
Saat ini Tasya dan Andika sudah sampai di bandara dengan diantar oleh Mario, Tata, dan juga Salsa. Tadinya mereka berdua hanya akan diantar dengan Mario saja, tapi saat mereka akan berangkat malah bertemu dengan Tata dan Salsa di depan loby apartemen.
Tata yang awalnya tidak tau kalau Tasya dan Andika akan pergi jauh terlihat biasa saja dan selama di perjalanan tadi tidak ada perasaan sedih di hatinya, setelah Tata mengetahui hal itu hatinya langsung merasa sedih tapi walaupun begitu dia tidak mau menunjukkannya di depan Tasya dan Andika.
Tasya dan Andika masih berdiri di belakang mobil menunggu Mario menurunkan koper mereka, sedangkan Salsa dan Tata berdiri di samping mobil dengan mata Tata yang terus tertuju ke arah Andika dan Tasya.
"Sudah tidak ada barang yang tertinggal lagi kan, sayang?" Andika memastikan kembali barang bawaan mereka berdua ke Tasya sembari menegang koper yang baru di turunkan Mario.
"Eum, kayaknya sih udah engga ada mas. Semuanya kan sudah aku siapkan dari semalam, termasuk paspor dan yang lainnya jadinya engga mungkin ada yang tertinggal lagi mas"
"Ya sudah, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam sekarang" Tasya mengangguk pelan untuk menerima ajakan Andika.
__ADS_1
Andika langsung menggenggam tangan Tasya dan melangkahkan kaki mereka berdua untuk masuk ke dalam bandara, tapi langkah mereka terhenti karena Tata menghampiri Tasya dan Andika dengan ekspresi wajah sedihnya.
"Tante Tasya sama om Andika perginya lama ya?" Tata menatap Tasya dan Andika secara bergantian.
Tasya langsung melepaskan genggaman tangan Andika dan berjongkok sembari tersenyum untuk mensejajarkan dirinya dengan Tata, sedangkan Andika menunggu Tasya untuk menenangkan Tata karena dia tau kalau Tata pasti akan kesepian saat mereka pergi.
"Tante sama om Andika perginya hanya tiga hari saja kok sayang, selama tante pergi Tata jangan nakal ya dan dengarkan perkataan kak Salsa" Tasya mengusap lembut pipi kanan Tata.
"Oh iya, satu lagi pesan tante untuk kamu. Jangan sampai terlambat makan ya sayang dan jangan keluar apartemen sampai sore!" Tata hanyalah menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah berpamitan dengan Tata dan memberikan hal yang Tata harus lakukan selama dia dan Andika pergi, kini Tasya sudah berdiri dan tersenyum ke arah Salsa.
__ADS_1
"Salsa, saya titip Tata ya. Kamu tolong jaga dia baik-baik dan kalau ada apa-apa segera kabari kami berdua, dan untuk kebutuhan kamu juga Tata kamu bisa minta uangnya pada Mario karena maa Andika sudah menyerahkan semuanya pada Mario"
"Baik mbak Tasya, saya pasti akan jaga Tata dengan baik sesuai dengan permintaan mbak" Salsa memberikan senyumnya pada Tasya sembari memegang kedua bahunya.
"Makasih ya Sa, kalian baik-baik ya dan semoga tidak ada masalah yang terjadi selama kami berdua pergi"
"Amin mbak, mbak dan tuan juga baik-baik di sana ya"
"Pasti, kalau begitu kami masuk dulu ya" Tasya melihat ke arah Tata, Mario, dan Salsa bergantian sembari tersenyum.
Tata, Salsa, dan Mario langsung mengangguk bersamaan. Setelah Andika berpamitan dengan Mario, Andika langsung membawa Tasya masuk ke dalam pesawat karena waktu keberangkatan mereka sebentar lagi dan mereka harus cepat-cepat masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1