Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Menghilangkan Rasa Canggung


__ADS_3

Berhubung orang yang bisa memasak di acara camping itu hanya Tasya, Rara, dan dua orang koki lainnya. Jadi mau tidak mau mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk berganti memasak, kelompok satu Tasya dengan Rara dan kelompok dua adalah kedua koki lainnya.


Tasya dan Rara bagian masak makan malam, sedangkan ke dua koki lainnya memasak untuk makan siang. Karena Andika memberikan waktu libur hanya tiga hari, jadi mereka hanya camping satu malam saja dan besok sore mereka sudah harus kembali ke rumah masing-masing besoknya lagi mereka bisa beristirahat sebelum mulai bekerja


Sekarang Tasya dan Rara sudah menjalankan tugas memasaknya dengan bantuan Andika dan Mario, sedangkan untuk yang tidak pandai memasak termasuk manager restoran harus mengambil air di sungai dan mencari kayu bakar lagi karena persediaan kayu mereka hampir habis.


Di saat Andika sedang fokus untuk mencuci sayuran sebelum di potong-potong oleh Mario, tiba-tiba Tasya datang menghampirinya. Awalnya Andika pikir Tasya datang untuk meminta sayuran yang akan di masaknya lagi, tapi ternyata pikiran Andika salah dan Tasya datang untuk hal lain.


"Mas Andika ikut aku sebentar yuk!" Tasya berbicara berbisik di dekat telinga Andika sembari menggoyangkan lengan tangan Andika.


"Mau kemana?" Andika juga sama halnya dengan Tasya yang berbicara secara berbisik.


"Apa kamu lupa sama rencana kita mas?"


Seketika Andika langsung berpikir tentang rencana yang mereka berdua sudah susun "Rencana? Oh iya sekarang aku ingat, tapi masakan kamu itu gimana?"


"Bukankah kamu pernah bilang Mario bisa masak juga, jadi kamu bisa minta Mario gantiin aku sebentar kan mas?"


"Baiklah, tunggu sebentar ya! Aku akan meminta Mario untuk menggantikan masakan kamu dulu" Tasya memberikan senyumannya pada Andika, karena permintaannya langsung di penuhi.


Mario yang tadinya sedang membantu untuk memotong-motong sayuran yang sudah di cuci langsung menghampiri Andika saat dia mendengar panggilan dari tuannya dan Andika juga langsung memberitahu tujuannya memanggil Mario, begitupun dengan Tasya yang juga sudah kembali ke tempat masaknya dengan Rara dan sedang melakukan hal yang sama seperti Andika pada Rara.


Sayang Rara berbeda dengan Mario yang langsung mengiyakan untuk di tinggal berdua bersama dengan Rara saja, sedangkan Rara malah terus menolak permintaan Tasya dan dia juga menahan Tasya untuk tidak pergi meninggalkannya berdua dengan Mario karena Rara takut rasanya akan canggung bila dia hanya berduaan saja dengan Mario di saat tidak ada yang orang yang bisa menemaninya karena semua sibuk dengan tugasnya.

__ADS_1


"Ra, gue ini mau buang air kecil. Masa iya sih lu engga izinin gue pergi, kalau gue engga bisa menahan lagi gimana? Jadi bolehin gue pergi buang air kecil dulu ya" Tasya menatap Rara dengan tatapan memohon.


"Eum... Ya udah deh, tapi lu janji ya engga bakalan lama" Rara memasang ekspresi wajah yang seperti anak kecil akan ditinggal ibunya.


"Iya gue janji, lagian lu tenang aja Mario bisa diandalkan kok orangnya" Tasya memberikan senyumnya sembari menepuk tangan Rara di lengan tangannya.


Setelah Rara yakin dengan perkataan Tasya dia langsung melepaskan tangannya dari lengan Tasya dan membuat Tasya lagi-lagi memberikan senyumnya pada Rara sebentar, setelah itu Tasya langsung membawa Andika pergi bersama dengannya.


Andika dan Tasya bersembunyi di balik pohon yang sedikit jauh dari tempat tadi mereka berada agar mereka bisa terus merantau Rara dan Mario tanpa ketauan, bahkan tadi Andika juga sudah meminta manager restoran untuk mengatakan pada semua orang yang ikut camping agar kembali ke tenda setelah Andika perintahkan.


Selama beberapa menit Tasya dan Andika lihat kalau Mario dan Rara hanya saling diam saja sembari berdiri berhadapan, sampai akhirnya Mario sadar dengan masakan yang sedikit lagi nyaris gosong dan membuat Mario langsung mengambil codetnya dan melanjutkan pekerjaan Rara.


"Kita bertukar tempat saja, biar saya yang lanjutkan masaknya dan amu bisa lanjutkan memotong-motong sayurannya" Mario membuka suaranya lebih dulu, karena melihat Rara yang terus terdiam.


"Kebetulan saya hanya tinggal sendirian di apartemen, jadi waktu libur kerja saya coba belajar masak sendiri sampai akhirnya saya bisa masak apapun sendiri"


"Oh begitu ya, apa kamu kerja bersama pak Andika sudah lama?" Rara bertanya sembari berdiri di samping Mario dan memulai pekerjaannya untuk memotong sayuran.


"Lumayan lama, dari tujuh tahun yang lalu saya sudah mulai bekerja dengan tuan Andika. Kamu sendiri sudah lama berteman dengan nyonya Tasya?" Mario melihat ke arah Rara sebentar.


"Sejak Tasya bekerja di restoran kami sudah mulai berteman, ya sekitar empat tahunan lah kami berteman"


"Oh, lumayan lama juga ya"

__ADS_1


"Iya, kamu juga sudah lumayan lama bekerja dengan pak Andika"


Tasya dan Andika yang melihat kecanggungan antara Rara dan Mario sudah menghilang, akhirnya mereka berdua bisa tersenyum lega melihat ke dekatan Rara dan Mario seperti sekarang dan bahkan yang Rara sudah mulai banyak berbicara dengan Mario.


Awalnya Tasya sudah mengajak Andika untuk kembali bergabung dengan Rara dan Mario, tapi Andika keburu menahan tangan Tasya agar tidak menghampiri mereka berdua dulu. Karena Andika masih ingin melihat kejadian apa lagi yang akan terjadi, setelah kedekatan mereka berdua.


Tasya yang baru ingin protes dengan Andika dan membujuk Andika untuk tetap bergabung kembali dengan Rara dan Mario, tiba-tiba Tasya mendengar suara teriakan dari Rara. Di saat Tasya yang panik ingin berlari melihat kondisi Rara, tapi dia mengurungkan niatnya karena Tasya melihat sudah ada Mario yang membantunya.


"Kamu lihat kan? Kali ini mereka semakin dekat saja ya" Andika berbisik di telinga Tasya dari arah belakang.


"Iya mas, tapi apa Rara baik-baik saja ya mas?" Tasya terus melihat ke arah Rara yang tertutup oleh punggung Andika.


"Aku yakin dia baik-baik saja, kalau kamu khawatir ayo kita ke sana sekarang" Andika langsung menggenggam tangan Tasya dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri Rara dan Mario.


Saat Andika dan Tasya sudah berada di tempat mereka memasak tadi, Tasya melihat Mario yang sedang mengobati tangan Rara yang berdarah karena teriris pisau.


"Ya ampun! Ra, lu baik-baik aja kan? Kenapa bisa luka kayak gitu sih?" Tasya bertanya sembari menampilkan ekspresi wajah sedih dan khawatirnya.


"Gue engga kenapa-kenapa kok Sya, ini hanya luka kecil aja dan lagipula udah diobatin sama Mario. Jadi darahnya udah berhenti, sekarang lu jangan khawatir lagi ya" Rara memberikan senyumannya pada Tasya, sedangkan Tasya hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan wajah yang masih terlihat khawatir dengan Tasya.


Berhubung tangan Rara terluka jadi Mario memintanya untuk beristirahat saja dan dia yang akan melanjutkan masaknya, tapi bukan hanya Mario saja yang melakukan itu. Andika juga menyuruh Tasya untuk menemani Rara dan menyerahkan tugas masak padanya, karena Andika dan Mario memaksa akhirnya Tasya dan Rara menurutinya.


Saat ini Tasya dan Rara hanya duduk di depan tenda sembari melihat Andika dan Mario memasak, awalnya Rara ragu dengan rasa masakan dua pria itu tapi setelah Tasya meyakinkan Rara akhirnya dia mulai bisa mempercayakan sepenuhnya masakan pada Andika dan juga Mario bahkan sekarang mereka berdua hanya sibuk mengobrol di saat Andika dan Mario memasak.

__ADS_1


__ADS_2