Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Perhatian Tasya


__ADS_3

Hari ini Tasya sengaja bangun lebih pagi lagi dari biasanya dia bangun, karena Tasya yang ingin turun tangan sendiri untuk membuatkan sarapan Andika sebelum dirinya keduluan oleh Salsa yang membuatkan sarapan untuk mereka bertiga.


Saat Tasya baru saja ingin membuka pintu kamar untuk mengajak Andika sarapan, Tasya tiba-tiba dikejutkan dengan Andika yang juga sama-sama membuka pintu itu dengan sudah berpakaian rapih dan siap untuk pergi.


"Loh! Kamu udah mau kemana mas? Apa kamu akan pergi ke kantor?" Tasya langsung menanyakan apa yang ada di dalam kepalanya saat melihat Andika sudah memakai setelah jas berwarna biru.


"Iya sayang, mas hari ini harus pergi ke kantor. Karena mas ada pertemuan dengan client dari luar negeri, dan berhubung Mario hari ini juga sedang keluar kota jadinya mas yang harus menemui langsung"


"Tapi mas, rasa sakit kamu kan baru saja hilang. Masa kamu udah mau kerja lagi sih, dan juga dokter kan suruh kamu istirahat dulu tapi kenapa sekarang kamu malah mau ke kantor?" Tasya menatap Andika dengan tatapan khawatir.


"Mas tau itu, tapi mau bagaimana lagi? Saat ini Mario juga sedang sibuk mengurus cabang di luar kota dan tidak ada lagi yang bisa menemui client itu selain mas dan Mario"


"Apa pertemuannya tidak bisa di tunda beberapa hari ya mas? Setidaknya sampai kamu sembuh dulu mas, aku takut kalau kamu tiba-tiba sakit lagi gimana mas?"


Andika berjalan menghampiri Tasya ml sembari tersenyum dan mengusap pipi Tasya untuk menenangkannya. "Iya mas harus tetap pergi sayang, tapi kamu tenang saja ya. Mas janji sama kamu kalau semuanya akan baik-baik saja, jadi kamu tidak perlu khawatir ya"


Tasya terdiam sebentar untuk memikirkan haruskah dia mengizinkan Andika pergi dengan kondisinya yang baru sembuh, atau memaksa Andika untuk tetap berada di rumah dengan resiko Andika akan kehilangan client dari luar negerinya itu.


Walaupun Tasya diam saja, tapi tidak dengan Andika yang sejak tadi terus mengatakan perkataan-perkataan yang membuat Tasya percaya kalau dirinya akan baik-baik saja supaya Tasya bisa memberikan izin untuk Andika pergi.

__ADS_1


"Ya sudah mas, aku izinkan kamu pergi. Tapi dengan syarat"


Tasya terpaksa mengizinkan Andika karena dia tidak ingin usaha yang sudah Andika bangun dengan susah payah harus mengalami penurunan, bahkan penyebabnya hanya di sebabkan oleh larangan Tasya yang menyuruh Andika tetap berada di rumah.


"Apa syarat? Mas pasti akan melakukan semua syarat yang kamu berikan"


"Syarat yang pertama, Mas harus sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor. terus syarat yang kedua, HP mas tidak boleh dimatikan dan mas harus kasih kabar ke aku terus ya mas. Gimana mas? Apa kamu bisa penuhi syarat ku tadi?"


"Itu syarat yang mudah untuk mas lakukan sayang, jadi mas pasti akan menuhi janji mas padamu. Apa sekarang mas boleh keluar?" Tasya mengangguk pelan sebagai jawaban kalau dia mengizinkan Andika ke kantor.


"Ya udah, kalau begitu sekarang kita sarapan dulu yuk!" Andika menambahkan perkataannya sembari menggenggam tangan Tasya dan langsung membawanya ke ruang makan.


Berhubung hari ini Tasya libur kerja, jadi dia bisa menggantikan Mario untuk mengantar Andika ke kantor. Walaupun Andika sempat melarang Tasya dan menyuruh untuk menikmati waktu liburnya saja, tapi Tasya tetap bersikeras untuk mengantar suaminya.


Setelah selesai makan Tasya langsung bersiap untuk mengantarkan Andika sampai di kantor, karena Andika baru saja minum obat dan takutnya akan mengantuk kalau dia membawa mobil sendiri.


"Makasih ya sayang sudah mau repot-repot mengantar dan menyetirkan mobil untuk ku, padahal tadi aku bisa naik taksi atau mas bisa memanggil supir pengganti saja" Andika mengusap surai rambut Tasya.


Tasya langsung tersenyum. "Engga apa-apa mas, lagian di rumah terus aku akan bosan dan aku juga ingin memastikan sendiri kalau kamu sampai di kantor dengan aman"

__ADS_1


"Engga salah aku memilih mu jadi istri" Andika memberikan senyumannya pada Tasya.


"Ya sudah, kalau begitu mas kerja dulu ya. Kamu pulangnya hati-hati, kalau ada masalah apa-apa segera hubungin mas" Tasya langsung mengangguk pelan, sedangkan Andika langsung mencium kening Tasya dan turun dari mobil.


Setelah Andika masuk ke dalam kantornya Tasya langsung melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang, dan di tengah perjalanannya menuju apartemen Tasya kepikiran untuk membawakan Andika makan siang agar Andika tidak perlu membelinya di luar.


Tasya akhirnya langsung mengubah arahnya untuk pergi ke supermarket yang biasa dia datangi bersama Andika, tapi saat sampai di supermarket itu Tasya malah kecopetan dan mengharuskannya mengejar coper itu walaupun menggunakan high heels.


Sayangnya Tasya tidak bisa menghentikan pencopet itu, karena laju lari Tasya kalah cepat dari pencopet itu. Untung saja tadi dia belum memasukkan kunci mobil Andika ke dalam tasnya, kalau tidak bukan hanya dompet dan ponselnya yang hilang tapi semuanya.


Saat Tasya sudah ingin melangkahkan kakinya untuk kembali ke mobil dan kembali ke apartemennya untuk memberitahu Andika menggunakan ponsel Salsa, tiba-tiba seseorang memanggilnya dan membuat Tasya kembali menoleh ke belakang.


"Permisi mbak, saya ingin mengembalikan tas milik mbaknya dan silahkan di periksa dulu apa ada yang hilang atau tidak mbak" seorang pria mengenakan kemeja berwarna biru dan celana hitam menyodorkan tas putih milik Tasya.


Tasya langsung mengambil tasnya dari tangan pria itu dan memeriksa barang-barang yang ada di dalam tasya. "Semua barangnya masih lengkap, terima kasih ya sudah membantu saya. Oh iya, ini ada sedikit imbalan untuk kamu" Tasya mengeluarkan lima lembar uang seratusan dan menyodorkan pada pria itu.


"Tidak perlu mbak, saya menolong mbaknya ikhlas kok. Kalau begitu saya pergi dulu ya mbak, soalnya saya masih ada urusan lain" Sebelum Tasya menjawab, pria itu sudah lebih dulu melangkahkan kakinya meninggalkan Tasya yang masih berdiri di tempatnya.


"Lain kali sajalah, kalau suatu saat nanti aku bertemu lagi dengannya baru aku membalas kebaikannya itu" Tasya memasukkan kembali uangnya dan langsung melanjutkan perjalanannya untuk berbelanja sayuran dan buah untuk membawakan makan siang Andika.

__ADS_1


Selesai berbelanja Tasya langsung kembali ke apartemen dan dia juga langsung berada di dapur untuk memulai masaknya, Salsa yang melihat Tasya sibuk di dapur sendirian. Membuat Salsa berniat untuk membantu, tapi sayangnya Tasya malah melarang Salsa dan malah menyuruhnya untuk melakukan hal lain saja atau pergi jalan-jalan bersama dengan Tata.


__ADS_2