
Setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam lebih akhirnya Tasya dan Andika sampai di tempat tujuan mereka, bahkan sekarang mereka sudah berada di hotel yang sudah di pesankan oleh Mario sebelumnya.
Tasya yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Andika yang sedang duduk di sofa, sembari menyenderkan kepalanya di sandaran sofa dan memejamkan matanya.
"Mas, kamu tidur kah?" Tasya duduk di samping Andika.
Seketika Andika membuka matanya dan dia langsung menoleh ke arah Tasya yang sedang mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk dan Tasya juga sudah memakai pakaian tidurnya, karena tadi mereka sekalian makan malam terlebih dahulu makanya mereka sampai di hotel jam delapan malam.
Selama beberapa detik Andika terus menatap Tasya tanpa mengatakan apa-apa, sampai tiba-tiba Andika meletakkan kepala di atas paha Tasya dan membuat Tasya langsung membulatkan matanya karena terkejut. Bukan hanya itu saja yang dilakukan Andika, tapi dia langsung mengambil tangan Tasya dan meletakkannya di atas kepalanya.
Tasya yang mengerti dengan maksud Andika meletakkan tangannya di kepala Andika, langsung mengusap pelan kepala suaminya itu. "Loh! Kok kamu malah tiduran sih mas? Bukannya mandi dulu sana mas, biar segar lagi badannya"
"Nanti saja, aku masih ingin bermanja dengan istriku yang cantik dulu. Karena berhubung kita sedang berbulan madu, jadi akan lebih baik kalau kita sering melakukan hal-hal romantis seperti ini biar lebih terlihat seperti sepasang suami istri"
Sembari mengatakan itu Andika memejamkan matanya lagi dengan posisi tangannya dilipat di atas dadanya, sedangkan Tasya hanya diam saja karena dia tidak menyangka kalau Andika akan mengatakan hal seperti itu. Walaupun perkataan Andika terdengar biasa saja, tapi bagi Tasya itu mampu membuat hatinya terasa bahagia.
"Oh iya mas, kamu sudah mengantuk belum?"
"Em, belum. Memangnya kenapa?"
"Kalau kamu belum mengantuk, gimana kalau sekarang kita jalan-jalan dulu mas? Sekalian kita cari cemilan, soalnya perut ku tiba-tiba terasa lapar lagi mas. Kamu mau engga?" Tasya memainkan rambut Andika.
Andika membuka matanya dan langsung menatap Tasya. "Ini sudah malam loh, dan lagipula sekarang kamu juga sudah menggunakan baju tidur"
"Baru juga jam berapa mas, lagian kan baju ku bisa di ganti lagi. Mau ya mas, ya ya ya"
Andika bangun dari posisi tidurannya dan langsung menangkup kedua pipi Tasya. "Istri ku yang cantik, boleh tidak kalau kita perginya besok pagi saja? Soalnya badan ku masih terasa sangat pegal, karena usia suami mu ini kan sudah tidak muda lagi"
__ADS_1
Mendengar perkataan Andika seketika dalam hati Tasya ada perasaan ingin tertawa kencang karena mendengar Andika yang tiba-tiba malah membahas masalah usianya, tapi di hatinya juga ada sedikit rasa kecewa karena tidak biasanya Andika tidak mau menurutinya.
"Kenapa diam saja? Apa kamu marah sama mas? Mas janji deh besok akan bawa kamu kemana saja, tapi jangan marah sama mas ya"
Andika memasang ekspresi wajah sedihnya dan hal itu seketika membuat Tasya tertawa, karena wajah Andika yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan bagi Tasya karena itu pertama kalinya Tasya melihat wajah Andika seperti itu.
"Kenapa kamu malah tertawa?" Andika yang bingung melihat Tasya tiba-tiba tertawa langsung menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Engga apa-apa kok mas, ya sudah sana sekarang kamu mandi dulu! Habis itu kita istirahat. Besok baru kita jalan-jalan sepuasnya mas" Tasya mencoba menghentikan tawanya dan merubahnya menjadi senyuman.
Walaupun masih merasa aneh dengan Tasya yang tiba-tiba tertawa, tapi Andika menuruti perkataan istrinya dan pergi ke kamar mandi. Sedangkan Tasya sendiri menunggu Andika sembari berbaring di atas tempat tidur.
Baru saja Tasya akan memejamkan matanya karena dia sudah sangat mengantuk, tapi Andika tiba-tiba berteriak dari dalam kamar mandi dan seketika membuat Tasya langsung mengurungkan niatnya dan segera berlari ke arah kamar mandi.
"Ada apa mas? Kenapa kamu sampai teriak begitu memanggil ku?" Tasya berdiri di depan pintu kamar mandi dan mengetuknya.
"Aish! Aku kira tadi ada apa, sampai dia berteriak begitu. Ternyata hanya masalah handuk saja, ada-ada saja mas Andika" ucap Tasya dalam hatinya sembari menepuk keningnya.
"Bukankah masih ada satu handuk lagi di dalam ya mas? Pakai saja yang itu mas!"
"Aku maunya gunakan handuk yang tadi kamu gunakan" Andika membuka setengah pintu kamar mandi.
"Kenapa harus yang aku gunakan mas? Kan handuk yang di dalam sama saja, dari warna sampai ukurannya"
"Karena aku hanya ingin menggunakan handuk yang sama dengan istri ku, sudah sini mana handuknya. Kalau ku tidak ambilkan handuknya, aku akan keluar seperti ini saja" Andika mengulurkan tangannya untuk meminta handuk pada Tasya.
Tasya menghela nafasnya sebentar, sebelum akhirnya dia pergi mengambilkan handuk yang tadi dirinya gunakan di atas tempat tidur dan kembali untuk memberikannya pada Andika. Tapi saat Tasya mengulurkan tangannya dan berniat memberikan handuk itu pada Andika, Andika malah menarik tangannya dan membuat Tasya ikut masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Saat berada di dalam kamar mandi Tasya terus memejamkan matanya, karena dia berpikir kalau tubuh Andika tidak menggunakan apapun. Andika yang melihat Tasya seperti itu langsung tertawa, hal itu membuat Tasya penasaran tentang apa yang lucu dan membuat Andika tertawa.
"Sudah buka mata kamu itu, kita ini sudah jadi suami istri dan kamu harus terbiasa dengan ini juga" Andika mencolek pucuk hidung Tasya.
Tasya akhirnya membuka matanya yang sebelah kanan dan dia melihat Andika sudah menggunakan handuk di pinggangnya, hal itu membuat ekspresi wajah Tasya langsung menjadi kesal.
"Kenapa kamu memasang wajah seperti itu?"
"Aku kesal sama kamu mas, kamu bilang tadi engga mau pakai handuk yang ada di dalam kamar mandi. Tapi ini buktinya apa, kamu sudah memakainya. Bukan hanya itu saja, kamu juga udah buat aku mengambil handuk yang engga akan kamu pakai dan juga menarik aku ke sini tiba-tiba" Tasya melipat tangannya di depan dadanya dan memalingkan wajahnya ke arah kiri.
Andika langsung menarik pinggang Tasya dan membuat jarak antara mereka menipis sembari tersenyum. "Aku minta maaf ya sayang, jangan marah lagi ya"
"Em....."
"Kok jawabnya seperti itu doang sih? Masih marah?"
"Engga, udah sana kamu pakai baju dulu! Aku mau tidur udah ngantuk mas"
"Kamu benar-benar sudah mengantuk ya?" Tasya menganggukkan kepala.
"Ya sudah malam ini kamu istirahat saja dulu, besok baru kita melakukannya" Andika mengacak rambut Tasya dan pergi keluar untuk mengambil baju di dalam lemari.
Tasya yang bingung dengan maksud Andika langsung mengikuti Andika keluar kamar mandi. "Aku engga mengerti maksud kamu tadi, emangnya kita mau melakukan apa mas?"
Andika membalikkan badannya ke arah Tasya sembari tersenyum. "Besok malam juga kamu akan tau"
Setalah mengatakan itu Andika sembari mengacak rambut Tasya, dia langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi. Sedangkan Tasya yang sudah malas berpikir karena mengantuk, dia langsung kembali ke tempat tidur dan melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda.
__ADS_1