Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Awal Pembicaraan


__ADS_3

Akhirnya Andika bisa kembali ke apartemen sebelum larut malam dan dia berharap Tasya belum tidur, agar dia bisa mendengarkan apa yang Tasya ingin katakan padanya saat Tasya ke kantor Andika.


"Tasya, kamu dimana?" Saat Andika masuk ke dalam apartemen dia langsung mencari keberadaan Tasya, tapi yang menghampirinya malah Salsa.


"Tuan Andika, anda sudah kembali? Biar saya panaskan makanannya untuk anda dulu ya tuan" Salsa membungkukkan badannya dan ingin berlalu pergi lagi, tapi sayangnya Andika menahannya dengan memanggil namanya lagi.


"Tidak perlu, saya hanya ingin tahu dimana istri saya?" Andika berdiri dengan memasang ekspresi wajah datarnya dan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana.


"Mbak Tasya ya tuan? Tadi s


"Baiklah kalau begitu, kamu bisa kembali ke kamar mu dan melanjutkan istirahat mu lagi"


Setelah mengatakan hal itu Andika langsung melangkahkan kakinya menuju balkon dan meninggalkan Salsa yang masih berdiri di tempatnya, sembari menundukkan kepala sampai Andika melewatinya.

__ADS_1


Sampai di balkon Andika melihat Tasya yang sedang duduk di kursi sembari melamun dan hanya menggunakan pakaian tidur saja, Andika langsung menghampiri Tasya dan memakaikan jas yang di pegangnya pada Tasya.


Tasya yang merasa bahunya di sentuh secara tiba-tiba langsung terlonjak kaget, dan bahkan dia juga seketika langsung menoleh ke arah belakangnya untuk melihat orang yang sudah membuatnya terkejut.


"Mas Andika? Maaf ya mas aku engga tau kalau kamu sudah pulang, aku pikir kamu akan pulang larut malam lagi makanya aku tetap berada di sini"


"Iya tidak apa-apa, kamu sedang apa malam-malam di sini? Bahkan hanya menggunakan baju tidur saja, bukankah udaranya sudah sangat dingin? Jadi lebih baik kamu masuk ke dalam sekarang!" ekspresi wajah Andika sama seperti saat dia berbicara dengan Salsa tadi.


"Aku sudah makan, jadi kamu tidak perlu menyiapkan makanan lagi untuk ku. Tetaplah di sini sebentar sesuai keinginan kamu, karena aku ingin mendengar yang kamu akan sampaikan saat kamu datang ke kantor"


Seketika Tasya langsung memutar ingatannya lagi untuk mengingat apa yang akan dia sampaikan pada Andika saat itu, karena sebenarnya Tasya sudah melupakannya berbarengan dengan suasana hatinya yang hancur saat itu juga.


Andika terus melihat ke arah wajah Tasya karena dia masih menunggu Tasya untuk mengingatnya, walaupun saat ini sepuluh menit sudah berlalu dan Tasya belum juga bisa mengingat dan mengatakan apa-apa tentang perkataannya pada Andika.

__ADS_1


"Kalau kamu belum bisa mengingatnya, lain kali saja mengatakannya dan lebih baik sekarang kita masuk ke dalam saja"


"Aku sudah mengingat semuanya mas, ada pertanyaan yang saya ingin tanyakan pada kamu"


"Pertanyaan tentang apa? Sampai kamu tiba-tiba datang menemui ku di kantor"


"Aku ingin menanyakan tentang sikap kamu yang tiba-tiba berubah dengan ku mas"


"Berubah bagaimana maksud kamu? Bukankah aku sama saja seperti biasanya?"


Tasya menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak mas, sikap kamu yang sekarang sangat berbeda sekali dengan yang dulu sebelum kita bertemu dokter Nita. Apa perubahan sikap kamu ini ada hubungannya dengan perkataan dokter Nita mas?"


Memang benar apa yang di tanyakan Tasya tentang alasan perubahan sikap Andika padanya, tapi walaupun begitu Andika tidak langsung menjawab pernyataan Tasya melainkan dia hanya diam saja karena takut Tasya langsung sedih saat mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2