Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Mengerjai Raisa


__ADS_3

Setelah cukup lama Andika bersabar, akhirnya tidak lama kemudian Andika langsung menjalankannya bagiannya sesudah Tasya mengatakan kalau dirinya sudah tidak ingin makan lagi dan mengajak Andika untuk kembali ke hotel walaupun sebenarnya mereka ingin melanjutkan perjalanan mereka lagi.


Saat Andika sudah ingin bersiap untuk membayar makanannya dan pergi dari restoran itu, tiba-tiba dia memasang ekspresi wajah paniknya dan berpura-pura mencari sesuatu yang membuat Tasya juga Raisa terus melihatnya dengan wajah bingungnya.


"Ayo mas, cepetan! Kamu lagi cari apa sih emangnya mas?" Tasya melihat ke arah Andika sembari menopang dagunya.


"Aku mencari dompet ku, sepertinya tertinggal di hotel karena tadi aku terburu-buru" Andika menoleh ke arah Tasya sembari memeriksa sakunya lagi.


Mendengar hal itu Tasya langsung menggebrak meja dan bangun dari posisi duduknya. "Hah! Kamu lupa bawa dompet mas? Terus gimana caranya kita bayar makanan ini mas? Aku juga sekarang engga bawa dompet"


"Maat ya, aku juga engga tau harus gimana sekarang dan mungkin mau engga mau kita harus menemui manager restoran ini"


"Kalau begitu kamu aja yang nemuin manager restorannya! Pokoknya aku engga mau ikutan, nanti yang ada aku di suruh cuci piring lagi"


Setelah mengatakan hal itu Tasya langsung pergi meninggalkan Andika, sedangkan Raisa yang melihat Tasya pergi begitu saja tanpa memperdulikan Andika. Raisa langsung menghampiri Andika, dan berniat mencari perhatian Andika dengan cara ingin membayarkan semua makanannya.

__ADS_1


"Raisa, apa kamu yakin ingin membayarkan semua makanannya? Tapi saya tidak akan memberikan kamu apa-apa ataupun menjanjikan kamu sesuatu"


Raisa mengangguk pelan. "Iya mas, aku engga mengharapkan itu kok dari kamu. udah biar nanti semua makanan ini aku yang bayar, jadi kamu tenang saja ya" Raisa memberikan senyumannya pada Andika, sedangkan Andika tetap memasang ekspresi wajah datarnya.


"Baiklah jika itu keinginan kamu untuk membayarnya, Kalau begitu saya pergi dulu ya"


Sebelum Raisa mengatakan apa-apa lagi Andika langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari restoran itu dan sebelumnya Andika juga sudah bilang pada pelayan restorannya untuk meminta pembayarannya pada Raisa saat berpapasan dengan pelayan restoran itu.


"Permisi kak, ini bill untuk makanannya" pelayan restoran itu memberikan kertas putih yang berisi nominal yang harus di bayar Raisa.


"Mbak, ini engga salah hitung kan? Masa iya makanan kayak gini aja bisa sampai tiga juta lebih, coba kamu periksa lagi deh"


"Tidak kak, kami tidak salah menghitungnya. Karena itu sudah termasuk dengan makanan yang kedua kakak tadi bungkus kak"


"Hah! Mereka berdua juga membungkus makanan yang sama?" Pelayan itu langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa tadi mereka engga bilang kalau ada makanan yang mereka bungkus juga? Apa mereka sengaja melakukan semua ini?" ucap Raisa dalam hatinya sembari menatap kembali kertas putih tadi.


Raisa terus terdiam cukup lama dan bahkan sampai pelayan restoran itu memanggil Raisa terus-menerus juga tetap tidak ada jawaban sama sekali darinya, karena Raisa terus memikirkan semua hal yang ada di dalam kepalanya.


"Kakaknya mau bayar pake cash atau kartu ya kak?" pelayan restoran itu akhirnya terpaksa menepuk bahu Raisa untuk menyadarkannya.


"Aduh! Gimana nih? Uang cash gue kurang lagi, dan kalau gue pakai uang yang ada di kartu nanti gue engga jadi dong pergi ke tempat lain lagi" Raisa lagi-lagi terdiam sambil melihat isi dompetnya.


"Kak....." pelayan restoran itu kembali memanggil Raisa sembari melambaikan tangannya di depan wajah Raisa.


"Eh! Iya mbak, saya bayar pakai kartu saja ya mbak" Raisa memberikan kartunya pada pelayan restoran itu.


"Kalau begitu tunggu sebentar ya mbak" pelayan restoran itu langsung pergi dari tempatnya berdiri.


Sembari menunggu kartunya di kembalikan oleh pelayan restoran, Raisa kembali memikirkan tentang yang di lakukan Tasya dan juga Andika. Bahkan Raisa memikirkan cara untuk bisa membalas mereka berdua, karena sudah berani membuat dia mengeluarkan uang sebanyak itu dari tabungannya.

__ADS_1


__ADS_2