Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

Saat ini Mario, Rara, Tata, dan juga Salsa masih menunggu Tasya dan Andika yang berada di dalam ruang dokter. Walaupun mereka semua khawatir dengan keadaan Tasya, tapi karena hanya dua orang saja yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan dokter jadinya mereka hanya bisa menunggu Tasya dan Andika di depan ruang dokter saja.


Di dalam ruangan dokter Andika dan Tasya masih duduk diam dan menunggu dokter sampai selesai membaca hasil pemeriksaan laboratorium Tasya, Di antara Tasya dan Andika yang paling tidak sabar untuk menunggu dokter menjelaskan hasilnya adalah Andika.


"Jadi bagaimana hasilnya dok? Istri saya sakit apa? Kenapa dia bisa sampai muntah-muntah seperti itu?" Andika yang sudah tidak bisa menunggu lagi akhirnya membuka suaranya.


"Untuk saat ini istri anda tidak sedang sakit apa-apa pak, melainkan istri bapak....." perkataan dokter terhenti karena Andika yang tiba-tiba berdiri.


"Bisa-bisanya anda bilang istri saya tidak sakit apa-apa, padahal wajahnya sudah pucat seperti ini dan sejak tadi terus-menerus muntah" Andika berbicara sembari menatap ke arah dokter dengan tatapan tajamnya.


"Pasti ada kesalahan di hasil lab itu, jadi saya minta dokter untuk melakukan pemeriksaan ulang dan mengganti seluruh petugas yang ada di laboratorium" Andika menambahkan perkataannya.

__ADS_1


"Mohon bapak tenang dulu ya, dan biarkan saya melanjutkan penjelasannya terlebih dahulu agar bapak bisa mengetahui apa yang terjadi dengan istri anda"


"Iya mas, sebaiknya kita dengarkan dulu apa yang di katakan dokter sampai selesai ya. Kalau kamu engga mau mendengarkannya, engga apa-apa biar aku saja yang mendengarkan dan nanti aku kasih tau ke kamu mas" Tasya mendongakkan kepalanya dan menatap Andika dengan mata sayu sembari memegang tangannya.


Setelah mendengar perkataan Tasya, akhirnya Andika kembali duduk di kursinya lagi dan mencoba untuk menenangkan dirinya dengan menggenggam tangan Tasya agar dia bisa mendengarkan penjelasan dokter dengan tenang.


"Apa sudah bisa saya lanjutkan kembali penjelasannya pak, bu?"


"Baik, kalau begitu saya akan menjelaskan ulang tentang hasil labnya" Tasya menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Menurut yang saya lihat dari hasil pemeriksaan laboratorium, ibu Tasya saat ini tidak sedang sakit. Melainkan bu Tasya sedang mengandung, dan saran saya bapak dan ibu segera menemui dokter spesialis kandungan untuk di periksa lebih lanjut" dokter itu menambahkan perkataannya sembari melihat ke arah Tasya dan Andika.

__ADS_1


"Apa dok? Istri saya hamil? Dokter tidak sedang bercanda kan?" Andika kembali membuka suaranya setelah mendengar penjelasan dokter.


"Iya pak, dari yang saya lihat di hasil ini memang bu Tasya sedang hamil. Maka dari itu saya menyarankan bapak dan ibu menemui dokter kandungan supaya bisa memastikan kebenarannya juga pak"


"Baik dok, kalau begitu saya akan segera memeriksakan istri saya ke dokter kandungan dan terima kasih untuk bantuannya dokter" Andika bangun dari duduknya dan langsung membantu Tasya untuk berdiri juga.


"Sama-sama pak, sudah kewajiban saya membantu bapak dan ibu" Dokter itu memberikan senyumannya.


"Kalau begitu kami permisi dulu dok"


"Iya iya silahkan pak, bu" Tasya dan Andika tersenyum sebentar ke dokter itu dan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangan dokter.

__ADS_1


Sebelum mereka berdua keluar dari ruangan dokter, Tasya dan Andika berencana untuk mengerjai Rara dan juga yang lainnya dengan tidak memberikan tau hasil pemeriksaan dokter yang asli kepada mereka semua.


__ADS_2