
Tasya baru saja selesai bekerja, dan saat dia keluar dari dalam restoran dirinya langsung di kejutkan dengan kehadiran Andika dan Rara yang sudah berada di depan restoran dan sedang menunggunya sembari berdiri di depan mobil Andika.
Tata yang melihat Tasya hanya berdiri mematung saja langsung berlari menghampiri Tasya, begitu juga dengan Andika yang ikut menghampiri Tasya sembari berjalan dengan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya.
"Akhirnya tante Tasya selesai juga kerjanya" Tata berdiri tepat di depan Tasya.
Tasya langsung menundukkan kepalanya untuk menoleh ke arah Tata, sembari memberikan senyumannya dan mengusap pipi Tata. "Tata udah lama ya nunggu tante?"
Tata menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dan di saat dia baru akan mengatakan sesuatu lagi pada Tasya. Andika sudah lebih dulu mengeluarkan suaranya untuk menyapa istrinya, walaupun Tasya tidak menanggapinya dan malah fokus pada Tata.
"Sayang, maaf ya. Mas bawa Tata saat menjemput kamu, soalnya tadi Tata ingin mengajak kita berdua jalan-jalan. Makanya sekalian saja aku bawa Tata ke sini, supaya kita bisa langsung pergi jalan-jalannya"
Saat selesai menjelaskan Andika mengira Tasya akan tetap mengabaikannya, tapi ternyata dugaan dia salah dan malah sebaliknya Tasya melemparkan pertanyaan lagi pada Andika walaupun dengan nada bicara yang ketus.
"Sudah sore begini, memangnya mau pergi jalan-jalan kemana?" Tasya menoleh ke arah Andika dengan ekspresi wajah datarnya.
"Aku dan Tata tadi sudah sepakat untuk pergi ke mall saja, kalau menurut kamu bagaimana?"
"Ya sudah, kita ke sana saja. Ayo! Kita berangkat sekarang Ta" Tasya menggenggam tangan Tata sembari tersenyum dan langsung membawanya menuju mobil.
__ADS_1
Saat Tata sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, tasya juga ingin duduk bersama Tata. Tapi untungnya Tata langsung mencegahnya dan meminta Tasya untuk duduk di kursi depan bersama Andika, karena dia tidak ingin membiarkan omnya duduk sendirian di kursi depan.
Berhubungan alasan Tata hanya itu saja, awalnya Tasya menolak untuk duduk di depan dan tetap memilih duduk di kursi belakang. Tapi Lama-kelamaan akhirnya Tasya mengalah dan terpaksalah duduk di kursi depan, karena ada dua orang temannya yang baru keluar dari restoran dan melihat ke arahnya.
Setelah Tasya masuk ke dalam mobil, Andika langsung melajukan mobilnya sebelum Tasya pindah lagi di saat ke dua temannya itu pergi. Sepanjang perjalanan Tasya hanya diam saja dan menatap lurus ke depan, tapi saat Andika ingin menggenggam tangannya Tasya langsung menjauhkan tangannya dari Andika.
"Maaf ya Sya, mas sengaja meminta bantuan Tata supaya kamu bisa sedikit demi sedikit berbicara lagi sama mas. Lagi pula mas sudah tau kalau sekarang mas mengajak kamu jalan-jalan berdua, pasti kamu akan menolaknya" ucap Andika sembari melirik ke arah Tasya yang hanya diam saja.
Saat sampai di parkiran mall Andika langsung turun dari mobil untuk membukakan pintu mobil sebelum Tasya turun, tapi Andika kurang cepat dan Tasya sudah lebih dulu membuka pintu mobilnya sendiri dan turun dari mobil bersamaan dengan Tata.
"Apa di tempat ramai seperti ini, kamu akan terus bersikap seperti ini dengan mas?" Andika bertanya sembari berjalan menghampiri Tasya dan Tata.
Tasya terdiam sebentar untuk memikirkan perkataan Andika. "Apa yang di katakan mas Andika ada benarnya juga aku tidak mungkin menunjukkan kekesalan ku ke mas Andika di depan orang banyak, tapi aku juga tidak mas Andika keenakan kalau aku bersikap seperti biasanya lagi" ucap Tasya dalam hatinya.
Melihat raut wajah Andika yang sedih, Tasya akhirnya menurunkan egonya dan mengejar Andika untuk menggenggam tangannya. Sedangkan Andika hanya diam saja, sembari menoleh ke arah tangan mereka berdua sebentar dan terus melanjutkan langkahnya.
"Kamu boleh beli apa saja yang kamu inginkan, biar nanti aku yang bayarkan" Andika memberikan senyumnya pada Tasya dan melirik ke arah Tata sembari mengangkat alisnya.
"Iya mas" Tasya menjawab seadanya, sedangkan Tata menjawab dengan anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Pasti enak ya punya suami yang perhatian kayak gitu? Udah ganteng terus royal lagi sama istrinya, semoga nanti gue juga bisa dapetin dan menikah dengan laki-laki yang kayak kakak itu" ucap salah seorang remaja yang berada di belakang Andika pada temannya.
"Bukan cuma lu aja kali yang mau, gue juga mau lah" ucap salah seorang remaja lagi.
"Iya, pasti nanti kita bakalan bahagia banget deh" salah seorang remaja itu mengangguk sembari tersenyum.
Andika yang mendengar pembicaraan dua remaja itu menoleh ke arah belakangnya dan dia juga langsung menghampiri mereka berdua saat Andika melihat mereka masih menggunakan seragam sekolah, Andika berjalan sembari memasukkan tangannya ke saku celananya dan ekspresi wajah datarnya yang membuat ke duanya fokus melihat ke arah Andika karena bagi mereka Andika tambah tampan seperti itu.
"Kalian berdua ini masih sekolah, kenapa sudah memikirkan tentang pernikahan? Apa kalian akan menikah setelah lulus sekolah?" Andika berdiri tepat di depan kedua remaja itu masih dengan ekspresi wajah datar.
"Ti-tidak kak, I-itu ka-kami hanya sedang berandai-andai saja kak. Kami masih ingin bekerja dulu baru menikah kak, karena kami ingin mencari yang seperti kakak" Salah seorang remaja dengan rambut digerai yang menjawab pertanyaan Andika.
"Saran dari aku kalau kalian ingin mendapatkan suami yang seperti kakak ini, kalian harus belajar dengan rajin. Karena laki-laki yang seperti kakak ini susah untuk di dapat, soalnya dia mencari perempuan yang pintar. Bukan begitu mas?" Tasya berdiri di samping Andika sembari tersenyum ke arahnya.
"Iya itu benar, perempuan di samping kakak ini adalah perempuan yang sangat pintar. Makanya kakak sangat mencintainya, bahkan tidak akan melepaskannya dengan mudah" Andika yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langsung merangkul pinggang Tasya.
"Baiklah kak, kami pasti akan fokus sekolah dan belajar dengan lebih giat lagi. Makasih ya kakak cantik atas sarannya, kalau begitu kami permisi dulu" kedua remaja itu tersenyum dan melanjutkan perjalanannya menjelajah mall lagi setelah Andika dan Tasya menganggukkan kepalanya.
Setelah kedua remaja itu pergi Tasya langsung melepaskan tangan Andika yang berada di pinggangnya dan langsung membawa Tata masuk ke dalam toko baju untuk melihat-lihat apa ada baju yang cocok dengan mereka atau tidak.
__ADS_1
Sebelum akhirnya menyusul Tasya dan Tata ke dalam toko baju, Andika menghela nafasnya karena melihat Tasya yang masih marah padanya. Tidak berselang lama Andika ikut bergabung dengan Tasya dan Tata yang sedang memilih baju, perutnya terasa sangat sakit.
Walaupun begitu Andika terus memaksakan dirinya sampai saat ingin melanjutkan perjalan mereka, Andika tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi dan terus memegang perutnya. Tasya yang melihat hal itu langsung panik dan langsung meminta Mario untuk menjemput mereka di mall, karena yang ada dipikiran Tasya saat itu hanya bagaimana membawa Andika ke rumah sakit.