Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Keputusan Andika


__ADS_3

Andika masih menatap Tasya untuk waktu yang cukup lama, sampai akhirnya salah satu pekerjanya ada yang meminta Andika untuk segera memberikan jawabannya karena mereka sudah sangat penasaran dengan keputusan Andika.


Tasya yang melihat ekspresi wajah Andika yang merasa bersalah terhadapnya langsung memberikan senyumannya pada Andika dan dia juga meminta Andika untuk menjawab tentang keputusannya itu, karena bukan haya pekerja Andika saja yang penasaran tapi Tasya juga sama halnya.


"Hah... Baiklah saya tidak akan membuang-buang waktu kalian semua dan sekarang saya akan menjawab tawaran dari Laras untuk menjadi istri saya sekarang, jawaban yang saya akan berikan adalah saya menolak itu karena saya sudah memiliki istri yang sangat saya cintai" Andika berjalan mendekati Tasya dan juga langsung memberikan senyuman untuk istrinya itu.


Setelah Andika berada di samping Tasya dia langsung menggenggam tangan Tasya dan menambahkan perkataannya. "Kemarin hati saya memang sudah benar-benar di buta oleh keinginan saya untuk bisa cepat memiliki seorang anak, bahkan sampai-sampai saya tidak sadar sudah menyakiti istri saya yang betapa sulitnya untuk saya bisa mendapatkan wanita cantik di samping saya ini"


"Saya akui memang kemarin saya hampir melakukan kesalahan yang sangat besar, tapi untung saja ada Mario yang membantu untuk menyadarkan saya. Sebelumnya saya ingin berterima kasih pada Mario, karena kalau tanpa dia mungkin saya akan kehilangan istri saya" Andika menoleh ke arah Mario sembari tersenyum.


"Sudah menjadi tugas saya untuk melakukan itu tuan, jadi anda tidak perlu berterima kasih pada saya"


"Tidak, saya harus tetap berterima kasih padamu. Dan walaupun saya belum melakukan kesalahan itu, saya juga ingin meminta maaf pada istri saya karena sudah membuat hatinya terluka"


Saat Andika sudah menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja Andika langsung berlutut di hadapan Tasya sembari membuka kotak gelang yang sudah di siapkan olehnya sebagai permintaan maaf dari Andika dan hal itu membuat Tasya langsung membulatkan matanya.


Berhubung Tasya tidak ingin membuat suaminya dengan posisi itu lebih lama lagi, makanya Tasya langsung memaafkan Andika dan membantunya berdiri setelah memakaikan gelang di tangan Tasya.


Setelah Tasya memaafkan Andika dan mereka berdua kembali seperti biasanya lagi, semua orang yang berada di sana langsung menatap sinis ke arah Laras. Sedangkan Laras hanya menundukkan kepalanya dan mencoba menahan air matanya, dia tidak berani menatap wajah orang di sana karena rasa malu yang menyelimuti dirinya.

__ADS_1


"Engga di sangka ya, ternyata anak baru itu berani memberikan penawaran seperti itu pada pak Andika" ucap salah satu pekerjaan wanita di perusahaan Andika.


"Iya ya, gue aja yang suka sama pak Andika dari lama engga sampai kayak gitu. Dia yang baru masuk perusahaan udah berani kayak gitu ke pak Andika, emang engga tau malu banget ya" ucap salah seorang lagi dengan suara berbisik, tapi tetap masih bisa di dengar oleh Laras dan Andika.


Ujaran kebencian dari sesama pekerja di kantor Andika terus di lontarkan pada Laras, bahkan Andika juga langsung mengeluarkan Laras dari perusahaannya dan tidak memberikan kesempatan kedua lagi. Walaupun Tasya sudah meminta Andika untuk memberikannya pada Laras, tapi Andika tetap pada pendiriannya.


Laras akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu untuk menenangkan pikirannya dan menjauh dari orang-orang yang membencinya, karena dia sudah tidak tahan lagi mendengar semua perkataan yang menyakitkan hatinya dan lagi dia juga sudah tidak dibutuhkan lagi


Tasya yang melihat Laras berlari sembari menangis langsung menggoyangkan tangan Andika dan menatap suaminya dengan ekspresi wajah memohon. "Mas....."


"Sudahlah sayang, jangan kamu pedulikan lagi dia ya! Walaupun dia mas pecat, tapi setidaknya dia masih bisa bekerja di tempat lain lagi karena mas tidak membuat dia di blacklist dari seluruh perusahaan di kota ini"


Setelah permasalahannya selesai Andika meminta Mario untuk mengurus para pekerja lainnya dan mengantar mereka ke tempat acara yang sudah Andika siapkan, sedangkan dirinya akan pergi sebentar karena masih ada yang harus Andika urus bersama Tasya.


Saat semuanya sudah mengikuti arah Mario pergi dan menghilang dari pandangan Andika juga Tasya, Andika langsung membawa Tasya pergi meninggalkan restoran itu. Di dalam mobil mereka hanya saling diam, karena sebenarnya dalam hati Tasya ada sedikit kekesalan terhadap Andika yang tidak memberitahu dia masalah tentang Laras.


"Sayang, kenapa wajah kamu cemberut saja seperti itu? Apa kamu masih kesal, karena mas tidak menuruti permintaan kamu untuk mempertahankan Laras di perusahaan dan makanya kamu marah sama mas?" Andika menoleh ke Tasya sebentar dan kembali fokus menyetir.


"Bukan karena hal itu mas"

__ADS_1


"Lantas hal apa yang membuat wajah mu seperti itu?"


"Kenapa kamu tidak kasih tau aku tentang tawaran Laras? Bahkan saat kita berbicara malam itu, kamu juga tidak ada membahasnya sedikitpun dengan ku"


"Kalau aku kasih tau kamu hal ini saat kita bicara, aku takut emosi kamu akan meluap dan kamu juga langsung menghampiri Laras"


"Makanya mas tidak kasih tau kamu, supaya tidak terjadi keributan baik di kantor mas atau di tempat manapun kalian bertemu. Lain kali mas akan ceritakan dulu ke kamu ya, jadi kamu jangan marah pada mas lagi ya!" Andika menambahkan perkataannya sembari menoleh lagi ke arah Tasya dan menggenggam tangannya.


Tasya hanya mengangguk pelan dan mengubah topik pembicaraan mereka. "Sekarang kita mau kemana mas?"


"Kita akan pergi ke butik, karena tidak mungkin kamu ikut acara dengan baju seperti ini"


"Maaf ya mas aku pakai baju ini, soalnya aku engga tau kalau akan ada acara. Karena takut engga sesuai dengan tempat yang akan aku kunjungi, jadinya aku pilih baju yang nyaman saja mas"


"Itu tidak jadi masalah, karena kita masih ada waktu yang bisa kamu gunakan untuk merubah penampilan kamu" Andika memberikan senyumnya pada Tasya dan memarkirkan mobilnya di depan salah satu butik terkenal.


Tanpa membuang waktu Andika langsung membawa Tasya masuk ke dalam butik dan memilih beberapa baju yang menurutnya cocok untuk Tasya pakai, bahkan Tasya juga langsung mencobanya satu-persatu sampai Andika memilih satu baju saja.


Setelah baju dan aksesoris untuk Tasya sudah lengkap semuanya, Andika langsung membawa Tasya ke salon yang tidak jauh dari tempat butik itu berada agar Tasya bisa langsung di make-up di sana.

__ADS_1


Setengah jam Tasya mengubah penampilannya untuk Andika, akhirnya sekarang mereka bisa kembali lagi ke restoran tadi dan Andika juga bisa memulai acara atas kesuksesan proyek mereka.


__ADS_2