Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1


__ADS_3

Tasya dan Andika baru saja sampai di rumah dengan wajah yang kelelahan dan mata yang sudah sangat mengantuk karena tadi bus mereka mogok di perjalanan pulang, jadi perkiraan mereka sampai di rumah juga jadi mundur. Seharusnya perkiraan mereka sampai di rumah jam delapan malam, tapi malah jadi beberapa jam.


Berhubung tadi Andika memesankan taxi online untuk mereka semua, jadinya mereka bisa sampai lebih cepat sampai di rumah masing-masing. Tapi kalau saja tadi Andika tidak melakukan hal itu mungkin mereka belum bisa sampai di rumah, untuk istirahat dan bisa jadi mereka sekarang masih berada di pinggir jalan.


Sejak sampai di rumah tadi Andika langsung membaringkan badannya di atas sofa, karena seluruh badannya terasa sangat pegal-pegal. Tasya yang melihat Andika kecapean menyuruh Andika untuk bersih-bersih dan langsung tidur di kamar, tapi Andika menolaknya dan malah mengatakan kalau badannya sudah tidak ada tenaga lagi untuk berjalan.


"Mas, bersih-bersih dulu sana! Nanti setelah itu baru kamu langsung istirahat di kamar, supaya badan kamu engga tambah sakit nantinya mas" Tasya berdiri di hadapan Andika sembari melipat tangannya di depan dada dan terus mengomeli Andika.


"Iya, iya sebentar lagi ya aku istirahat dulu" Andika mendongakkan kepalanya untuk menatap Tasya.


"Ya sudah, apa kamu mau aku siapkan air hangat untuk mandi mas?"


"Iya boleh, tolong ya istri ku sayang" Andika memberikan senyumannya pada Tasya.


Tasya langsung membulatkan matanya saat mendengar panggilan Andika. "Kamu panggil aku apa tadi mas?'


"Istri ku sayang, apa ada yang salah dengan panggilan itu?" Andika bangun dari posisi tidurannya.


"Engga ada yang salah kok mas" Tasya tersenyum gugup, sedangkan Andika yang melihat Tasya tersipu malu langsung mengulang panggilannya tadi pada Tasya.


Tasya yang mendengar hal itu langsung pergi dari tempatnya berdiri untuk menyiapkan air hangat dan menghindar dari Andika, karena wajah Tasya memerah mendengar panggilan itu di ucapkan berkali-kali oleh Andika sembari tersenyum.


Saat ini Tasya masih menyiapkan air untuk Andika mandi sembari terus melamun sembari senyum sendiri, karena dia masih teringat panggilan Andika. Bahkan sampai Tasya tidak sadar kalau sudah ada Andika di belakangnya dan juga air di bathtub sudah penuh dan menyiram kaki Tasya dan Andika.


"Apa kamu akan membuat banjir rumah ini, hmm?" Andika berbisik di telinga Tasya dari belakang dan membuat Tasya langsung mematikan keran airnya karena terkejut.

__ADS_1


"Ma-maaf ya mas, karena mata ku sudah ngantuk banget jadinya aku kurang fokus tadi" Tasya memberikan alasan pada Andika supaya Andika tidak tau kalau tadi dia melamun.


"Ya sudah, kalau begitu kamu saja yang mandi duluan biar kamu bisa lebih cepat istirahat" Andika tersenyum sembari mengusap rambut kepala Tasya dengan lembut.


"Engga usah mas, kamu saja yang mandi duluan. Aku mau merapihkan baju-baju yang kemarin kita bawa camping dulu, soalnya kalau engga di biarkan di dalam koper saja takutnya bau mas" Tasya juga memberikan senyumannya pada Andika sebentar dan langsung keluar dari dalam kamar mandi, supaya Andika bisa segera memulai mandinya.


...****************...


Setelah mereka berdua selesai mandi dan Tasya bersiap untuk tidur tiba-tiba saja Andika menagih janji Tasya padanya yang mengatakan, kalau setelah mereka pulang dari camping akan merencanakan tentang bulan madu mereka.


Tasya yang sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya meminta Andika untuk membahasnya lagi besok, tapi sayangnya Andika menolaknya dan ingin membahasnya malam itu juga karena dia ingin segera menyiapkannya.


"Jadinya kamu mau kita bulan madu kemana, hmm?"


"Aku belum tau mas, untuk sekarang aku belum ada tempat yang ingin aku kunjungi untuk bulan madu mas"


Andika langsung mengambil laptopnya dan menjadikannya sebagai tablet untuk mencari tempat-tempat yang bagus, sedangkan Tasya menunggu sembari membaringkan badannya.


"Ini semua rekomendasi tempat yang bagus, kamu suka yang mana?" Andika menggeser layar tabletnya sembari pandangannya terus tertuju pada layar.


Saat Andika terus menunjukkan tempat yang di rekomendasi internet, dia tidak menyadari kalau Tasya sudah masuk ke alam mimpi lebih dulu.


Andika yang sudah menyadari kalau Tasya sudah tertidur langsung menatapnya sembari mengusap-usap kepala Tasya dengan penuh kasih sayang. "Pasti dia lelah banget sampai-sampai tertidur saat aku masih bicara padanya"


"Baiklah kalau begitu aku biarkan istriku istirahat terlebih dulu dan besok baru aku akan membahasnya lagi" Andika menambahkan perkataannya dan langsung menyusul Tasya pergi ke alam mimpi.

__ADS_1


...****************...


Tasya yang baru saja membuka matanya langsung di kejutkan oleh wajah Andika yang sangat dekat dengan wajahnya, bahkan Tasya tanpa sengaja menampar pipi Andika dan membuatnya langsung memegang pipinya karena terasa panas terkena tamparan Tasya yang cukup kencang.


Saat Tasya sadar dia langsung bangun dari posisi tidurnya dan mendekati Andika untuk melihat keadaan pipi Andika, setelah melihat pipi Andika yang memerah Tasya langsung merasa bersalah dan takut kalau Andika akan marah padanya.


Tasya langsung mengusap pipi Andika. "Mas... Aku minta maaf ya, tadi aku benar-benar engga sengaja melakukannya mas. Kamu mau kan maafin aku?"


"Iya tidak apa-apa, ya sudah lebih baik sekarang kamu mandi dan siap-siap sana" Andika memberikan senyumannya pada Tasya.


"Memangnya kita mau kemana lagi mas?"


"Temani aku ke kantor hari ini ya" Andika mengusap kepala Tasya.


"Loh! Bukannya kamu bilang hari ini libur ya mas? Terus kenapa kamu mau ke kantor?"


Andika langsung tertawa mendengar pertanyaan Tasya, sedangkan Tasya sendiri malah menggaruk pelan kepalanya karena bingung. "Apa kamu lupa? Kalau yang libur itu restoran, sedangkan kantor ku tidak libur"


"Eh, iya juga ya mas. Ya udah deh, kali ini aku akan temani kamu ke kantor mas" Tasya tersenyum ke Andika sebentar dan langsung pergi ke kamar mandi.


Berhubung Andika sudah rapih dengan pakaian kantornya dia akan menunggu Tasya di ruang tamu, karena dia ingin memeriksa kembali berkas-berkas yang akan dia bawa ke kantor.


Setengah jam Tasya akhirnya keluar dari dalam kamar dengan celana jeans biru dan kemeja putih, Andika yang melihat Tasya sudah siap berangkat langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Tasya.


"Hari ini kita sarapan di luar saja ya biar kamu tidak perlu capek-capek memasak, karena kamu pasti masih lelah kan?"

__ADS_1


"Iya mas, aku ikut saja deh"


"Ya sudah ayo, kita jalan sekarang" Andika memberikan lengan tangannya dan Tasya langsung menggandeng lengan tangan Andika, mereka juga langsung berangkat dengan Andika yang menyetir mobilnya.


__ADS_2