Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Berubah Pikiran


__ADS_3

Pagi ini Andika harus berangkat lebih pagi karena dia ada meeting dengan para pekerjanya untuk membahas tentang promosi produk yang baru saja perusahaan Andika keluarkan, tapi kali ini Andika tidak seperti biasanya lagi-lagi Andika meminta Tasya untuk ikut dan menemaninya bekerja.


Tasya sudah berkali-kali menolak ajakan Andika, karena dia tidak enak kalau harus membiarkan Rara menggantikannya terus menerus. Tapi entah kenapa kali ini Andika tidak mau mengalah dengannya dan terus memaksa Tasya ikut, padahal biasanya Andika juga selalu pergi ke kantor sendiri.


"Besok saja ya mas aku ikut ke kantornya, soalnya aku takut kalau aku izin terus-menerus nanti akan kena marah sama atasan mas"


"Kamu tenang saja! Aku tidak akan memarahi istri ku sendiri, jadi sekarang kamu tetap bisa ikut dengan ku"


Andika langsung mengambil tas Tasya dan menggenggam tangan Tasya untuk langsung membawanya ke luar kamar, sedangkan Tasya membulatkan matanya karena terkejut Andika menariknya.


"Mas, tunggu dulu! Tadi yang aku maksud itu bukan kamu, kenapa malah jadi kamu yang tidak akan marah?"


Andika menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Tasya sembari menghela nafasnya "Dengarkan aku baik-baik ya, pemilik restoran tempat mu bekerja itu adalah milik ku. Jadi tidak mungkin aku memarahi mu, oke"


Mendengar pengakuan Andika, Tasya langsung terdiam dengan mulut yang menganga. Andika langsung melanjutkan langkahnya dan membawa Tasya lagi, agar mereka bisa lebih cepat sampai ke kantor Andika.


Saat sampai di perusahaan, Andika langsung membawa Tasya masuk ke ruangannya dan memintanya duduk di kursi kerjanya untuk menunggu dia sampai kembali dari meeting. Setelah itu Andika meninggalkan Tasya sendirian di dalam ruangannya, karena Andika sudah terlambat datang ke ruang rapat.


...****************...


Baru lima belas menit Andika ke luar dari ruangnya, Tasya sudah merasa bosan dan tidak tau harus melakukan apa. Di saat Tasya sedang melamun dan melihat ke luar jendela sembari duduk di kursi membelakangi pintu, tiba-tiba pintu ruangan Andika terbuka.


"Hai mas, aku sudah datang"


Tasya langsung memutar kursinya dan berdiri sembari menggebrak meja saat melihat Raisa yang sedang berdiri sembari senyum sendiri "Kamu! Mau apa kamu ke sini?"

__ADS_1


Raisa langsung tersenyum miring melihat Tasya langsung berdiri dan menatap tajam ke arahnya "Jadi kamu belum tau ya? Apa suami mu belum kasih tau ke kamu? Oh! Aku tau, mungkin mas Andika engga kasih tau kamu karena dia pikir kamu itu engga penting kali"


Tasya langsung mengepalkan tangannya yang berada di atas meja kerja Andika "Memangnya hal apa yang mas Andika tidak memberitahu ku?"


"Sebenarnya mas Andika meminta aku menjadi model di perusahaannya, bahkan dia yang memerintahkan pak Mario secara. Maka dari itu aku berada di sini sekarang, dan bisa jadi kami berdua akan semakin sering bertemu"


"Apa semua yang dikatakan Raisa itu benar? Tapi kenapa mas Andika tidak mengatakan hal itu pada ku? Kalau itu bagian dari rencana yang dia bilang waktu itu, seharusnya dia mengatakannya juga padaku" ucap Tasya dalam hatinya sembari diam dan masih menatap tajam ke arah Tasya.


Di saat dalam hati Raisa sedang merasa senang, tiba-tiba pintu ruangan Andika terbuka dan memunculkan sosok Andika yang sudah berdiri di ambang pintu sebentar. Setelah itu Andika berjalan menghampiri Tasya, sembari menatap tajam ke arah Raisa.


Saat berada di samping Raisa, Andika berhenti dan menoleh ke arah Raisa dengan tatapan tajam dan ekspresi wajah datarnya "Jangan pernah mendengarkan apapun yang wanita itu katakan padamu! Semua perkataannya itu bukan yang sebenarnya, kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan pada Mario"


"Kamu kok bilang gitu sih mas, bukannya beberapa hari lalu kamu yang minta aku untuk jadi model di sini?" Raisa menggenggam tangan Andika sembari berbicara dengan suara manja.


Andika langsung menarik tangannya dari Raisa dengan kasar "Jangan berani-beraninya menyentuh saya!"


"Tapi aku sudah tanda tangan kontrak dengan pak Mario, jadi kamu engga bisa seenaknya saja membatalkan kontraknya"


"Kenapa tidak bisa? Saya berhak membatalkan kontrak kerja samanya dan masalah ganti rugi nanti akan di urus dengan Mario, jadi kamu jangan ganggu istri saya lagi" Andika melingkarkan tangannya di pinggang Tasya.


"Sekarang saya minta kamu keluar dari sini" tambah Andika sembari menunjuk ke arah pintu ruangannya.


Sebelum keluar dari ruangan Andika, Raisa melihat ke arah Tasya dengan tatapan tajamnya dan setelah itu dia langsung keluar dari ruangan Andika dengan wajah kesalnya.


Setelah melihat Raisa keluar Tasya langsung menatap Andika, sembari melipat tangannya di depan dadanya untuk menunggu Andika menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Kenapa menatap ku seperti itu?" Andika mengangkat satu alisnya.


"Coba jelaskan apa maksud semua ini mas? Kenapa kamu engga cerita apa-apa tentang Raisa yang akan jadi model di sini?"


"Oh itu, tadinya aku mau kasih tau kamu setelah selesai meeting, tapi ternyata Raisa sudah lebih dulu datang ke sini"


"Alasannya untuk apa mas?"


"Kamu ingat kan rencana kita waktu itu untuk membalas kakak dan mama tiri mu itu" Tasya mengangguk pelan.


"Tadi itu sebenarnya awal untuk memulai rencana ku, tapi tiba-tiba aku berubah pikiran karena aku tida mau dia terus berdekatan dengan ku dan mengganggumu lagi" Andika mengusap surai rambut Tasya.


"Terus jadinya kamu akan berhenti untuk membalaskan semuanya?" Andika langsung mengangguk pelan.


"Untuk saat ini aku hanya ingin fokus dengan kamu saja, tanpa harus memikirkan hal lain"


Tasya seketika langsung memeluk Andika dan begitu juga Andika yang membalas pelukan Tasya, setelah itu Andika mengajak Tasya untuk makan siang bersama di restoran tempat Tasya bekerja.


Saat sampai di restoran Tasya izin untuk bertemu dengan Rara terlebih dahulu sebelum pergi ke ruangan tempat Andika biasa berada, karena menurut Andika di dalam restoran itu tidak ada bahaya dari Raisa makanya dia langsung mengiyakan permintaan Tasya padanya.


"Jangan terlalu lama bertemu Rara nya, karena tadi kamu belum sempat sarapan"


"Iya mas, aku janji tidak akan lama" Tasya memberikan senyumnya ke Andika.


"Ya sudah sana, aku akan menunggu kamu di ruangan biasa ya"

__ADS_1


"Iya mas" Tasya mengecup pipi Andika dan langsung berlari meninggalkan Andika yang masih membulatkan matanya, karena mendapatkan kecupan tiba-tiba dari istrinya.


__ADS_2