yang terbaik untuk keduanya dia juga tidak lagi ikut campur masalah Bagas.
__ADS_1
"Selamat ya sebentar lagi kamu akan menikah, dan kamu akan menjadi suami untuk istri baru kamu." ucap Meta yang sedang menghampiri Bagas, lelaki itu menatap Meta lalu mengangguk.
"Gimana keadaan kamu dan keadaan Lionel?" tanya Bagas yang penasaran dengan keadaan mereka berdua.
"Aku baik dan Lionel..." ucapan yang keluar dari bibir Meta terhenti saat Bagas mengerutkan kening menunggu perkataan mantan istrinya.
"Lionel dilecehkan oleh pria tidak dikenal, dia sekarang lagi hamil dari anak laki-laki itu. Tapi kami tidak bisa mencari keberadaan laki-laki yang sudah menghamili Lionel." sambung Meta yang memberikan ekspresi sedih saat mengetahui nasib putrinya sama dengannya.
"Saya turut sedih dengan keadaan kamu sekarang, saya yakin kamu bisa menjalankan ujian kamu sendiri. Kalau gitu saya duluan ya calon istri saya sudah menunggu kedatangan saya." kata Bagas yang dianggukin oleh Meta.
Bagas masuk ke dalam mobil dan mobil putih itu berjalan meninggalkan Meta yang berdiri menatap kepergiannya, Meta sangat senang melihat kebahagiaan mantan suaminya tapi ia juga sedih dengan nasib yang dia jalani.
Seminggu kemudian akhirnya pernikahan mereka berjalan dengan lancar, mereka resmi menjadi pasangan suami istri begitupun dengan Meta yang hadir ke pesta pernikahan mantan suaminya. Dia sangat bahagia melihat mantan suaminya bahagia bersama dengan pilihannya, apalagi mereka sama-sama saling mencintai.
Wanita itulah yang berhasil menaklukan mantan suaminya, sedangkan dirinya belum bisa mendapatkan cinta itu. tapi ya sudahlah namanya takdir tidak bisa diputuskan, sekarang Meta sangat sibuk mengurus takdirnya bukan takdir orang lain lagi.
Meta datang menghampiri kedua mempelai untuk mengucapkan selamat, kedua mempelai itu tersenyum saat melihat kedatangan Meta dan juga Lionel. Dalam keadaan hamil Lionel datang melihat ayahnya menikah, walau begitu ia sangat bahagia bertemu dengan ayah seperti Bagas.
"Selamat untuk kalian berdua. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia." ucap Meta membuat keduanya mengangguk, lalu begitupun dengan Lionel yang sama seperti Meta yang mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Tanpa dia duga Bagas malah memeluk Lionel dengan berbisik kata maaf, dia sangat menyesal sudah menyia-nyiakan Lionel. Tapi dengan begitu Bagas masih menganggap Lionel anaknya, walau bukan anak kandungnya.
"Dady bangga sama kamu, dady yakin kamu pasti kuat menjalani kehidupan kamu." kata Bagas yang sudah melepaskan pelukan, ia tersenyum saat melihat wajah Lionel.
...END...
Terima kasih yang sudah membaca kisah Mayra dan keluarga Cantika, mohon maaf atas alur yang menurut kalian tidak nyambung ini. Semoga kedepannya saya sebagai penulis bisa membuat karya yang bagus lagi.
__ADS_1
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pembaca yang sudah membaca cerita ini!!