
Berhubung hari ini pengunjung restoran sangat ramai, jadinya saat ini Tasya dan Andika masih berada di jalan pulang menuju apartemen. Dari awal mereka meninggalkan restoran sampai hampir tiba di apartemen, tidak ada pembicaraan sama sekali diantara mereka berdua.
Awalnya Andika pikir Tasya hanya diam saja karena dia sedang kelelahan sehabis bekerja, tapi setelah Andika perhatikan lagi sepertinya Tasya bukan hanya kelelahan saja. Lebih tepatnya Tasya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dan masih ragu untuk mengatakannya pada Andika.
"Kamu kenapa, hmm? Apa ada sesuatu yang kamu ingin katakan padaku?" Andika yang khawatir dengan Tasya akhirnya membuka suaranya lebih dulu, sembari mengusap rambut Tasya dengan tangan kirinya.
"Eum... Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu mas, tapi aku takut kamu akan marah nanti" Tasya menundukkan kepalanya sembari memainkan jarinya.
"Darimana kamu tau kalau aku akan marah? Sedangkan kamu aja belum mengatakan apapun pada ku, jadi sekarang coba kamu katakan saja dulu! Siapa tau nanti aku tidak akan marah dengan perkataan kamu itu"
Andika menoleh ke arah Tasya sebentar dan kembali fokus menyetir, sedangkan Tasya langsung terdiam lagi dan mulai memikirkan perkataan Andika tadi.
"Sebenarnya aku ingin meminta izin sama kamu mas"
"Izin? Izin untuk apa?"
"Begini mas... Tadi di restoran manager bilang kalau akan diadakan camping bersama semua yang bekerja di restoran mas dan aku ingin ikut acara itu, apa kamu bisa memberikan aku izin untuk ikut?"
Andika yang terkejut akan ada acara camping dari restoran tiba-tiba langsung terdiam, karena acara yang akan diadakan restoran sama sekali belum di ketahui olehnya dan bahkan manager restoran juga tidak meminta izin darinya terlebih dahulu.
"Camping? Dimana?"
Tasya mengangguk pelan. "Ya pastinya di hutan dong mas, masa di restoran sih"
"Kalau begitu aku tidak akan mengizinkan kamu untuk ikut, karena pasti itu akan sangat berbahaya untuk mu"
"Tapi mas aku....."
Tasya tidak melanjutkan perkataannya lagi karena Andika tiba-tiba memberhentikan mobilnya secara mendadak, saat mereka sudah sampai di parkiran apartemen.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian! sekali aku bilang tidak, seterusnya juga tidak" mendengar jawaban Andika seketika membuat Tasya langsung cemberut.
Melihat Tasya yang sedih seperti itu Andika langsung mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan telpon dengan Mario untuk memintanya segera datang ke unit apartemennya, karena Andika ingin membahas masalah acara yang diadakan di restoran.
Mario berdiri dan membungkukkan sedikit badannya di hadapan Andika yang sedang duduk sembari meletakkan kaki kirinya diatas kaki kanannya. "Selamat malam tuan, apa ada yang bisa saya bantu?"
"Kenapa bisa-bisanya manager restoran membuat acara camping tanpa sepengetahuan dan izin dari saya?" Andika memberikan tatapan tajam pada Mario.
"Bukankah tadi tuan sudah mengizinkan mereka mengadakan acara itu? Apa tuan lupa?"
"Saya? Kapan saya memberikan izin pada mereka?"
"Tadi siang tuan, manager restoran langsung datang menemui anda"
Mario langsung menceritakan semuanya secara rinci tentang izin yang diberikan oleh Andika saat dia sedang menelpon Tasya, bahkan di saat itu Andika juga langsung menandatangani surat izinnya tanpa menanyakan dulu kemana rencana mereka akan pergi.
"begitu ya, kalau begitu saya minta kamu memeriksa keamanan tempat yang akan di gunakan oleh seluruh pekerja restoran untuk camping besok dan segera kasih tau saya. Apa kamu bisa? Soalnya saya tidak mungkin membiarkan istri saya pergi ke tempat berbahaya".
"Baiklah, kalau begitu kamu boleh pergi"
"Baik tuan, saya permisi dulu" Mario membungkukkan sedikit badannya lagi dan langsung meninggalkan unit apartemen Andika.
Setelah Mario pergi Andika masuk ke dalam kamarnya dan menunggu Tasya selesai mandi, sembari duduk menyender di atas tempat tidur dan membaca buku kesukaannya.
Selesai mandi Tasya langsung menghampiri Andika dan duduk di sampingnya "Mas, kamu beneran engga izinin aku untuk pergi camping ya?"
"Bukankah tadi aku sudah katakan ya? Kalau aku tidak akan memberikan izin padamu" Andika menjawab Tasya sembari fokus dengan bukunya.
"Waktu masih tinggal sama papa aku engga dapat izin pergi, sekarang sama kamu masa engga di izinkan juga sih mas" Tasya langsung membaringkan badannya dan tidur membelakangi Andika.
__ADS_1
"Kamu ini ada-ada saja kita bahkan belum pergi bulan madu. Tapi kamu malah sudah ingin pergi camping dengan pekerja di restoran"
Setelah mendengar perkataan Andika, Tasya langsung bangun dari posisi tidurannya dan kembali ke posisi awalnya lagi, karena dia juga baru ingat kalau mereka belum membahas rencana bulan madu.
"Begini saja mas, gimana kalau kita bulan madu setelah aku kembali dari acara camping itu?"
"Jadi... Kamu lebih mementingkan acara camping itu daripada bulan madu kita?" Kevin menutup bukunya dan menoleh ke arah Tasya dengan tatapan tajamnya.
"Eh! Bukan begitu maksud ku mas, tapi maksud ku tadi....." perkataan Tasya langsung seketika terhenti, karena Andika tiba-tiba menghentikannya.
"Sudah lupakan saja, lebih baik sekarang kamu tidur! Aku akan membersihkan badan ku dan berganti pakaian dulu" Andika turun dari tempat tidur dan langsung melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.
"Apa mas Andika marah padaku ya?" Tasya bermonolog sendiri saat melihat Andika menghilang di balik pintu kamar mandi.
Andika yang baru keluar dari dalam kamar mandi langsung kembali ke tempat tidur dan melihat Tasya yang sudah tertidur pulas, setelah Andika mengecup kening Tasya dia juga langsung menyusul Tasya ke alam mimpi.
...****************...
Pagi-pagi sekali tidur Andika sudah terusik dengan suara pesan masuk di ponselnya, setelah dia melihat nama pengirim pesannya ternyata dari Mario yang ingin mengabarkan pada Andika tentang tugas yang di perintahkan untuknya. Walaupun andika masih dalam kondisi setengah sadar, tapi dia langsung membaca pesan dari Mario.
Pesan Mario: Selamat pagi tuan, maaf saya mengganggu waktu anda. Saya ingin memberitahu anda mengenai tempat yang tuan minta saya periksa untuk acara camping, setelah saya periksa hutan itu aman tuan tidak ada bahaya yang akan mengancam keselamatan nyonya Tasya.
Balasan dari Andika: Apa kamu yakin tempat itu aman? Apa kamu sudah periksa dengan teliti? Kalau tidak akan ada binatang buas yang akan datang tiba-tiba.
Mario: Semua sudah saya periksa dengan teliti tuan, jadi tempat itu aman jika nyonya datang ke sana".
Andika: Baiklah kalau begitu, terima kasih kamu sudah bekerja dengan baik. Saya sudah kirimkan bonus untuk mu, jadi untuk hari ini kamu bisa istirahat"
Mario: "Baik tuan, terima kasih kembali"
__ADS_1
Setelah selesai saling mengirim pesan dengan Mario, Andika langsung meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan berhubung hari sabtu dan libur akhirnya Andika memilih untuk kembali tertidur karena dia masih sangat mengantuk.