Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu
Kamu Adalah Wanitaku! Aku Akan Menjadi Kamu Wanita Paling Berkuasa Di Dunia


__ADS_3

Mayra menganga saat Edrick mengatakan membaca semua buku, yang benar saja dia harus membaca semua buku yang ada di hadapannya ini. Apa pria ini tidak memiliki perasaan, kalau buku ini tipis tidak masalah. Sedangkan buku yang pria ini berikan setebal harapannya.


Mau sampai kapan dia menghabiskan buku sebanyak ini, gak mungkinkan kalau ia membaca cuman beberapa hari saja.


"Kenapa kamu diam aja." ucap Edrick membuat Mayra menatap pria itu saat lelaki itu sama sekali tidak merasa bersalah.


"Kamu yang benar aja aku harus baca buku sebanyak ini dan setebal ini."


"Ya! Ada masalah dengan ucapanku barusan?" tanya Edrick yang sudah duduk di kursi itu, ia malah sibuk melihat Mayra yang masih shock dengan ucapannya.


"Tidak ada. Tapi yang benar saja aku harus baca semua buku ini, harus berapa hari menghabiskan waktu untuk membacanya." tutur Mayra yang begitu frustasi melihat buku di depan matanya.


"Sudah jangan kebanyakan protes May, kamu tinggal baca dan pahami semua buku ini. Nanti saya akan memberikan tugas untuk kamu." Mayra melotot saat mendengar kalimat itu, pria ini benar-benar gila.


Masa dia harus menghabiskan waktu untuk membaca buku, pria ini benar-benar gila yang memberikan perintah kepadanya. Mana ada orang yang suka membaca, kalaupun ada mungkin bukan dirinya yang menghabiskan waktu untuk membaca semua buku.


Mayra dengan wajah kesal mengambil semua buku tebal itu dan membawanya pergi dari ruangan Edrick, sedangkan pria itu sempat melihat kepergian Mayra saat pintu tersebut sudah di tutup kembali.


"Maafkan saya May. Saya tidak bermaksud memerintah kamu, tapi saya tidak mau kamu menjadi wanita bodoh. Saya mau kamu menjadi wanita yang cerdas dan bisa menaklukan dunia."


"Suatu saat kamu akan mengerti kenapa saya selalu bersikap kasar sama kamu, dan kenapa saya terus menerus meminta kamu melayani saya. Karena saya mau kamu melahirkan anak dariku dan kamu bisa menjadi wanita hebat tanpaku May." batin Edrick kembali saat dia sibuk melamun ke layar komputer.


Sudah satu bulan ini Mayra disibukan dengan belajar dan belajar, dia tidak tahu kenapa Edrick memerintahkan dirinya seperti ini. Ia merasa kalau pria itu seperti tidak memiliki perasaan yang cuman bisanya memerintah.


"Aduh otakku lama-lama meledak belajar melulu, sebenarnya pria itu buat apa memerintahnya seperti ini. Kalau seperti ini dia tidak bisa melakukan apapun yang dia mau, dan ia tidak bisa mendapatkan uang dari laki-laki di luaran sana." ucap Mayra yang berada diatas tempat tidur dengan banyak dikelilingi buku yang diberikan Edrick.


"Kamu sudah baca buku yang aku berikan untukmu May." lontar seseorang yang baru saja masuk dari kamarnya, dia melihat pria itu datang dengan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Ya, semua buku yang kamu kasih sudah aku baca tinggal sisanya saja yang belum ku pelajari." balas Mayra dengan malas saat Edrick masih memperhatikannya.


"Baiklah. Kalau gitu besok pagi kamu ikut aku ke kantor, di sana aku akan memberikan sesuatu untuk kamu." Mayra yang mendengar itu langsung menatap Edrick yang baru saja turun dari tempat tidur.


"Maksud kamu... kamu mau aku melakukan pekerjaan kantor gitu?"


Edrick mengangguk, "Tidak hanya itu saja May, aku lihat ilmu bela diri kamu cukup bagus makanya aku mengajak kamu untuk memperdalam ilmu bela diri kamu."


"Tapi gak besok juga kali, kamu ini manusia apa bukan sih yang selalu memerintahkan orang seperti ini. Aku lama-lama bisa mati gara-gara kamu." oceh Mayra dengan memberikan protes di depan Edrick.


"Sudah jangan seperti ke kanak-kanakan May, kamu lakukan saja tugasmu itu. Aku pergi dulu jangan lupa pelajari semuanya." selesai mengatakan itu Edrick pergi dari kamar Mayra, saat Mayra yang melihat kepergian Edrick mengumpat pria itu dari belakang.


***


Mayra sudah berada di dalam mobil dengan Edrick, mereka berdua sedang menuju perusahaan milik Edrick. Tidak butuh waktu lama mereka tiba di sana, Edrick memarkirkan mobilnya dan meminta Mayra turun dari mobil.


Di sana dia melihat banyak laki-laki dan perempuan yang melakukan sesuatu, selama dirinya melangkah dia terus memperhatikan mereka berlatih ilmu bela diri. Ada juga yang sudah sangat lihai menggunakan alat berbahaya, seperti pistol dan benda tajam lainnya.


Edrick memintanya untuk menunggu saat lelaki itu kembali, sambil menunggu kedatangan Edrick Mayra memutuskan untuk berlatih alat yang tersedia di sana. Salah satu wanita yang berada di sana memperhatikannya, tanpa Mayra sadari wanita itu menghampirinya membuat gerakan wanita itu menyadarinya.


Wanita itu mulai memberikan gerakan cepat dan lihai sampai Mayra bisa mengetahui gerakan itu, keduanya sama-sama berkelahi untuk mempertahankan dirinya masing-masing. Sampai Edrick datang dengan satu wanita dan melihat Mayra berkelahi dengan satu tim.


"Sepertinya wanitamu itu sangat pandai dan cerdas dalam bela diri, kamu tahukan kalau Calista pandai ilmu bela diri. Semua pria di sini saja pada suka dengan dia, tapi sepertinya Mayra bisa mengetahui gerakan musuh dari jauh. Makanya dia dengan mudah melumpuhkan Calista." ucap wanita yang berdiri di samping Edrick.


Di balik perkataan wanita itu Edrick tersenyum saat mendengar satu rekan kerjanya memuji Mayra, makanya saat dia bertemu dengan Mayra dia sudah menyukai wanita itu bukan tanpa alasan tapi ada alasan yang belum Mayra ketahui.


"Sudah cukup berlatihnya. Calista kamu kembali berlatih dan kamu May kenalin ini rekan kamu, dia yang akan mengajari kamu bela diri yang lebih dari kamu miliki." ujar Edrick membuat Mayra menatap wanita di samping Edrick.

__ADS_1


"Kenalkan saya Agatha yang akan menjadi teman sekaligus guru bela diri kamu." kata wanita itu yang bernama Agatha, Mayra mengulurkan tangan saat Agatha memberikan sebuah tangan untuk perkenalkan diri.


"Mayra."


"Salam kenal May. Kamu jangan sungkan untuk bertanya mengenai apapun saya akan menjawab pertanyaan yang kamu berikan." kata Agatha membuat Mayra mengangguk dan tersenyum.


Akhirnya Mayra dengan Agatha fokus berlatih sedangkan Edrick ke tempat lain, dia memilih ngumpul dengan sahabatnya. Seorang pria yang membawakan minuman kaleng, tidak hanya itu saja pria itu juga membawakan satu bungkus rokok dan korek.


"Baru pertama kali kamu mengajak wanita asing ke markas kita, biasanya kamu tidak pernah membawa satupun wanita untuk dikenalin ke kita semua."


"Gua tahu lu kaya gimana, jadi tidak mungkin kalau lu membawa wanita itu datang tanpa ada alasannya 'kan?" tutur pria itu yang melirik ke arah Edrick.


"Ya, kamu benar. Aku membawa wanita itu untuk menjadi sepertiku, dan aku ingin suatu saat dia tahu alasanku yang sebenernya. Aku tidak mau membahayakan dirinya tanpa memiliki ilmu, suatu saat aku bisa melepaskannya kalau sudah melihat potensi yang dia miliki."


"Kalau seperti itu aku bisa tenang kalau tidak berada di sampingku." ucap Edrick masih memperhatikan Mayra berlatih.


"Cuman kamu yang tahu rencana kamu sendiri jadi aku tidak bisa ikut campur masalahmu, aku rasa kamu sudah jatuh hati dengan wanita yang kamu bawa. Cukup menarik juga seorang tentara menyamar jadi CEO datang membawa wanita ke markas, untuk di jadikan seperti dirinya." kata pria di sampingnya dengan sedikit menyindir Edrick dengan keras, tapi Edrick tidak pernah ambil pusing dengan ucapan temannya.


Satu jam berlatih bela diri membuat Mayra kelelahan, dia beristirahat sejenak saat Agatha kembali membawa dua minuman kaleng.


"Cukup bagus juga gerakan bela diri kamu, aku rasa sebentar lagi aku bisa dikalahkan olehmu May." ucap Agatha yang diselingi dengan candaan.


Mayra mengambil minuman keleng itu dari tangan Agatha, ia membuka minuman itu dan meneguknya.


"Jangan berlebihan seperti itu aku tidak akan melakukan itu sama kamu, aku malah berterima kasih sama kamu sudah menjadi guruku." urai Mayra dengan masih berada di sana bersama dengan Agatha, tidak lupa Mayra sesekali mengelap keringat yang berada di dahi.


"Sudah selesai latihannya." ucap seseorang yang baru saja datang menghampiri dua wanita yan sibuk berbicara.

__ADS_1


Kedua wanita itu menatap laki-laki yang muncul di hadapan mereka, lalu Mayra yang melihat kedatangan Edrick mengangguk dengan cepat.


__ADS_2