Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Berbelanja Berdua


__ADS_3

Saat ini Andika masih menunggu Tasya sembari duduk di depan mobilnya sendirian dan tanpa satupun bodyguard yang ikut dengannya. Sedari tadi Andika terus melihat jam tangannya, untuk melihat apakah sudah waktunya Tasya pulang bekerja atau belum? Karena dari tadi dia tidak melihat ada tanda-tanda Tasya keluar dari dalam restoran.


Sudah cukup lama Andika berada di sana, bahkan dia menjadi pusat perhatian saat ada pengunjung wanita yang keluar dari restoran itu. Tapi untungnya Andika sudah merubah penampilannya sebelum menjemput Tasya, bahkan dia juga sampai menggunakan masker dan topi agar tidak ada yang bisa mengenalinya.


Andika sengaja merubah penampilannya menjadi seperti orang biasa, karena dia masih belum ingin kalau semua orang tau bahwa CEO yang terkenal kaya rasa sudah bisa berjalan lagi. Soalnya Andika takut kalau masalah itu akan terjadi lagi dan akan membuat dirinya sendiri juga Mario kesusahan saat harus menyelesaikannya.


Tasya yang baru saja keluar dari dalam restoran langsung melihat ke sekelilingnya untuk mencari Andika, karena Tasya juga sampai tidak mengenali suaminya itu. Andika yang melihat Tasya seperti orang bingung langsung melambaikan tangannya untuk meminta Tasya menghampirinya, walaupun Tasya sedikit ragu dengan orang yang memanggilnya itu tapi dia tetap menghampirinya.


Setelah mereka berdua saling berhadapan, Tasya mencoba melihat mata Andika yang sedikit tertutup topi. "Mas Andika? Apa kamu beneran mas Andika?"


Andika menurunkan maskernya sedikit sembari menatap Tasya. "Iya aku suami mu, memangnya siapa lagi hmm?"


"Maaf ya mas, aku engga mengenali kamu dan bahkan buat kamu jadi menunggu lama di sini"


"Iya engga apa-apa, lagian aku juga baru beberapa menit sampai di sini" Andika sengaja berbohong supaya Tasya tidak terus-menerus meminta maaf padanya.


"Ya udah, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang aja mas" Andika mengangguk pelan dan berjalan lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Tasya.


"Masuklah!"


Tasya memberikan senyumnya untuk Andika dan bersiap masuk ke dalam mobil. "Makasih ya mas"


Sayangnya saat Tasya yang baru saja akan masuk ke dalam mobil Andika, seketika berhenti dan langsung menoleh ke arah sampingnya. Bahkan membuat Tasya terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil, karena manager restoran memanggilnya dan meminta untuk berbicara sebentar dengan dia.

__ADS_1


Andika memang pemilik restoran itu, tapi Tasya tidak ingin menggunakan kekuasaan suaminya untuk menolak permintaan managernya untuk berbicara. Walaupun Andika sudah mengatakan biar dia yang berbicara dengan manager itu, tapi Tasya menolak dan tetap meminta Andika untuk menunggu dirinya sebentar.


Awalnya Andika bersikeras tidak mengijinkan Tasya berbicara dengan manager restoran itu, karena akan mengurangi waktu mereka berdua. Tapi akhirnya Andika terpaksa memberikan izinnya dengan syarat Tasya harus berbicara di dekatnya, manager itu akhirnya memulai pembicaraan di depan Andika tanpa tau identitas Andika.


"Tasya! Saya tidak akan mengulangi perkataan saya lagi, ini kesempatan terakhir kamu. Kalau kamu masih mau bekerja di sini, jangan sering bolos bekerja lagi untuk waktu yang lama! Kalau tidak saya akan memecat kamu, karena restoran ini tidak butuh chef yang tidak profesional seperti kamu"


"Atas dasar apa kamu ingin memecat istri saya dari restoran ini?" Andika yang sudah tidak tahan lagi mendengar manager itu terus memarahi Tasya, akhirnya membuka suaranya.


"Loh! Tasya, jadi kamu sudah menikah? Kenapa kamu tidak memberitahu saya?"


"I-itu pak, saya....." perkataan Tasya terhenti, karena Andika menyela perkataannya.


"Saya lagi bertanya dengan anda, jadi anda tidak perlu mengalihkan pembicaraan! Saya akan mengulangi pertanyaan saya lagi, ada hak apa kamu memecat istri saya?"


"Oh begitu ya, jadi apa saya juga berhak memecat anda?"


"Memangnya anda siapa dan ada wewenang apa di restoran ini? Sampai-sampai anda ingin memecat saya"


"Saya Andika Dirgantara dan saya pemilik restoran ini, apa anda lupa pak Adit?"


Saat Andika membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya, Adit langsung membulatkan matanya dan menjadi grogi. Bahkan dia juga langsung meminta maaf pada Tasya dan Andika, karena dia sudah memarahi dan mengancam memecat Tasya.


Berhubung waktu sudah hampir malam dan mereka berdua harus ke supermarket, jadinya Andika tidak memperpanjang masalahnya dan hanya memberikan peringatan ke Adit untuk tidak memarahi atau mengatakan hal seperti itu lagi pada Tasya.

__ADS_1


Setelah melakukan hal itu Andika langsung membawa Tasya pergi dari sana, sedangkan Adit masih merutuki kebodohan dirinya yang sama sekali tidak mengenali Andika karena penampilan dan Andika yang sudah bisa berjalan kembali.


...****************...


Saat berkeliling supermarket Tasya terus menanyakan Andika ingin membeli apa, tapi Andika hanya diam saja karena dia masih kesal dengan Adit yang sudah berani-beraninya memarahi Tasya. Bahkan sampai dia terus berjalan lurus ke dan tidak menyadari, kalau Tasya sedang berhenti di tempat cemilan kesukaan.


Andika seketika berhenti, karena dia bingung harus mengambil arah yang mana dulu. "Tasya, kita mau kemana dulu?"


Andika yang tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya langsung menoleh ke belakang dan melihat Tasya yang berdiri lumayan jauh darinya. Mau tidak mau Andika harus kembali menghampiri Tasya, setelah sampai di dekat Tasya dia langsung melarang Tasya untuk mengambil chiki kesukaannya dan membuat Tasya langsung memasang ekspresi wajah sedihnya.


"Itu tidak sehat untuk mu, kita beli makanan yang lain saja ya" Andika menggenggam tangan Tasya dan langsung membawa Tasya ke tempat yang dia akan tuju.


Setelah sampai di tempat kulkas yaitu berada di supermarket itu Andika langsung mengambil semua kopi kesukaannya yang tersisa di dalam rak kulkas, Tasya yang melihat keranjang belanjaan mereka penuh dengan kopi dia langsung meletakkan kembali semua kopi itu ke dalam kulkas.


"Loh! Kenapa kamu masukin lagi kopinya ke kulkas? Aku ingin membeli itu, karena stok kopi di kulkas rumah sudah habis" Andika memprotes karena Tasya langsung memasukkan kopi-kopi itu ke dalam kulkas tanpa izin dari Andika.


"Itu engga sehat dan engga bagus untuk kesehatan kamu, jadi lebih baik kita beli minuman lain saja ya" Setelah mengatakan itu Tasya langsung pergi dengan membawa keranjang belanjaannya sembari menahan tawanya, karena dia bisa membalas Andika.


Andika yang melihat Tasya semakin menjauh langsung mengejarnya. "Apa kamu mencoba membalas ku?"


"Tidak, untuk apa aku membalas mu. Aku mengatakan itu, karena kopi instan memang tidak baik untuk kesehatan kamu. Apalagi kamu sering minum lima kaleng dalam sehari, jadi kita beli makanan dan minuman yang sehat saja ya" Tasya memberikan senyumnya pada Andika.


Andika terpaksa harus mengalah dan menuruti Tasya, karena tidak mungkin kalau dia terus memprotes di tempat umum yang ada dia jadi pusat perhatian orang ramai. Makanya Andika menahannya sampai mereka selesai berbelanja dan pulang ke rumah, barulah Andika bisa protes kembali pada Tasya.

__ADS_1


__ADS_2