
Tasya yang masih tertidur pulas tiba-tiba mencium aroma masakan dan langsung membuatnya terbangun, karena Tasya mengira kalau dia terlambat bangun dan belum membuat sarapan untuk Andika.
Saat Tasya sampai di dapur Andika sudah berada di sana sedang menggoreng telur untuk nasi goreng yang sudah tersedia di piring, Tasya langsung menghampiri Andika dan berdiri di sampingnya.
"Mas, maaf ya aku telat bangun dan jadi telat buatkan sarapan untuk kamu"
"Tidak masalah, lagipula kamu juga tidak terlambat karena sekarang baru jam lima pagi" seketika Tasya langsung melihat jam yang tertempel di dinding dapur.
"Ternyata benar-benar baru jam lima pagi, tapi kenapa mas Andika sudah bangun dan masak di jam segini? Apa hari ini dia akan pergi ke kantor ya? Tapi kan ini hari libur, untuk apa mas Andika ke kantor? Biasanya juga tidak pernah, kecuali ada meeting dadakan" ucap Tasya dalam hati sembari terus menatap ke arah jam.
"Eum, mas. Kalau begitu, sini biar aku aja yang gantiin masaknya mas"
Tasya mencoba mengambil sodet yang di pegang oleh Andika, tapi sayangnya dia tidak berhasil karena Andika langsung menjauhkan sodet yang dipegangnya dari Tasya.
"Tidak perlu, lebih baik sekarang kamu mandi saja! Biar aku yang selesaikan ini, karena setelah sarapan aku akan bawa kamu pergi ke suatu tempat"
"Pergi? Emangnya kita mau pergi ke tempat apa mas?"
"Rahasia, udah sana kamu cepat mandi dan siap-siap" Andika tersenyum dan memutar badan Tasya.
Tasya mau tidak mau langsung menuruti perkataan Andika dan kembali masuk ke dalam kamar untuk bersiap menemani Andika pergi, sedangkan Andika menunggu di meja dengan sudah menyiapkan dua piring nasi goreng.
Beberapa menit kemudian Tasya kembali menghampiri Andika dan Andika langsung memintanya untuk segera makan, supaya mereka bisa lebih cepat berangkat dan sampai di tempat tujuan.
Mereka berdua menghabiskan sarapannya dengan susana hening dan bahkan sampai mereka berada di dalam mobil baik Tasya maupun Andika tidak ada yang membuka suaranya, hal itu juga jadi membuat Mario bingung dan terkadang mencuri pandang ke kursi belakang untuk melihat ekspresi wajah Andika dan Tasya.
__ADS_1
"Sebenarnya mas Andika mau bawa aku kemana sih? Kenapa harus pagi-pagi sekali seperti ini?" ucap Tasya dalam hatinya.
"Apa aku tanyakan langsung saja ya sama mas Andika? Tapi aku engga yakin sih, kalau mas Andika akan memberitahu kemana tujuan kita pergi" Tasya terus berbicara dalam hatinya sembari melirik ke arah Andika dari ujung matanya.
Pada akhirnya Tasya hanya bisa diam dan menunggu sampai mereka tiba di tempat tujuan sembari melihat keluar jendela mobil untuk melihat jalanan yang masih gelap dan belum ramai kendaraan yang berlalu lalang.
Dua puluh lima menit sudah perjalanan mereka dan Tasya baru menyadari kalau jalan yang mereka lewati sejak tadi adalah jalan menuju ke arah kantor Andika, seketika Tasya langsung protes karena dia tidak mau kalau di suruh menemani Andika meeting lagi dari jam setengah enam pagi.
"Mas, pokoknya aku mau kembali ke apartemen sekarang juga!" Tasya memegang tangan kiri Andika dan sembari menggoyang-goyangkannya seperti anak kecil yang sedang minta mainan.
"Sedikit lagi kita sampai loh, masa kamu mau pulang lagi sih. Udah engga apa-apa kita lanjutkan saja ya perjalannya, soalnya kasihan Mario kalau harus kembali lagi ke apartemen" Andika mengusap surai rambut Tasya dengan tangan kanannya sembari tersenyum.
"Tapi mas....."
"Hah! Ikut? Ikut kemana mas?"
Andika langsung menunjuk ke arah belakang Tasya dengan mengangkat kepalanya saat Mario memberhentikan mobilnya tepat di samping bus pariwisata yang sudah terparkir di halaman kantor Andika, Tasya langsung menoleh ke belakangnya dan membulatkan matanya karena melihat teman-temannya sudah berkumpul di dekat bus termasuk Rara.
"Mas, apa maksud semua ini?" Tasya bertanya pada Andika sembari melihat ke arah teman-temannya, karena dia benar-benar masih tidak percaya dengan semuanya.
"Bukankah kemarin kamu ingin ikut camping? Sekarang aku memberikan izin untuk mu dan ayo kita ikut pergi camping bersama mereka semua"
"Ini kamu beneran serius mas? Tapi aku kan belum mempersiapkan semua kebutuhan selama berada di sana" Tasya menoleh ke arah Andika yang langsung tersenyum padanya.
"Untuk hal itu kamu tenang saja, karena aku sudah mempersiapkannya dan kita tinggal mengambil koper di dalam bagasi saja"
__ADS_1
Tasya seketika langsung memeluk Andika dan begitu juga dengan Andika yang langsung membalas pelukan dari Tasya. "Makasih ya mas, kamu memang yang terbaik"
"Iya sama-sama, ya udah yuk sekarang kita turun dan berkumpul bersama dengan mereka" Tasya mengangguk sebagai jawaban dari ajakan Andika.
Bukan hanya mereka berdua saja yang turun, tapi Mario juga ikut turun dan mengambil dua koper di dalam bagasi. Saat Andika membawa kopernya dan menghampiri yang lainnya, Mario juga melakukan hal yang sama dan itu membuat semua yang sudah berada di sana terkejut.
Rara langsung menghampiri Andika dan Tasya. "Apa pak Andika akan ikut dengan kami juga?"
"Iya, saya akan ikut dengan kalian semua dan begitu juga dengan pak Mario" Andika menjawab sembari tersenyum ke semua pekerja di restorannya.
"Apa bapak juga akan ikut naik bus bersama kami?" kali ini Andika hanya menjawab dengan anggukan kepalanya saja dan membuat para pekerjanya langsung saling melemparkan pandangannya, karena terkejut dengan yang dilakukan Andika
"Tanya jawabnya nanti saja lagi, lebih baik kita berangkat sekarang" Andika tersenyum dan langsung membawa Tasya masuk ke dalam bus lebih dulu.
Pekerja yang lainnya juga langsung mengikuti Andika dan Tasya setelah manager restoran menyuruh mereka masuk ke dalam, setelah semuanya masuk bus itu langsung berangkat ke tempat tujuan yang sebenarnya.
Berhubung tempat yang akan mereka datangi jauh dari rumah sakit dan Andika yang takut Tasya kenapa-kenapa di jalan, jadinya Andika menyuruh Mario untuk membawa mobilnya dan mengikuti busnya dari belakang.
"Pak Andika, terima kasih banyak sudah memberikan waktu libur untuk kami dan bahkan bapak juga ikut pergi bersama kami. Kami semua benar-benar senang ada kehadiran bapak di sini" salah satu pelayan restoran berdiri di depan Andika dan membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih darinya.
Andika langsung bangun dari duduknya dan memegang bahu pelayan laki-laki itu dan menepuk pelan "Kalian semua berhak mendapatkan ini, karena selama ini kalian sudah bekerja keras untuk restoran"
"Jadi sudah sepatutnya saya melakukan hal ini supaya kalian bisa lebih semangat lagi bekerjanya" Andika melihat ke seluruh pekerjanya sembari tersenyum.
Semua orang di dalam bus itu juga ikut tersenyum ke arah Andika, mereka benar-benar tidak menyangka hal itu bisa terjadi. Saat ini mereka sedang melihat Andika dengan sisi lain, karena biasanya mereka melihat Andika selalu marah-marah kalau mereka melakukan sedikit kesalahan.
__ADS_1