Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Perhatian Andika


__ADS_3

Sejak mereka semua mengetahui kehamilan Tasya, bukan hanya Andika saja yang perlakuannya menjadi berlebihan pada Tasya tapi yang lain juga sama halnya. Andika bahkan sampai tidak mengizinkan Tasya untuk turun dari tempat tidur, kecuali hanya untuk ke kamar mandi saja.


Saat Andika berada di rumah Tasya memang selalu menuruti Andika untuk berada di tempat tidur, tapi jika Andika pergi bekerja atau ada urusan pekerjaan mendadak Tasya tidak selalu berada di tempat tidur seperti sekarang ini dia sedang berada di dapur untuk memasak makanan yang dia inginkan.


Sayangnya belum selesai Tasya melakukan kegiatan memasaknya, tapi Andika sudah kembali ke apartemen dan langsung memarahi Tasya saat dia mendapati Tasya yang berada di dapur sendirian untuk melakukan pekerjaan berat menurutnya.


"Untuk kali ini aku maafkan, sekarang kamu kembali ke kamar dan istirahat"


Di saat Andika dan Tasya baru akan melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar, Salsa dan Tata tiba-tiba datang entah dari mana sembari membawa piring yang sudah berisi buah-buahan.


yang akan di berikan untuk Tasya setelah mereka berdua selesai mengupasnya.


"Tuan Andika, mbak Tasya. Kenapa kalian berdua bisa ada di sini?"

__ADS_1


Bukannya menjawab Andika malah memberikan pertanyaan lain pada Salsa. "Sa, bukankah sebelum pergi saya sudah pesan pada kamu untuk mengawasi Tasya dan jangan biarkan dia turun dari tempat tidur? Tapi kenapa kamu malah membiarkannya berada di dapur dan bahkan Tasya memasak sendiri?"


Salsa langsung menundukkan kepalanya saat Andika menatapnya dengan tatapan tajam. "Maafkan saya tuan Andika, saya juga tidak tau kenapa mbak Tasya bisa berada di dapur tuan. Karena saat saya masuk ke dalam kamar anda untuk memastikan keadaan mbak Tasya, mbak Tasya sedang tertidur tuan dan makanya saya dan Tata tinggal pergi ke ruang TV untuk mengupas buah-buahan ini untuk di berikan pada mbak Tasya saat bangun tidur tidur" Salsa menjelaskan semuanya pada Andika secara keseluruhan.


"Saya benar-benar minta maaf tuan sudah membiarkan mbak Tasya keluar dari kamar" Salsa menambahkan perkataannya sembari membungkukkan badan.


"Ya sudah saya maafkan kamu, tapi lain kali saya tidak mau hal seperti ini terjadi lagi apalagi sampai membuat Tasya dan bayi di kandungnya dalam bahaya"


"Baik tuan, saya tidak akan mengecewakan anda lagi"


Sampai di kamar Andika dan Tasya, Salsa langsung meletakkan piring buahnya di atas meja yang berada di samping kiri tempat tidur Tasya dan setelah itu Salsa langsung membawa Tata keluar untuk bermain dengannya.


Tasya yang sudah kembali berada di tempat tidurnya mencoba mengambil mengambil piring buahnya, tapi sayangnya sudah keduluan oleh Andika yang berniat ingin menyuapi Tasya.

__ADS_1


"Mas.... Tangan ku masih berfungsi dengan baik loh, jadi biar aku makan sendiri aja ya. Lagian mau sampai kapan aku harus berada di tempat tidur aja kayak gini mas, aku juga bosan terus-menerus berada di dalam kamar"


"Apa kamu sudah lupa apa yang di bilang dokter padamu? Kalau kamu berhasil hamil kita harus menjaganya dengan baik, karena kehamilan kamu itu sangat rentan untuk mengalami keguguran dan aku tidak mau hal itu terjadi"


"Tapi kan mas....."


"Tidak ada tapi-tapian lagi sayang, semua yang aku lakukan ini demi kebaikan kamu dan calon anak kita. Jadi kamu harus dengarkan dan lakukan sesuai apa yang dokter katakan ya"


"Hah... Baiklah mas" Tasya langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedih, sedangkan Andika kembali menyuapi satu potong apel ke dalam mulut Tasya.


"Sudah jangan sedih lagi ya, besok ada kejutan yang ingin mas berikan untuk mu"


"Kejutan apa mas?"

__ADS_1


"Rahasia" Andika memberikan senyumnya pada Tasya sembari mengusap pipi Tasya.


__ADS_2