
"Mas, ayo dong cepetan! Katanya mau jalan-jalan, nanti keburu siang dan engga jadi lagi" Tasya menggoyang-goyangkan lengan tangan Andika.
Saat ini Tasya sudah rapih dan siap untuk berangkat jalan-jalan sesuai janji Andika, tapi dia terpaksa harus menunggu lagi karena Andika yang tiba-tiba mendapat telpon dari Mario yang mengabarkan tentang masalah yang terjadi di perusahaan dan harus segera mengadakan meeting dadakan.
"Iya tunggu sebentar lagi ya sayang, mas selesaikan ini dulu ya"
Andika menoleh sebentar ke arah Tasya sembari tersenyum dan menepuk pelan tangan Tasya yang berada di lengan tangannya, sedangkan Tasya langsung melepaskan lengan tangan Andika dan memberikan sedikit waktu jalan-jalan mereka untuk Andika menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu.
Tasya sudah menunggu selama tiga puluh menit dan sekarang dirinya sudah mulai merasa bosan, karena Andika belum juga selesai dan akhirnya Tasya memutuskan untuk jalan-jalan sendiri di sekitar hotel sembari menunggu Andika selesai.
Saat Andika menyadari kalau Tasya sudah tidak berada di kamar hotel lagi dia langsung mengakhiri meeting-nya dan pergi mencari Tasya, karena Tasya pergi tanpa bilang terlebih dulu pada Andika dan hal itu membuat Andika menjadi khawatir.
Setelah keliling-keliling mencari keberadaan Tasya akhirnya Andika menemui Tasya yang sedang berdiri sendirian di pinggir kolam yang berada di taman sekitar hotel, Andika langsung menghampiri Tasya dan berdiri di sampingnya. "Sayang, kenapa kamu pergi engga bilang-bilang dulu sama aku?"
Tasya langsung menoleh ke arah asal suara Andika berada. "Loh! Kamu kok ada di sini mas? Emangnya meeting kamu udah selesai ya mas?"
"Sebenarnya belum selesai, tapi karena kamu hilang tiba-tiba aku jadi menyelesaikannya lebih cepat karena aku takut kamu akan tersesat"
"Aish! Kenapa kamu selesaikan? Aku kan hanya keluar untuk melihat taman dan kolam yang ada di sini saja mas, mana mungkin akan tersesat"
"Iya memang, tapi tetap saja aku khawatir. Lain Kali kalau kamu mau pergi bilang dulu, jangan seperti tadi lagi ya!"
"Iya suamiku sayang" Tasya memberikan senyumnya pada Andika.
__ADS_1
"Oh iya, kamu belum sarapan kan? Gimana kalau kita sarapan dulu baru lanjut jalan-jalannya?" Tasya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Andika menggenggam tangan Tasya dan langsung membawanya ke restoran yang berada di luar hotel, tapi baru beberapa menit mereka berdua duduk sembari menunggu pesanan mereka tiba-tiba seseorang datang dan orang itu adalah Raisa.
Tasya yang melihat Raisa berada di sana juga langsung terkejut dan membulatkan matanya, dia benar-benar bingung bagaimana bisa Raisa berada di sana juga?. Berbeda dengan Tasya, Andika malah terlihat tidak peduli dengan kehadiran Raisa di sana.
"Akhirnya aku menemukan kalian juga di sini, kalau begitu aku ikut gabung dengan kalian ya?" Raisa langsung duduk di samping Andika sebelum Andika dan Tasya menjawab pertanyaannya.
"Kenapa kamu bisa ada di sini juga?" Tasya langsung melemparkan pertanyaan pada Raisa untuk mengalihkan pandangannya dari suaminya.
"Memangnya tidak boleh ya? Kalau aku berada di sini juga, lagian di sini engga ada larangan untuk aku engga boleh berada di sini kan?" Raisa melemparkan pertanyaan juga pada Tasya sembari masih menatap Andika.
"Memangnya ada urusan apa kamu ke sini? Apa jangan-jangan kamu sengaja mengikuti kami berdua ke sini ya?"
Ternyata benar dugaan Tasya kalau Raisa memang sengaja mengikuti mereka, karena di awal dia melihat Tasya dan Andika. Raisa sudah terlihat senang, bahkan dia juga sempat mengatakan perkataan yang seolah-olah dia sudah mencari keberadaan mereka berdua.
"Padahal aku sudah berharap bulan madu ku tidak ada ganggu apapun, tapi sekarang harapan ku sia-sia. Karena sekarang sudah ada gangguan yang lebih besar, dibandingkan dengan gangguan pekerjaan mas Andika tadi" ucap Tasya dalan hatinya sembari terus melihat ke arah Raisa yang belum berhenti menatap Andika dan masih memberikan senyumannya.
Tasya benar-benar kesal melihat Raisa yang terus menempel dan sok cari perhatian di depan suaminya, bahkan dia sampai tidak berselera makan lagi dan malah berpikir untuk membuat Raisa pergi dari hadapannya sesegera mungkin.
Berbagai cara Tasya lakukan untuk mengusir Raisa dengan cara halus, tapi tidak ada satupun yang membuat Raisa pergi dari tempatnya. Sampai akhirnya Tasya kepikiran satu cara yang bisa melampiaskan kekesalannya itu, dan sekarang dia tinggal mencari cara untuk mengatakannya pada Andika untuk meminta bantuannya.
"Kalau aku ajak mas Andika menjauh dari Raisa untuk berbicara dengan ku, nanti yang ada Raisa malah curiga lagi saat aku dan mas Andika menjalankan rencananya" ucap Tasya dalam hatinya sembari melihat ke arah Andika dan Raisa secara bergantian.
__ADS_1
"Apa aku bilang melalui chat aja kali ya?" Tasya menambahkan perkataannya.
Setelah berpikir beberapa menit Tasya akhirnya memutuskan untuk menggunakan chat untuk membicarakan rencananya pada Andika, awal Andika membalas chat Tasya seperti tidak ingin melakukannya. Tapi beberapa saat kemudian Andika berubah pikiran dan menanyakan cara untuk mengerjai Raisa.
Tasya mengetik panjang lebar di ponselnya untuk menjelaskan rencananya dan Andika langsung mengiyakan rencana Tasya itu, bahkan dia sampai bertanya kapan Tasya akan menjalankan rencananya itu karena dia juga sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan Raisa.
"Mas Andika, coba kamu lihat. Tasya dari tadi terus-terusan main HP sembari senyum-senyum sendiri, apa kamu engga curiga mas?" Raisa menatap Tasya dengan sinis.
"Memang harus ya saya curiga dengan istri saya?" Andika melemparkan pertanyaan balik pada Raisa sembari menatap Tasya.
"Harus dong mas, kalau Tasya selingkuh gimana coba?"
"Tasya bukan tipe wanita seperti itu, jadi tidak mungkin dia melakukan perselingkuhan"
"Kamu belum lihat aja sifat asli Tasya kayak gimana mas, kalau kamu udah lihat pasti kamu engga akan mau lagi sama Tasya"
Mendengar Raisa terus berkata yang tidak-tidak membuat Andika semakin kesal dengannya dan meminta agar Tasya segera memulai rencana mereka berdua, karena Andika sudah ingin pergi dari tempat itu.
Sayangnya permintaan Andika di tolak oleh Tasya dan dia juga meminta Andika untuk menunggu sebentar lagi, karena dia masih ingin melihat sejauh mana Raisa akan merayu suaminya itu.
Andika akhirnya mengalah dan menunggu sampai Tasya yang memintanya untuk memulai, tapi setelah Andika mengiyakan Raisa semakin menjadi-jadi mengatakan sesuatu hal tentang Tasya.
Kali ini bukan hanya Tasya saja yang kesal terhadap Raisa, tapi Andika juga merasakan hal yang sama. Bahkan Andika sampai mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya agar tidak dia keluarkan, karena itu pasti akan menggagalkan semua rencana mereka.
__ADS_1
Tasya mengirim pesan: "Kita jalankan rencananya sekarang mas".